Kecerdasan buatan
Kamis, 13 Agustus 2026 11:30 WIB
Penulis:Justina Nur Landhiani

JAKARTA — Kemajuan teknologi kecerdasan buatan atau AI memang bisa memudahkan aktivitas kita sehari-hari. Meski begitu, hal ini juga diiringi munculnya celah baru bagi para pelaku kejahatan.
Salah satu hal yang marak terjadi sekarang adalah penipuan berbasis AI yang memanfaatkan teknologi kloning suara, video palsu, hingga menggunakan informasi pribadi korban untuk membuat skenario yang terlihat meyakinkan.
Maka dari itu, untuk mencegah menjadi korban selanjutnya, kamu bisa melakukan langkah-langkah pencegahan seperti berikut ini.
BACA JUGA: 5 Hal yang Harus Kamu Pikirkan Sebelu Beli Ponsel Bekas atau Refurbished
Seperti yang dilansir dari Reader’s Digest, sebelum kamu membagikan rekaman suara atau video diri sendiri di Instagram, YouTube, maupun media sosial lainnya, sebaiknya kamu melakukan perubahan pengaturan privasi terlebih dahulu. Atur agar unggahan hanya dapat dilihat oleh orang yang dikenal dan dipercaya.
Bagi kamu yang selama ini membiarkan unggahannya terbuka untuk publik, sebaiknya periksa kembali foto, video, dan rekaman suara diri sendiri maupun orang terdekat.
Kalau tidak diperlukan, pertimbangkan untuk menghapusnya dari media sosial. Langkah ini dapat mencegah penipu yang ingin mengambil sampel suara untuk membuat kloning suara.
BACA JUGA: Awas! Malware Android Rokarolla Bisa Login Mobile Banking, Ini Cara Mencegahnya
Mengaktifkan autentikasi multifaktor (MFA) pada akun online juga dapat menyulitkan penipu mendapatkan akses akunmu. Sistem MFA akan meminta beberapa bentuk verifikasi identitas, misalnya kombinasi nama pengguna dan kata sandi dengan kode sekali pakai yang dikirim ke ponsel.
Jika menggunakan sistem biometrik untuk verifikasi, pilih metode yang menggunakan wajah atau sidik jari, bukan suara.
Dengan begitu, kamu tidak akan memberikan sampel suara yang berpotensi dimanfaatkan pelaku untuk membuat penipuan berbasis deepfake AI.
BACA JUGA: Waspada Penipuan Modus ClickFix, Bisa Mengundang Malware Berbahaya!
Kamu juga bisa membuat kata atau kalimat rahasia yang hanya diketahui oleh kamu dan orang terdekat. Kata tersebut bisa digunakan ketika terjadi situasi darurat.
Misalnya, kalau kamu menerima telepon yang mengaku bahwa anggota keluarga sedang diculik atau membutuhkan uang dengan segera. Kamu bisa meminta orang tersebut menyebutkan kata rahasia yang sudah disepakati sebelumnya.
Dengan cara ini, kamu dapat memastikan apakah benar sedang berbicara dengan orang yang sebenarnya atau justru berhadapan dengan suara hasil kloning AI.
Memang diperlukan persiapan sebelumnya, tetapi cara ini gratis dan cukup efektif untuk mencegah penipuan.
BACA JUGA: Terkuak Kasus Korupsi MBG: Mengapa Program Sosial Besar Rentan Bancakan?
Cara lain untuk mengurangi risiko menjadi target penipuan adalah dengan membatasi informasi pribadi yang tersedia di internet.
Perlu kamu tahu bahwa pelaku kejahatan sering memanfaatkan berbagai informasi yang kita tinggalkan secara online, mulai dari nama hewan peliharaan, nama sekolah, anggota keluarga, hingga tempat bekerja.
Ada begitu banyak informasi tentang seseorang yang tersedia secara gratis dan dapat diakses publik. Informasi tersebut bisa berisi tentang info keluarga, lingkungan pertemanan, organisasi yang diikuti, hingga pekerjaan seseorang dapat ditemukan dengan mudah.
Semua informasi tersebut bisa digunakan penipu untuk membuat skenario penipuan yang terlihat meyakinkan.
Karena itu, semakin sedikit informasi pribadi yang dibagikan secara publik, semakin kecil pula peluang informasi tersebut dimanfaatkan oleh pelaku.
Itu tadi beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mencegah terkena penipuan yang memanfaatkan AI atau kecerdasan buatan.