Tolak Pembatasan, Pencinta Sastra Bali Ambil Ruang Virtual Ekspresikan Diri saat PPKM Darurat

Tangkapan layar pembacaan puisi Bali modern "Arak" oleh Putu Supartika. (sumber: Balinesia.id)

Denpasar, Balinesia.id – Sastrawan dan pencinta sastra Bali modern merespons PPKM Darurat dengan cara berbeda. Memanfaatkan ruang media sosial, mereka menggelar acara apresiasi puisi sastra Bali modern.

Inisiator gerakan, Putu Supartika, mengatakan gerakan bertajuk “Pesta Puisi Masyarakat Darurat” itu murni muncul dari bawah. Ide dasarnya berupaya mengatakan ke dunia luas bahwa segala pembatasan yang disertakan PPKM Darurat tidak boleh membatasi kreativitas.

“Intinya kita ingin mengisi waktu selama PPKM Darurat ini digelar. Gerakan ini juga ingin menyuarakan aspirasi ekspresi kami tentang PPKM Darurat, apalagi akan diperpanjang,” katanya, Sabtu (17/7/2021).

Biasanya sastra memang diekspresikan dalam ruang tatap muka yang ekspresif, Namun, dalam kondisi seperti saat ini pilihan mengambil ruang di dunia virtual menjadi alternatif yang bisa dimanfaatkan agar aman.

“Kami memilih tetap berekspresi, walaupun ruang di dunia nyata sudah tidak ada karena tidak boleh beramai-ramai. Dan, kami kira media sosial itu tetap dapat kita gunakan sebagai panggung berekspresi. Spiritnya, meski tanpa modal, tapi tetap bisa berkreasi dan bersastra,” katanya berharap pandemic cepat berlalu.

Selama digelar, hajatan membaca puisi sastra Bali modern itu pun direspons baik oleh masyarakat, utamanya milenial Bali. jpd

Jero P. Ariana

Jero P. Ariana

Lihat semua artikel

Most Popular








Related Stories