Golden Jadi Lagu K-Pop Pertama Menang Grammy, Cetak Sejarah!

Golden Jadi Lagu K-Pop Pertama Menang Grammy, Cetak Sejarah! (null)

JAKARTA – Lagu “Golden”, yang menjadi bagian dari soundtrack animasi populer Netflix KPop Demon Hunters, sukses menyabet penghargaan Best Song Written for Visual Media di Grammy Awards ke-68. Kemenangan ini sekaligus menorehkan pencapaian bersejarah bagi industri K-pop.

Penghargaan tersebut diumumkan dalam acara premiere ceremony yang berlangsung di Crypto.com Arena, Los Angeles, pada Minggu, 1 Februari 2026 waktu setempat. Meski sebelumnya teknisi rekaman asal Korea Selatan Hwang Byeong-joon dan artis Korea-Amerika Yungin pernah meraih Grammy, lagu Golden menjadi karya pertama dari produser atau penulis lagu K-pop yang berhasil memenangkan kategori ini.

Mengutip The Korea Times, deretan penulis lagu Ejae, Teddy, 24, dan IDIO—yang terdiri dari Lee Yoo Han, Kwak Jung Kyu, dan Nam Hee Dong, resmi dinyatakan sebagai pemenang atas lagu tersebut.

Setelah meraih kemenangan tersebut, produser sekaligus komposer 24 mempersembahkan penghargaan itu kepada Teddy, yang tidak dapat hadir dalam acara. Ia menyebut bahwa proses kreatif lagu tersebut sangat dipengaruhi oleh Teddy, yang ia gambarkan sebagai mentor terbesarnya, sahabat terdekatnya, sekaligus pelopor musik K-pop.

Lagu Golden, yang meraih pengakuan global setelah kesuksesan besar film tersebut, mencetak sejarah dengan menjadi lagu K-pop pertama yang secara bersamaan menduduki puncak tangga lagu Billboard Hot 100 dan UK Official Singles Chart. Kemenangan Grammy-nya mengukuhkan posisinya sebagai salah satu lagu K-pop crossover paling berpengaruh hingga saat ini.

Dibawakan oleh artis Korea-Amerika Ejae, Audrey Nuna, dan Rei Ami sebagai grup fiksi Huntr/x dalam film, lagu Golden menjelma menjadi fenomena global dengan menduduki posisi puncak Billboard Hot 100 serta Official Singles Chart Top 100 di Inggris.

Media Hollywood Variety melaporkan, Golden, OST dari KPop Demon Hunters, menjadi lagu K-pop pertama yang memenangkan Grammy. Kemudian, Variety mengutip lirik bagian chorus Golden, “It’s our moment,” yang menyatakan bahwa KPop Demon Hunters terus memiliki momen-momen terbaiknya.

Diproduksi oleh Sony Pictures Animation, film KPop Demon Hunters mengisahkan tiga anggota grup yang menjalani kehidupan ganda, meniti karier sebagai musisi sekaligus bertugas sebagai pejuang yang melindungi dunia dari ancaman roh jahat, seperti penguasa iblis Gwi-Ma dan Saja Boys yang mencuri jiwa.

Ejae, Penyanyi dan Pencipta Lagu “Golden” KPop Demon Hunters. (Tangkap Layar Instagram @ejae_k)

Sementara itu, di kategori bergengsi lainnya, Best Pop Duo/Group Performance dimenangkan oleh Cynthia Erivo dan Ariana Grande lewat lagu “Defying Gravity” dari soundtrack film Wicked, mengalahkan nominasi lain seperti Rosé BLACKPINK dengan “APT.” serta Katseye dengan “Gabriela.”

Dilansir dari KbiZoom, ada pun, Rosé meraih nominasi dalam tiga kategori utama dengan “APT.” hasil kolaborasinya dengan bintang pop global Bruno Mars. Lagu tersebut masuk dalam daftar nominasi Song of the Year, Record of the Year, dan Best Pop Duo/Group Performance.

Menariknya, Rosé juga dijadwalkan tampil di panggung Grammy, menjadikannya solois K-pop pertama yang tampil sejak BTS. Hal ini semakin menegaskan pengaruh dan eksistensinya yang kian kuat di kancah musik global.

Sementara, KATSEYE memperoleh nominasi dalam dua kategori, yaitu Best New Artist serta Best Pop Duo/Group Performance. Baik Rosé maupun KATSEYE dijadwalkan tampil dalam acara tersebut, menandai semakin besarnya kehadiran K-pop, tidak hanya sebagai nominasi, tetapi juga sebagai pengisi panggung utama.

Di sisi lain, musikal orisinal Korea Maybe Happy Ending turut mendapatkan pengakuan dengan masuk dalam nominasi Best Musical Theater Album.

Didirikan pada tahun 1959 oleh Recording Academy, Grammy Awards dikenal karena memprioritaskan nilai artistik musik di atas pencapaian komersial, sehingga nominasi pun merupakan suatu kehormatan yang signifikan. Hingga saat ini, penerima Grammy asal Korea antara lain sopran Sumi Jo pada 1993 serta insinyur rekaman Hwang Byung Joon pada 2012 dan 2016.

Dalam genre K-pop, BTS dinominasikan untuk Best Pop Duo/Group Performance selama tiga tahun berturut-turut, mulai dari Grammy Awards ke-63 hingga ke-65. Sementara itu, lagu Gangnam Style milik PSY memperoleh nominasi Best Music Video pada 2012, yang menjadi momen pertama K-pop berhadapan langsung dengan ajang Grammy.

Meski demikian, belum ada artis K-pop yang berhasil membawa pulang piala Grammy Awards.

Oleh karena itu, Grammy telah lama dipandang sebagai penghalang terakhir dan paling sulit ditaklukkan bagi K-pop. Namun, tahun ini, para pengamat industri mencatat adanya perubahan suasana. “APT.” karya Rosé dan Bruno Mars telah membuktikan popularitas dan dampak budayanya di tangga lagu global.

Sementara Golden telah memicu reaksi yang hampir seperti sindrom di luar negeri, sehingga meningkatkan ekspektasi lebih tinggi lagi.

Jika seorang artis K-pop berhasil meraih kemenangan di ajang penghargaan tahun ini, itu akan melampaui pencapaian individu dan menjadi tonggak sejarah kemenangan Grammy pertama untuk K-pop. Seiring meningkatnya antisipasi, penggemar musik di seluruh dunia mengarahkan pandangan mereka ke Los Angeles untuk melihat apakah K-pop akhirnya dapat menembus tembok Grammy.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Distika Safara Setianda pada 02 Feb 2026 

Editor: Redaksi

Related Stories