medsos
Senin, 11 Mei 2026 11:33 WIB
Penulis:Redaksi
Editor:Redaksi

JAKARTA - Nama Indonesia New Media Forum (INMF) tiba-tiba ramai diperbincangkan publik usai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menyebut organisasi tersebut sebagai mitra baru pemerintah dalam memperkuat komunikasi publik.
Pernyataan tersebut kemudian memicu berbagai klarifikasi dari sejumlah pihak, termasuk dari INMF sendiri. Mereka menegaskan bahwa tidak ada hubungan formal maupun kerja sama resmi dengan pemerintah.
BACA JUGA: Tak Hanya Hantavirus, Inilah 5 Penyakit yang Disebarkan oleh Tikus
Indonesia New Media Forum adalah forum independen yang diinisiasi oleh beberapa perwakilan media baru pada Juli 2025. INMF hadir sebagai wadah komunikasi, kolaborasi, dan advokasi untuk mendorong ekosistem media baru yang independen, sehat, akuntabel, kredibel, dan transparan.
Para anggotanya adalah pelaku media digital yang sebelumnya dikenal dengan istilah homeless media, entitas yang beroperasi tanpa situs web sendiri dan bertumpu sepenuhnya pada media sosial.
INMF berusaha mentransformasikan diri menjadi "new media" dengan standar yang lebih jelas, seperti memiliki perusahaan, alamat, dan penanggung jawab.
INMF juga disebut sebagai "Komite INMF" dan hingga saat ini belum membuka pendaftaran anggota secara formal maupun menjalin kemitraan dengan pihak mana pun. Forum ini masih dalam tahap penggodokan internal.
Baca juga : Beragam Respons Homeless Media Soal Klaim Jadi Mitra Pemerintah
Keanggotaan INMF menjadi salah satu sumber polemik utama. Qodari dalam konferensi persnya menyebut sekitar 40 nama media digital yang tergabung dalam forum ini.
Daftar yang ia sebutkan antara lain Folkative, Indozone, Dagelan, Indomusikgram, Infipop, Narasi, GNFI, Kok Bisa?, Big Alpha, Pandemic Talks, dan lainnya.
Namun, daftar tersebut bukanlah daftar anggota resmi INMF. Menurut Komite INMF, dokumen itu merupakan "pemetaan ekosistem industri dan media sosial" yang digunakan dalam diskusi internal bukan daftar anggota tetap.
Menyikapi pernyataan Qadari, sejumlah media homeless mengeluarkan statement yang berbeda, diantaranya sebagai berikut,
Selasa, 5 Mei 2026 – Bakom RI menerima permohonan audiensi dari INMF. Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Bakom, Jakarta, kedua pihak saling berkenalan. INMF menjelaskan tentang perkembangan new media serta standar yang mereka usung, termasuk kewajiban memiliki perusahaan, alamat, dan penanggung jawab. Dalam kesempatan itu, INMF juga menyerahkan dokumen "New Media Forum 2026" yang memuat daftar pelaku new media.
Perwakilan INMF, Timothy Marbun, menegaskan bahwa pertemuan ini murni untuk saling mengenal dan membuka ruang dialog lintas ekosistem. "Tidak ada komitmen atau kesepakatan yang diraih," ujarnya.
Rabu, 6 Mei 2026 – Sehari setelah audiensi, Bakom menggelar konferensi pers mingguan rutin. Dalam agenda itu, Kepala Bakom Muhammad Qodari menyebut nama-nama yang tercantum dalam dokumen INMF sebagai "mitra komunikasi pemerintah". Pernyataan inilah yang kemudian memicu polemik besar.
Baca juga : Apa Itu Homeless Media? Kenapa Pemerintah Merangkul Mereka?
Pasca konferensi pers Bakom yang memicu kesalahpahaman publik, INMF segera merespons. Pada Kamis, 7 Mei 2026, INMF secara resmi mengaktifkan akun Instagram baru dengan nama akun @inmf.id. Akun tersebut menjadi kanal komunikasi resmi pertama forum tersebut.
Konten pertama yang diunggah INMF di Instagram adalah klarifikasi resmi yang mencakup beberapa poin penting:
Melalui unggahan tersebut, INMF juga menyampaikan bahwa mereka masih dalam tahap penggodokan internal dan belum membuka pendaftaran anggota formal maupun menjalin kemitraan dengan pihak mana pun.
“Hingga saat ini, INMF masih dalam tahap penggodokan internal dan belum membuka pendaftaran anggota secara formal maupun membangun kemitraan dengan pihak mana pun,” jelas Komite INMF lewat pernyataan tertulis, dikutip Jumat, 8 Mei 2026.
Hingga saat ini, INMF masih dalam tahap awal pengembangan dan berkomitmen untuk menjaga independensi serta transparansi ekosistem media baru di Indonesia.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Muhammad Imam Hatami pada 08 May 2026