Home Ekonomi & Pariwisata Wagub: Pertama Kali ...

Wagub: Pertama Kali Pertumbuhan Ekonomi Bali Minus 10,98 Persen

redaksi - Minggu, 30 Agustus 2020 pukul 08.25
Cok Ace menyebut, kontraksi yang cukup berat ini disebabkan oleh terpuruknya sektor pariwisata yang selama ini menjadi lokomotif perekonomian Daerah Bali. Cok Ace menyebut, kontraksi yang cukup berat ini disebabkan oleh terpuruknya sektor pariwisata yang selama ini menjadi lokomotif perekonomian Daerah Bali. (sumber: istimewa)

Denpasar - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Bali yang menyentuh minus 10,98 persen menjadi keprihatinannya lantaran hal itu merupakan pertama kalinya dalam sejarah pertumbuhan ekonomi di Pulau Dewata.

Menurut pria yang kini juga akrab disapa Profesor Wagub ini kembali menyampaikan keprihatinan atas situasi perekonomian Bali saat ini Pertama kalinya dalam sejarah Bali, pertumbuhan ekonomi menyentuh minus 10,98 persen pada triwulan II Tahun 2020.

Selain itu, Bali juga mengalami deflasi karena rendahnya daya beli masyarakat.

“Kita mengalami kelebihan pasokan karena hasil produksi tidak terserap,” tuturnya dalam sambutan singkatnya saat membuka kegiatan donor darah yang dirangkai dengan pasar murah bertajuk ‘Synergy for Humanity’ di Lapangan Parkir Timur Kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Niti Mandala Denpasar, Sabtu (29/8/2020).
 
Cok Ace menyebut, kontraksi yang cukup berat ini disebabkan oleh terpuruknya sektor pariwisata yang selama ini menjadi lokomotif perekonomian Daerah Bali.

Untuk itu, ia mengajak seluruh stakeholder bergandengan tangan agar Bali bisa melewati masa-masa sulit. Ia menilai, kegiatan pasar murah yang dilaksanakan kali ini adalah langkah cerdas di tengah situasi sulit.

Kendati transaksi yang terjadi tidak dalam jumlah besar, minimal bisa memperpendek mata rantai antara produsen dan konsumen. “Saya kira itu sangat membantu,” imbuhnya.
 
Sementara itu, Ketua Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) Bali Ketut Dharma Siadja selaku ketua panitia menyampaikan bahwa kegiatan merupakan wujud kepedulian beberapa asosiasi terhadap kondisi yang saat ini dihadapi masyarakat.

Dengan kata lain, ia ingin menunjukkan bahwa para pengusaha yang bergerak dalam berbagai bidang usaha tidak semata berorientasi keuntungan. Walaupun kecil, ia berharap sumbangsih ini memberi manfaat bagi masyarakat. Selain ASEPHI, ada empat asosiasi lain yang ikut andil menyukseskan kegiatan ini yaitu Indo Pajero Community (IPC) Bali, HIPMI Peduli Bali, Bali Golf dan Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI).

Untuk menarik minat masyarakat mengikuti donor darah, pihak panitia memberi bingkisan sembako bagi 100 pendonor. Kegiatan donor darah dan pasar murah dihadiri pula oleh Ketua PMI Bali IGB Alit Putra, Kepala Ombudsman RI (ORI) perwakilan Bali, Umar Ibnu Alkhatab dan Kepala BI Perwakilan Bali Trisno Nugroho.