Kesehatan
Jumat, 16 Oktober 2026 18:50 WIB
Penulis:Redaksi
Editor:Redaksi

JAKARTA – Saat ini kasus influenza, khususnya tipe A, sedang mengalami peningkatan di Indonesia sejak awal September.
Namun, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan kenaikan tersebut belum dikategorikan sebagai wabah dan masih mengikuti pola musiman. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada tanpa perlu panik.
Pada pekan ke-38 tahun 2026, hasil pemeriksaan terhadap 265 spesimen melalui surveilans sentinel menunjukkan 148 spesimen positif influenza. Angka ini setara dengan positivity rate atau tingkat positivitas sebesar 56%.
Kemenkes menegaskan bahwa angka 56% tersebut menunjukkan persentase spesimen yang dinyatakan positif dari seluruh sampel yang diperiksa. Angka itu bukan berarti 56% dari total penduduk Indonesia terinfeksi influenza.
Aktivitas influenza di puskesmas berada pada kategori sedang, sedangkan di rumah sakit masih rendah. Kemenkes menyebut peningkatan ini bukan lonjakan besar dan mengikuti pola musiman yang umum di Indonesia.
Subtipe yang dominan di Indonesia adalah Influenza A(H1N1)pdm09, yang juga dominan beredar secara global. Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mencatat temuan kasus Influenza A naik hingga sekitar 5.000 kasus per bulan selama Agustus–September 2026.
Istilah “superflu” ramai beredar di masyarakat. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan istilah itu bukan nomenklatur resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) maupun Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC).
Istilah tersebut biasanya dikaitkan dengan Influenza A(H3N2) subclade K. Di Indonesia, temuan subclade K hingga pekan ke-38 tercatat 22 kasus, jauh di bawah 166 temuan pada 2025. Kemenkes juga menyebut tidak ada penambahan kasus baru subclade K sejak April 2026.
Baca juga : Asthara Skyfront City Hadirkan Show Unit Terbaru
Kemenkes menyebut tiga faktor meliputi pergantian musim, meningkatnya mobilitas dan pertemuan banyak orang, serta subtipe virus yang sedang dominan. Karena Indonesia merupakan negara tropis, influenza beredar sepanjang tahun dengan periode peningkatan tertentu.
Influenza menular melalui percikan pernapasan saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Menurut Kemenkes, gejala yang umum muncul adalah:
Sebagian besar penderita sembuh sendiri dalam waktu sekitar satu minggu tanpa perawatan khusus.
Influenza cenderung muncul mendadak dengan demam, nyeri badan, dan lemas yang cukup berat. Flu biasa atau selesma umumnya berkembang bertahap dengan gejala lebih ringan, seperti hidung tersumbat dan bersin. Diagnosis influenza dapat dikonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium.
Komplikasi seperti pneumonia lebih mungkin terjadi pada anak kecil, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta. Influenza juga dapat memperberat asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
Kemenkes menganjurkan sejumlah langkah untuk mengurangi risiko penularan influenza, antara lain:
Orang yang sudah divaksin masih bisa tertular. Namun, vaksin penting untuk menurunkan risiko gejala berat, komplikasi, dan rawat inap. Untuk kasus ringan, Kemenkes menyarankan beberapa langkah penanganan berikut,
Baca juga : IKN Diguyur Investasi Rp6,5 T untuk Hunian ASN dan Swasta
Kemenkes meminta penderita segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami tanda bahaya berikut:
Baca juga : Kekerasan pada Jurnalis Terus Berulang, AJI Meradang
Kemenkes menyiapkan 35 rumah sakit, 39 puskesmas, 13 balai laboratorium, dan 14 balai karantina. Obat antivirus telah didistribusikan ke 196 rumah sakit, sedangkan pasokan ditambah melalui produksi dan impor.
Maskapai, syahbandar, dan otoritas perjalanan juga diminta meningkatkan kewaspadaan. Pemerintah memperkuat surveilans dan laboratorium, memastikan kesiapan fasilitas serta tenaga kesehatan, menerbitkan surat edaran kepada pemerintah daerah, dan rutin melakukan komunikasi risiko.
Kemenkes mengingatkan bahwa kenaikan kasus pada September hingga akhir tahun merupakan pola musiman yang berulang. Masyarakat diimbau tetap menerapkan langkah pencegahan, mengenali gejala, dan mencari pertolongan medis apabila muncul tanda bahaya tanpa perlu panik.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Muhammad Imam Hatami pada 15 Oct 2026