Strategi Kelola THR dengan Prinsip 3S Agar Tidak Cepat Ludes!

Strategi Kelola THR dengan Prinsip 3S Agar Tidak Cepat Ludes! (Bank Mega)

JAKARTA – Lonjakan pengeluaran menjelang Hari Raya Idulfitri kerap menjadi ujian bagi kondisi keuangan banyak orang. Jika tidak dikelola dengan cermat, Tunjangan Hari Raya (THR) yang diterima bisa cepat terkuras tanpa menyisakan dana untuk kebutuhan setelah Lebaran.

Dosen Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB University, Dr. Istiqlaliyah Muflikhati, mengingatkan bahwa kedisiplinan dalam mengatur keuangan sangat penting agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam perilaku konsumtif yang bersifat spontan.

Menurutnya, langkah paling mendasar yang perlu dilakukan adalah menyusun anggaran berdasarkan urutan prioritas. Ia juga menyarankan agar kebutuhan utama dipenuhi lebih dulu sebelum mengalokasikan dana untuk keinginan yang sifatnya sekunder.

"Urutkan mulai dari yang utama (primer) sampai yang kurang penting. Contohnya, zakat fitrah, zakat mal, transportasi mudik, hingga THR untuk keluarga dan kue lebaran," jelasnya, dikutip Minggu 15 Maret 2026.

Setelah kewajiban dan kebutuhan pokok terpenuhi, barulah masyarakat bisa mengalokasikan dana untuk kebutuhan sekunder seperti baju baru, dekorasi rumah, atau rekreasi. Namun, ia memberikan catatan tegas: Hindari utang demi gaya hidup saat Lebaran.

Prinsip 3S dalam Mengelola THR

Agar THR tidak hanya "numpang lewat", Istiqlaliyah memperkenalkan prinsip 3S sebagai panduan alokasi dana:

  1. Spending (Konsumsi): Belanja kebutuhan sesuai daftar yang telah disusun.
  2. Saving (Menabung): Menyisihkan sebagian dana untuk tabungan atau dana darurat pasca-Lebaran.
  3. Sharing (Berbagi): Alokasi untuk infak, sedekah, dan berbagi kepada sesama.

"Gunakan THR untuk menambah anggaran belanja yang sudah direncanakan, bukan dihabiskan seluruhnya secara spontan," tambahnya.

Belanja daring (e-commerce) sering menjadi pemicu utama pengeluaran impulsif. Untuk menekan hal tersebut, Istiqlaliyah membagikan tips praktis:

  • Batasi Scrolling: Mengurangi durasi melihat-lihat barang di aplikasi belanja tanpa rencana jelas.
  • Metode Pembayaran Terukur: Gunakan pembayaran nontunai dengan saldo yang dibatasi.
  • Tunda Pembayaran: Jika ingin membeli barang di luar daftar, tunda keputusan hingga keesokan hari untuk memastikan apakah itu kebutuhan atau sekadar keinginan sesaat.
  • Cek Kondisi Emosional: Hindari belanja saat sedang lapar atau stres, karena kondisi emosi yang tidak stabil cenderung membuat orang lebih boros.

Ia juga mengingatkan agar konsumen tidak mudah tergiur promo atau diskon. "Dahulukan memenuhi kebutuhan, bukan keinginan," tegasnya.

Sebagai penutup, ia mengingatkan bahwa kehidupan masih terus berjalan setelah euforia Lebaran berakhir. Disiplin finansial saat ini adalah kunci agar arus kas tidak berdarah-darah di bulan berikutnya.

"Sisihkan dana untuk pasca-Lebaran. Jangan sampai setelah Lebaran bingung karena tidak ada simpanan," pungkasnya.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Ananda Astri Dianka pada 15 Mar 2026 

Editor: Redaksi

Related Stories