finansial
Rabu, 12 Agustus 2026 09:28 WIB
Penulis:Redaksi
Editor:Redaksi

JAKARTA - Hingga saat ini, situasi ekonomi yang terus berubah membuat masyarakat, khususnya kelompok kelas menengah dengan penghasilan setara UMR, perlu semakin bijak dalam mengelola keuangan.
Konsep frugal living atau gaya hidup hemat dan bijak dalam menggunakan uang pun semakin banyak diterapkan, terutama oleh keluarga muda di perkotaan. Gaya hidup ini bukan berarti harus mengurangi pengeluaran secara berlebihan, melainkan lebih sadar dalam menentukan prioritas agar kondisi finansial tetap sehat tanpa mengorbankan kenyamanan hidup.
Dirangkum dari sejumlah sumber, berikut 10 cara sederhana menerapkan frugal living yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
BACA JUGA: 7 Tips Investasi Rumah, Dijamin Anti-Boncos dan Cuan Maksimal!
Buat anggaran bulanan yang sesuai dengan kondisi finansialmu. Catat semua pemasukan dan pengeluaran, lalu evaluasi setiap akhir bulan. Dengan begitu, kamu bisa tahu pos mana yang bisa dihemat dan mana yang perlu diprioritaskan. Konsistensi adalah kunci utama agar keuangan tetap sehat sepanjang tahun.
Sebelum membeli sesuatu, tanyakan pada diri sendiri: “Apakah aku butuh ini, atau hanya ingin?”
Kebiasaan kecil seperti ini membantu menekan pengeluaran impulsif. Dengan prinsip mindful spending, kamu bisa tetap menikmati hidup tanpa merasa bersalah setelah berbelanja.
Metode amplop ini kembali populer di kalangan generasi muda. Pisahkan uang tunai ke dalam beberapa amplop sesuai kategori, misalnya kebutuhan rumah tangga, transportasi, dan hiburan. Cara sederhana ini membuat pengeluaran lebih terkontrol dan membantu kamu lebih sadar saat uang mulai menipis.
Baca juga : IHSG Hari Ini 28 Oktober 2025 Ditutup Turun ke 8.092,63 Poin
Tidak semua hal harus dibeli. Coba perbaiki sendiri perabotan kecil di rumah, buat dekorasi dari bahan bekas, atau menanam sayur di halaman. Selain menghemat, kegiatan DIY juga memberi rasa puas dan menumbuhkan kreativitas dalam keluarga.
Barang murah sering kali cepat rusak dan akhirnya justru lebih boros. Investasikan uangmu pada produk yang berkualitas dan tahan lama, entah itu pakaian, elektronik, atau perabot rumah. Prinsip ini membantu menekan biaya jangka panjang dan mengurangi sampah konsumsi.
Promo bukan musuh, asal digunakan dengan strategi. Gunakan aplikasi perbandingan harga, manfaatkan cashback, atau diskon belanja bulanan, tapi tetap batasi pada barang yang memang dibutuhkan. Jangan sampai tergoda “beli karena murah”, padahal tidak benar-benar perlu.
Selain lebih hemat, memasak di rumah juga lebih sehat. Coba buat jadwal menu mingguan agar belanja bahan makanan lebih efisien. Kamu juga bisa menjadikan aktivitas masak bersama keluarga sebagai waktu berkualitas yang menyenangkan.
Media sosial sering membuat kita merasa harus selalu mengikuti tren, entah soal fashion, gadget, atau liburan. Latih diri untuk tidak membandingkan kehidupanmu dengan orang lain. Fokus pada prioritas dan nikmati apa yang sudah kamu miliki.
Baca juga : Terpeleset 0.23 Persen, LQ45 Hari Ini 28 Oktober 2025 Ditutup Turun ke 822,61 Poin
Tidak semua hutang buruk, asalkan digunakan untuk hal produktif seperti investasi pendidikan atau usaha. Hindari hutang konsumtif dan cicilan berlebihan dari kartu kredit. Buat rencana pembayaran rutin agar kewajiban finansial tidak menumpuk.
Setelah pengeluaran terkendali, sisihkan sebagian pendapatan untuk investasi, mulai dari produk sederhana seperti reksa dana atau deposito. Tujuannya bukan sekadar memperbanyak uang, tapi membangun rasa aman finansial jangka panjang.
Frugal living bukan berarti menolak kenyamanan, tapi belajar menghargai nilai dari setiap rupiah. Dengan kebiasaan kecil yang konsisten, gaya hidup ini bisa membantu kelas menengah melewati tantangan ekonomi 2025 dengan lebih tenang tanpa kehilangan makna dan kebahagiaan hidup.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Muhammad Imam Hatami pada 02 Nov 2025