Menguak Dampak Ekonomi Saat QRIS Dipakai di Banyak Negara

Menguak Dampak Ekonomi Saat QRIS Dipakai di Banyak Negara (freepik)

JAKARTA – Sistem pembayaran digital Indonesia, QRIS, kini resmi bisa digunakan di Korea Selatan mulai 1 April 2026. Kehadiran ini menjadi langkah penting dalam menghubungkan sistem pembayaran antarnegara sekaligus membuka peluang baru bagi pelaku ekonomi, terutama UMKM dan sektor pariwisata.

Kebijakan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Bank Indonesia dan Bank of Korea, yang telah membangun konektivitas pembayaran secara bertahap sejak 2024 hingga akhirnya diterapkan secara penuh pada 2026.

Dengan QRIS, wisatawan Indonesia kini bisa bertransaksi di Korea Selatan hanya dengan memindai kode QR menggunakan aplikasi pembayaran domestik. Nominal transaksi langsung dikonversi ke won, sehingga lebih praktis dan efisien tanpa perlu menukar uang terlebih dahulu.

Bagaimana QRIS Sampai ke Korsel?

  • Juli 2024: Kesepakatan BI dan Bank of Korea
  • September 2024: Kerangka transaksi mata uang lokal
  • Oktober 2025: Uji coba di merchant Korea
  • April 2026: Implementasi penuh

Proses integrasi ini tidak instan. Dimulai dari kerja sama antarbank sentral, kemudian dilanjutkan dengan pengujian sistem hingga akhirnya siap digunakan secara luas. Ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam membangun sistem pembayaran global yang terintegrasi.

Cara Menggunakan QRIS di Korea Selatan

  • Buka aplikasi pembayaran
  • Pilih fitur QRIS / scan QR
  • Masukkan nominal dalam won
  • Konfirmasi dan masukkan PIN

Capaian QRIS Antarnegara

  • Thailand: 1,64 juta transaksi (Rp656,27 miliar)
  • Malaysia: 10,66 juta transaksi (Rp2,75 triliun)
  • Singapura: 554.510 transaksi (Rp179,28 miliar)
  • Jepang: 5.088 transaksi (Rp428,80 juta)
  • Korea Selatan: mulai April 2026

Ekspansi QRIS ke berbagai negara menunjukkan adopsi yang terus meningkat. Malaysia menjadi pasar terbesar sejauh ini, sementara Jepang dan Korea Selatan menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan di Asia Timur.

“Terhubungnya pembayaran QR antarnegara tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga membuka peluang baru bagi dunia usaha, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.” ungkap Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dalam pernyataan resminya dikutip Senin, 6 April 2026.

Dampaknya untuk Ekonomi Indonesia

1. Mendorong UMKM Go Global

  • UMKM bisa menerima pembayaran dari luar negeri
  • Akses pasar internasional semakin terbuka

Dengan QRIS lintas negara, pelaku UMKM Indonesia berpotensi menjangkau konsumen global tanpa perlu infrastruktur pembayaran internasional yang kompleks. Ini membuka peluang ekspor berbasis ritel dan pariwisata.

2. Meningkatkan Devisa dari Pariwisata

  • Wisatawan Indonesia lebih mudah belanja di luar negeri
  • Transaksi tercatat dalam sistem keuangan resmi

Kemudahan transaksi akan meningkatkan aktivitas belanja wisatawan. Di sisi lain, sistem ini juga memperkuat pencatatan transaksi lintas negara, yang berdampak pada pengelolaan devisa dan stabilitas sistem keuangan.

3. Memperkuat Kedaulatan Sistem Pembayaran

  • Mengurangi ketergantungan pada sistem global
  • Memperkuat posisi Indonesia di ekonomi digital

QRIS menjadi simbol kemandirian sistem pembayaran nasional. Dengan ekspansi internasional, Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pemain dalam ekosistem pembayaran global.

4. Mendorong Ekonomi Digital Inklusif

  • Akses transaksi lebih luas
  • Pelibatan UMKM dalam ekosistem global

Integrasi ini membuka peluang bagi pelaku usaha kecil untuk masuk ke ekonomi digital global. Tidak hanya perusahaan besar, UMKM juga bisa ikut merasakan manfaat globalisasi ekonomi.

Ekspansi QRIS ke Korea Selatan bukan hanya soal kemudahan transaksi, tetapi juga strategi besar Indonesia dalam memperluas pengaruh di ekonomi digital global.

  • Bagi Anda: transaksi jadi lebih praktis
  • Bagi UMKM: peluang pasar makin luas
  • Bagi negara: ekonomi digital makin kuat

Intinya, QRIS bukan sekadar alat bayar, tapi pintu masuk Indonesia ke sistem ekonomi global yang lebih inklusif.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Muhammad Imam Hatami pada 07 Apr 2026 

Editor: Redaksi

Related Stories