Kopi
Kamis, 13 Agustus 2026 19:31 WIB
Penulis:Redaksi
Editor:Redaksi

JAKARTA — Industri kedai kopi di Indonesia pada 2026 semakin ramai dan kompetitif. Persaingan tersebut didorong oleh pertumbuhan jumlah gerai, hadirnya beragam inovasi menu, serta pemanfaatan teknologi digital yang semakin luas oleh para pelaku industri.
Mengacu pada sejumlah data industri dan survei Populix, Kopi Kenangan masih menempati posisi teratas dalam hal brand awareness, sekaligus memiliki jaringan gerai modern yang luas.
Di sisi lain, Point Coffee memiliki keunggulan dari segi jangkauan berkat dukungan jaringan Indomaret. Tomoro Coffee mencatatkan ekspansi yang cukup agresif, sedangkan Fore Coffee terus memperkuat citranya sebagai salah satu pemain lokal di segmen kopi premium.
Pasar kedai kopi Indonesia diperkirakan bernilai sekitar US$2,1 miliar atau sekitar Rp34 triliun dengan pertumbuhan tahunan sekitar 10%, menjadikannya salah satu industri makanan dan minuman dengan perkembangan paling pesat di Asia Tenggara.
BACA JUGA: Kenali Attention Economy, Saat Perhatian Jadi Komoditas Penting di Era Digital
Berdasarkan survei Populix 2026, Kenangan adalah merek kopi dengan brand awareness tertinggi di Indonesia, mencapai 97%. Tingginya tingkat pengenalan merek menunjukkan bahwa Kopi Kenangan masih menjadi pemain yang paling mudah diingat konsumen.
Urutan brand awareness kedai kopi di Indonesia adalah:
Brand awareness menjadi salah satu indikator penting karena mencerminkan kekuatan merek dalam menarik pelanggan baru maupun mempertahankan loyalitas konsumen.
Kopi Kenangan merupakan jaringan kedai kopi modern terbesar di Indonesia. Hingga Juni 2026, perusahaan telah mengoperasikan sekitar 1.351 gerai, meningkat dari 1.173 gerai pada akhir 2025. Strategi utama Kopi Kenangan meliputi,
Secara global, Kopi Kenangan telah memiliki lebih dari 1.400 gerai.
Janji Jiwa merupakan salah satu jaringan kedai kopi terbesar di Indonesia dengan lebih dari 900 gerai, bahkan sejumlah sumber memperkirakan jumlah outletnya telah mencapai sekitar 1.000 lokasi. Strategi ekspansinya meliputi,
Model bisnis tersebut memungkinkan perusahaan memperluas jangkauan tanpa selalu membuka gerai permanen.
Point Coffee adalah jaringan kopi yang terintegrasi dengan minimarket Indomaret. Keunggulan tersebut membuat Point Coffee memiliki lebih dari 1.200 titik penjualan yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.
Strateginya meliputi:
Model bisnis ini membuat Point Coffee menjadi salah satu pemain dengan distribusi paling luas di Indonesia.
Fore Coffee merupakan jaringan kopi premium lokal yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia. Hingga Juni 2026, Fore Coffee memiliki,
Pada semester I-2026, perusahaan mencatat,
Lebih dari 40% gerai baru dibuka di kota tier 2 dan tier 3 sebagai bagian dari strategi memperluas pasar di luar kota besar.
Tomoro Coffee merupakan salah satu jaringan kopi dengan pertumbuhan gerai tercepat di Indonesia. Saat ini Tomoro mengoperasikan sekitar 600 gerai di Indonesia. Target jangka panjang perusahaan adalah membuka hingga 3.000 gerai di Asia Tenggara. Strategi Tomoro meliputi,
Kopi Tuku memilih strategi pertumbuhan yang lebih selektif dibanding para pesaingnya. Saat ini perusahaan memiliki sekitar 80 gerai di 11 kota, termasuk satu gerai di Amsterdam, Belanda. Fokus utama Kopi Tuku meliputi,
Pendekatan tersebut membuat Kopi Tuku memiliki basis pelanggan yang kuat meski ekspansinya tidak secepat pemain lain.
Starbucks merupakan jaringan kopi premium internasional terbesar di Indonesia. Perusahaan telah mengoperasikan sekitar 592 gerai di 106 kota.
Meski memiliki jaringan yang luas, operator Starbucks Indonesia, PT Map Boga Adiperkasa Tbk (MAPB), masih mencatat kerugian sekitar Rp121,5 miliar pada semester I-2026.
Indonesia merupakan salah satu pasar kopi terbesar di dunia. Hingga November 2025, tercatat sekitar 461.991 usaha kopi, mulai dari kedai kopi modern hingga warung kopi tradisional.
Besarnya ekosistem tersebut turut mendorong nilai pasar industri kedai kopi Indonesia yang diperkirakan mencapai sekitar US$2,1 miliar atau setara Rp34 triliun, dengan tingkat pertumbuhan sekitar 10% per tahun.
Melihat besarnya potensi pasar dan masih tingginya minat masyarakat terhadap konsumsi kopi, industri ini diperkirakan akan terus berkembang melalui ekspansi jaringan gerai, inovasi menu dan produk, digitalisasi layanan, serta peningkatan pengalaman pelanggan untuk mempertahankan daya saing di tengah persaingan yang semakin ketat.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Muhammad Imam Hatami pada 12 Aug 2026