Feature
Ternyata Ini Alasan Gen Z Suka Financial Flexing, 50% Demi Cari Pasangan!
JAKARTA — Tidak dapat dipungkiri, Gen Z menjadi perbincangan akhir-akhir ini. Gen Z sendiri adalah mereka yang lahir antara 1997 hingga 2012.
Gen Z kini menjadi sorotan salah satunya karena gaya hidup mereka yang dianggap berbeda dengan generasi sebelumnya, mengingat mereka sejak kecil sudah tumbuh akrab dengan dunia online.
Seperti yang dilansir dari Reader’s Digest, menurut Alex King, pendiri platform edukasi finansial Generation Money mengatakan bahwa identitas Gen Z sejak awal memang banyak dibentuk lewat citra di media sosial.
BACA JUGA: Di Tengah Krisis, Ini Alasan Gen-Z Tetap Punya Pandangan Positif Soal Masa Depan
Tidak mengherankan banyak anak muda zaman sekarang yang rela menggelontorkan banyak uang demi terlihat sukses. Mulai dari menggelar pesta yang Instagramable, outfit gym yang mahal, rutin staycation, sampai makan di restoran fancy atau ngopi di kafe terkenal demi konten dan gengsi.
Kebiasaan Finansial Flexing

Finansial flexing adalah suatu kebiasaan menunjukkan kekayaan, baik memang karena kenyataannya kaya raya maupun sekadar terlihat kaya.
Hal ini dilakukan untuk memengaruhi cara orang lain memandang diri kita. Fenomena finansial flexing membuat banyak orang sengaja membangun citra dirinya sebagai orang sukses dengan upload foto di media sosial lewat aktivitas seperti:
- Liburan mahal
- Membawa atau menggunakan barang branded
- Nongkrong di tempat eksklusif
- Membeli hadiah mewah
- Menggelar pernikahan yang glamor
- Lifestyle yang terlihat high class.
BACA JUGA: OJK Dorong Gen-Z Agar Melirik Asuransi
Gen Z Ternyata Banyak yang Financial Flexing Demi Percintaan

Dilansir dari Reader’s Digest, survei terbaru dari Credit One Bank menemukan bahwa ternyata lebih dari separuh Gen Z (54%) pernah pura-pura kaya atau sukses demi menarik perhatian pasangan potensial.
Apalagi, sekarang sedang era dating online, jadi citra finansial yang mapan dianggap penting untuk menarik perhatian di aplikasi kencan.
Selain itu, banyak anak muda merasa harus terlihat sukses agar dianggap menarik.
BACA JUGA: Sudah Kerja Keras Tiap Hari, Kenapa Tabungan Tetap Nol? Ini Alasannya
Survei terhadap 1.000 Gen Z dan milenial di AS menemukan bahwa ternyata hampir 50% pria rela berutang demi biaya kencan, lebih dari 50% responden menganggap skor kredit yang tinggi membuat seseorang jadi terkesan menarik, dan banyak orang melebih-lebihkan penghasilan atau kondisi finansial saat PDKT.
Bentuk Financial Flexing yang Kerap Dilakukan Gen Z

Menurut para ahli, kebiasaan financial flexing Gen Z biasanya muncul dalam bentuk:
- Makan fancy untuk konten
- Membawa atau memakai barang branded
- Menggunakan skincare mahal
- Liburan mewah
- Ikut hadir di festival musik
- Outfit mahal
- Hadiah ulang tahun atau hari raya yang berlebihan
Masalahnya, semua itu sering terasa ‘normal’ saat dilakukan. Padahal tagihan dan utangnya baru terasa belakangan.
Padahal financial flexing juga bisa berbahaya apalagi jika semua gaya hidup mewah ini dibiayai dengan utang, mengorbankan tabungan, memaksa melakukan pengeluaran lebih banyak demi validasi eksternal, dan terus mengejar pengakuan online.
BACA JUGA: 7 Pekerjaan yang Gajinya Naik Gara-gara Transisi Energi, Tertarik Switch Career?
Itu tadi penjelasan soal kebiasaan financial flexing yang ternyata kerap dilakukan oleh Gen Z. Apakah kamu juga ikut melakukannya?
