Waspada! Ini 3 Cara Penipu Manfaatkan Suaramu untuk Jaring Korban Scam AI Baru

Waspada! Ini 3 Cara Penipu Manfaatkan Suaramu untuk Jaring Korban Scam AI Baru (magnific.com)

JAKARTA — Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) memang semakin memudahkan berbagai aktivitas kita sehari-hari. Namun, di balik kecanggihannya, teknologi ini juga mulai dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk menjalankan modus penipuan yang semakin sulit dikenali.

Salah satunya adalah scam berbasis kloning suara, yang memungkinkan penipu membuat suara palsu menyerupai orang yang dikenal korban.

Modus ini bahkan bisa membuat korban percaya bahwa mereka sedang berbicara dengan anak, pasangan, teman, hingga atasan. Berbekal rekaman suara yang hanya berdurasi beberapa detik, teknologi AI dapat menghasilkan tiruan suara yang terdengar sangat meyakinkan.

BACA JUGA: 4 Cara Mudah Cegah Penipuan AI yang Semakin Marak

Dengan berbekal kloning suara tersebut, penipu kemudian memanfaatkannya untuk menciptakan situasi darurat dan mendorong korban mengirimkan uang atau memberikan informasi pribadi.

Maka dari itu, untuk mencegah menjadi korban scam berbasis kloning suara dari AI tersebut, kamu perlu mengetahui modus yang dilakukan oleh penipu.

Modus Penipu Manfaatkan Kloning Suara untuk Menjebak Korban Penipuan AI Baru

Tahap 1: Mengumpulkan Rekaman Suara

Tahap 1: Mengumpulkan Rekaman Suara

Seperti yang dilansir dari Reader’s Digest, untuk menjalankan penipuan melalui telepon, pelaku terlebih dahulu membutuhkan rekaman suara seseorang selama sekitar 5–10 detik.

Rekaman tersebut bisa berasal dari video YouTube atau media yang kamu unggah di Facebook maupun Instagram. Dengan rekaman sesingkat itu, algoritma AI sudah dapat membuat tiruan suara yang terdengar sangat mirip dengan suara asli.

Pelaku memasukkan rekaman tersebut ke dalam suatu tools AI yang kemudian mempelajari pola suara, tinggi rendah nada, hingga karakter suara seseorang untuk membuat tiruannya.

Menurut para ahli, alat seperti ini kini tersedia secara luas dan bahkan ada yang bisa digunakan secara gratis. Model AI generatif seperti ChatGPT atau VALL-E, misalnya, dapat membuat tiruan suara setelah mendengarkan rekaman seseorang berbicara selama beberapa detik.

BACA JUGA: 5 Hal yang Harus Kamu Pikirkan Sebelu Beli Ponsel Bekas atau Refurbished

Tahap 2: Memasukkan Skrip ke AI

Tahap 2: Memasukkan Skrip ke AI

Setelah sistem AI selesai mempelajari suara seseorang, penipu dapat memberikan teks atau skrip yang ingin diucapkan. AI kemudian menghasilkan rekaman menggunakan suara yang sudah dikloning tersebut.

Pelaku selanjutnya menelepon calon korban dan memutar rekaman yang dibuat AI, yang juga dikenal sebagai deepfake. Mereka bahkan bisa menggunakan nomor dengan kode area lokal agar korban lebih yakin untuk mengangkat telepon.

Namun, nomor tersebut belum tentu benar-benar berasal dari wilayah tersebut. Penipu dapat menggunakan teknik spoofing untuk memalsukan nomor telepon.

BACA JUGA: Awas! Malware Android Rokarolla Bisa Login Mobile Banking, Ini Cara Mencegahnya

Tahap 3: Memasang Jebakan

Tahap 3: Memasang Jebakan

Setelah korban berhasil dihubungi, penipu akan mengatakan bahwa orang yang mereka kenal sedang dalam bahaya dan membutuhkan uang segera. Korban biasanya diminta mengirimkan uang melalui metode yang sulit dilacak, seperti uang tunai, transfer, atau kartu hadiah.

Permintaan seperti ini sebenarnya merupakan salah satu tanda jelas adanya penipuan. Namun, banyak korban sudah terlanjur panik sehingga akhirnya mengikuti instruksi pelaku.

Modus tersebut sengaja memanfaatkan rasa takut. Ketika seseorang berada dalam kondisi panik, mereka cenderung kesulitan mengambil waktu sejenak untuk mempertimbangkan apakah situasi yang dihadapi benar-benar nyata.

Karena modus ini masih tergolong baru dan belum banyak diketahui masyarakat, korban lebih mudah percaya bahwa mereka benar-benar sedang berbicara dengan anggota keluarga, atasan, rekan kerja, atau aparat.

BACA JUGA: Waspada Penipuan Modus ClickFix, Bisa Mengundang Malware Berbahaya!

Itu tadi modus yang sering dilancarkan oleh pelaku scam AI yang menjerat korban menggunakan kloning suaramu atau suara calon korban.

Justina Nur Landhiani

Justina Nur Landhiani

Lihat semua artikel

Related Stories