Unik! Inilah 5 Kebiasaan Belanja Baru yang Terbentuk karena QRIS

Unik! Inilah 5 Kebiasaan Belanja Baru yang Terbentuk karena QRIS (Freepik.com/lifestylememory)

JAKARTA – Perkembangan pembayaran digital telah mengubah cara masyarakat bertransaksi, mulai dari berbelanja online hingga memenuhi kebutuhan sehari-hari. Salah satu inovasi yang mendorong transformasi tersebut adalah QRIS, sistem pembayaran berbasis QR Code yang kini dimanfaatkan oleh jutaan pengguna di Indonesia.

Jika sebelumnya masyarakat lebih banyak mengandalkan uang tunai atau transfer bank secara manual, kini proses pembayaran menjadi jauh lebih praktis. Pengguna hanya perlu membuka aplikasi mobile banking atau dompet digital, kemudian memindai QR Code untuk menyelesaikan transaksi dalam hitungan detik.

Perubahan ini tidak hanya memengaruhi cara membayar, tetapi juga mengubah kebiasaan belanja masyarakat secara keseluruhan.

BACA JUGA: Usai Sanksi BEI, KAI Akhirnya Rombak Total Direksi dan Komisaris

1. Tidak Perlu Lagi Membawa Banyak Uang Tunai

Biasanya dulu, banyak orang sengaja menarik uang tunai sebelum pergi ke pusat perbelanjaan, pasar, atau tempat makan.

Sekarang, kebiasaan tersebut mulai berkurang karena semakin banyak merchant yang menerima pembayaran QRIS. Cukup membawa smartphone, transaksi sudah bisa dilakukan tanpa perlu repot mencari uang pas atau menunggu kembalian.

Bagi sebagian orang, cara ini juga terasa lebih praktis karena seluruh transaksi tercatat secara digital.

2. Belanja Jadi Lebih Cepat dan Praktis

Salah satu alasan QRIS semakin populer adalah kemudahannya.

Pelanggan hanya perlu:

- Membuka aplikasi pembayaran

- Memindai QR Code merchant

- Memasukkan nominal (jika diperlukan)

- Mengonfirmasi pembayaran

Proses tersebut biasanya hanya memerlukan beberapa detik.

Karena lebih praktis, banyak orang mulai terbiasa menggunakan pembayaran digital untuk kebutuhan sehari-hari seperti membeli kopi, makan siang, hingga berbelanja kebutuhan rumah tangga.

3. Lebih Sering Memanfaatkan Promo Digital

Perubahan lain terlihat dari semakin tingginya minat masyarakat terhadap promo digital.

Banyak merchant maupun penyedia layanan pembayaran menawarkan:

- Cashback

- Diskon transaksi

- Voucher belanja

- Promo QRIS

Akibatnya, konsumen menjadi lebih aktif mencari informasi promo sebelum bertransaksi.

Fenomena ini juga ikut mengubah kebiasaan belanja online maupun offline karena banyak orang kini lebih mempertimbangkan promo yang tersedia sebelum melakukan pembayaran.

4. Lebih Mudah Memantau Pengeluaran

Saat menggunakan uang tunai, sebagian orang sering lupa berapa banyak uang yang sudah dikeluarkan dalam sehari.

Berbeda dengan transaksi digital yang biasanya langsung tercatat dalam riwayat transaksi aplikasi.

Dengan adanya catatan transaksi tersebut, pengguna dapat:

- Memantau pengeluaran harian

- Mengevaluasi kebiasaan belanja

- Membuat anggaran lebih mudah

- Mengontrol pengeluaran yang tidak perlu

Karena itu, pembayaran digital sering membantu masyarakat lebih sadar terhadap kondisi keuangannya.

5. Belanja Online dan Offline Semakin Terhubung

Dulu, transaksi online dan offline terasa seperti dua dunia yang berbeda.

Saat ini, banyak konsumen menggunakan aplikasi yang sama untuk:

- Belanja online

- Membayar di restoran

- Berbelanja di minimarket

- Membayar kebutuhan sehari-hari melalui QRIS

Kemudahan tersebut membuat pengalaman berbelanja menjadi lebih terintegrasi dan efisien.

Tidak heran jika penggunaan QRIS terus meningkat di berbagai sektor usaha, mulai dari UMKM hingga merchant besar.

QRIS Membuat Transaksi Sehari-hari Semakin Praktis

Perkembangan pembayaran digital tidak hanya mengubah cara membayar, tetapi juga membentuk kebiasaan baru dalam mengelola transaksi sehari-hari. Mulai dari mengurangi penggunaan uang tunai, memanfaatkan promo digital, hingga memantau pengeluaran secara lebih mudah.

Tulisan ini telah tayang di jogjaaja.com oleh Tyo S pada 30 Jun 2026 

Editor: Redaksi

Related Stories