Ramadan
Senin, 02 Maret 2026 14:34 WIB
Penulis:Redaksi
Editor:Redaksi

JAKARTA – Berbuka puasa merupakan momen krusial, baik saat Ramadan maupun puasa lainnya. Asupan pertama setelah seharian tidak makan sangat berpengaruh pada sistem pencernaan, tingkat energi, dan kondisi tubuh secara keseluruhan.
Meski buah dikenal sebagai pilihan makanan sehat, ternyata tidak semua jenis buah ideal dikonsumsi saat perut masih kosong ketika berbuka.
Beberapa buah justru bisa memicu gangguan pencernaan, membuat gula darah melonjak drastis, atau bahkan memperparah rasa haus. Berikut lima jenis buah yang sebaiknya dihindari saat berbuka puasa beserta alasannya.
Dilansir dari Pulse Nigeria, berikut buah yang tidak dikonsumsi saat berbuka puasa:
Buah-buahan citrus memiliki kandungan asam yang cukup tinggi sehingga kurang baik dikonsumsi saat perut masih kosong. Mengawali buka puasa dengan jeruk, lemon, atau grapefruit bisa memicu naiknya asam lambung, rasa terbakar di dada (heartburn), maupun iritasi pada lambung.
Sebagai gantinya, pilihlah buah yang lebih ramah untuk pencernaan, seperti pisang atau kurma dalam jumlah wajar, karena mengandung gula alami yang dapat mengembalikan energi tanpa menyebabkan keasaman berlebih.
Meski dikenal sebagai buah yang bergizi, pisang belum tentu menjadi pilihan terbaik untuk berbuka puasa. Kandungan gula alaminya cukup tinggi sehingga dapat memicu lonjakan kadar gula darah secara tiba-tiba, yang kemudian membuat tubuh terasa lemas setelah makan.
Selain itu, pisang juga kaya akan magnesium. Jika dikonsumsi saat perut kosong, kadar magnesium yang tinggi ini berpotensi mengganggu keseimbangan kalsium dan magnesium dalam tubuh, yang pada akhirnya dapat berdampak pada kesehatan jantung.
Meskipun menghidrasi, semangka memiliki kandungan air dan gula alami yang cukup tinggi sehingga bisa memicu perut kembung serta perubahan kadar gula darah yang cepat.
Karena kondisi perut masih kosong saat berbuka, mengonsumsi semangka terlebih dahulu berisiko menimbulkan rasa tidak nyaman pada pencernaan dan lonjakan insulin. Sebaiknya semangka dikonsumsi setelah minum air putih atau menyantap makanan yang lebih menstabilkan, seperti kurma, atau dinikmati di akhir waktu makan.
Pepaya dikenal karena manfaatnya untuk pencernaan, tetapi memakannya saat perut kosong dapat menyebabkan efek pencahar. Pepaya mengandung enzim seperti papain yang merangsang pergerakan usus, dan berisiko menyebabkan ketidaknyamanan pada lambung bila dijadikan menu pertama saat berbuka puasa. Untuk menghindari hal ini, makanlah pepaya di akhir makanmu, bukan untuk berbuka puasa.
Pir mengandung serat yang cukup tinggi dan baik untuk melancarkan pencernaan. Namun, jika dikonsumsi saat perut masih kosong, tekstur seratnya yang agak kasar dapat mengiritasi dinding lambung sehingga memicu rasa tidak nyaman atau perut kembung.
Sebaiknya makan pir setelah mengonsumsi sesuatu yang lembut, seperti kurma atau sup, untuk mempersiapkan sistem pencernaan mu.
Meskipun buah-buahan kaya akan nutrisi, tidak semuanya cocok dikonsumsi saat berbuka puasa. Buah yang terlalu asam, tinggi serat, atau mengandung gula berlebih dapat memicu gangguan pencernaan maupun lonjakan gula darah secara tiba-tiba.
Sebaliknya, pilihlah makanan yang mudah dicerna seperti kurma, sup hangat, atau makanan ringan untuk membantu tubuh beradaptasi kembali setelah berpuasa. Dengan memilih menu secara bijak, kamu bisa berbuka dengan cara yang lebih ramah bagi pencernaan, hidrasi, sekaligus mempertahankan energi tubuh.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Distika Safara Setianda pada 01 Mar 2026