RS Swasta di Denpasar Komitmen Tambah Ruang Perawatan

RS Wangaya dan RS Swasta di Kota Denpasar komitmen menambah ruang perawatan untuk mempercepat penanganan Covid-19 (sumber: istimewa)

Denpasar, Balinesia.id—Pemkot Denpasar mengklaim RS Wangaya dan rumah sakit swasta di Kota Denpasar berkomitmen menambah ruang perawatan pasien Covid 19 minimal 40 persen dari jumlah ruang perawatan.

Komitmen itu disampaikan saat bertatap muka dengan Wali Kota Denpasar  IGN Jaya Negara beserta jajarannya di Pemkot Denpasar. Jaya Negara mengungkapkan semua pengelola rumah sakit swasta yang hadir menyatakan siap untuk menambah dan memaksimalkan ruang isolasi untuk perawatan pasien covid 19.

Menurutnya komitmen tersebut adalah salah satu cara untuk memastikan ketersediaan ruang isolasi bagi penanganan pasien Covid-19. 

“Salah satu caranya sesuai juga dengan arahan Presiden Joko Widodo dan Surat Edaran Kementerian Kesehatan RI adalah menambah jumlah ketersedian ruang isolasi pasien covid-19 agar  BOR atau angka yang menunjukkan persentase penggunaan tempat tidur di unit rawat inap menurun,” jelasnya Kamis (22/7/2021).

Dirut  RS Wangaya AA. Gde Widiasa mengatakan sesuai arahan Walikota Denpasar untuk segera menambah bed  lagi sebanyak 50 tempat tidur sehingga nantinya total menjadi 123 tempat tidur atau sekitar 70 persen dari total jumlah bed di RS Wangaya. 

"Ini sesuai arahan Bapak Walikota untuk menambah ruang isolasi dan bed bagi bagi pasien Covid 19, sehingga nantinya penanganan pasien Covid 19 lebih dipotimalkan," kata Widiasa.

Dari pertemuan ini kata Jaya Negara rata rata Rumah Sakit mengalami kesulitan dalam pasokan oksigen. Terkait kondisi ini Jaya Negara mengatakan sudah berkoordinasi dengan Gubernur Bali atas arahan Menko Marves bahwa suplai oksigen akan diupayakan mendatangkan dari Sulawesi.

Sementara berdasarkan laporan, suplai oksigen di RS Wangaya saat ini  aman sampai tiga hari kedepan. Sementara di RS Balimed aman hingga 14 hari kedepan. “Pemerintah Kota Denpasar juga intens berbagi informasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Bali terkait ketersediaan oksigen,” jelasnya.

Most Popular








Related Stories