Makanan
Selasa, 17 Maret 2026 11:19 WIB
Penulis:Justina Nur Landhiani

JAKARTA — Santan adalah cairan yang berasal dari daging kelapa yang berwarna putih. Untuk membuat santan, daging kelapa yang sudah tua diparut lalu diperas menggunakan saringan untuk diambil cairannya.
Santan yang kental akan mengandung lebih banyak lemak daripada santan yang encer. Untuk santan kemasan yang biasanya dijual di minimarket atau supermarket, biasanya ditambahkan bahan penstabil agar santan tidak terpisah dan tetap halus.
Bagi masyarakat Indonesia, tentu sudah akrab dengan santan sebagai salah satu bahan masakan terutama untuk hidangan Idulfitri, seperti untuk membuat opor ayam.
BACA JUGA: Cara Taylor Swift Jaga Tubuh: Minum Jus Jeruk Setiap Pagi
Namun, banyak yang menganggap konsumsi makanan yang mengandung santan bisa membawa efek negatif untuk tubuh. Padahal, santan sebetulnya punya beberapa manfaat positif untuk tubuh, asalkan dikonsumsi secukupnya.
Seperti yang dilansir dari Medical News Today, jika Anda mengonsumsi terlalu banyak makanan yang mengandung santan, berisiko menimbulkan kenaikan berat badan dan meningkatkan kolesterol.
Dilansir dari Medical News Today, santan mengandung lemak MCT (medium-chain triglycerides) yang dapat meningkatkan energi melalui proses pembentukan panas tubuh atau termogenesis.
Beberapa studi menunjukkan bahwa MCT memiliki manfaat seperti:
Akan tetapi, perlu diingat bahwa berat badan tetap dipengaruhi oleh banyak faktor seperti aktivitas fisik dan pola makan. Tidak hanya itu, santan tetap tinggi lemak dan karbohidrat, jadi jika dikonsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan kenaikan berat badan.
BACA JUGA: 5 Rekomendasi Drakor Netflix untuk Isi Waktu Lebaran
Santan memiliki kandungan asam laurat, yaitu antioksidan yang dapat membantu mencegah stroke dan penyakit jantung.
Meski begitu, sebetulnya manfaat ini belum memiliki bukti ilmiah yang cukup kuat. Santan juga mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi jadi masih berpotensi meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) jika dikonsumsi berlebihan.
Kelapa mengandung senyawa fenol yang memiliki sifat antioksidan sehingga dapat membantu melawan radikal bebas. Radikal bebas sendiri adalah suatu zat berbahaya yang dapat merusak sel dan memicu penyakit seperti kanker dan penyakit jantung.
Beberapa studi menunjukkan bahwa santan memiliki aktivitas antioksidan yang cukup tinggi.
Kelapa mengandung asam laurat yang bersifat antimikroba dan antiinflamasi sehingga dapat membantu kinerja sistem kekebalan tubuh.
Studi menunjukkan bahwa asam laurat mampu menghambat pertumbuhan beberapa bakteri berbagaya. Meski begitu, jumlah asam laurat dalam santan belum cukup untuk dianggap sebagai pencegah kanker.
Itu tadi beberapa manfaat mengonsumsi santan. Meski begitu, sebaiknya Anda tetap hati-hati saat memilih produk santan.
BACA JUGA: 4 Makanan yang Harus Dihindari Bagi Penderita Kolesterol Tinggi
Pilih santan yang terbuat dari bahan sederhana dan sedikit bahan tambahannya, serta hindari santan dengan banyak gula tambahan atau bahan pengawet.