Feature
Ciri-ciri Orang Sukses di Usia Muda, Kamu Sudah Punya?
JAKARTA – Makna sukses di usia muda kini terasa semakin bergeser dibanding beberapa tahun lalu. Jika dulu kesuksesan sering diukur dari posisi pekerjaan, besarnya penghasilan, atau gaya hidup glamor yang terlihat di media sosial, sekarang banyak orang mulai memaknainya lewat hal-hal yang lebih sederhana dan dekat dengan keseharian.
Bagi sebagian orang, merasa lebih tenang menjalani hidup sudah menjadi bentuk pencapaian. Ada pula yang merasa berhasil karena mampu memiliki dana darurat sendiri, sementara lainnya mulai merasa lebih aman ketika gaji bulanan tidak lagi habis sebelum akhir bulan tiba.
Perubahan cara pandang ini semakin terlihat sejak pandemi dan di tengah kondisi ekonomi yang terus berubah. Banyak anak muda mulai menyadari bahwa hidup bukan soal berlomba tampak paling unggul di hadapan orang lain. Menariknya, definisi dan tanda-tanda sukses di usia muda pun ikut mengalami perubahan.
BACA JUGA: El Nino Bisa Ancam Isi Dompetmu, Harga Beras Bisa Melonjak Tajam!
Punya Tujuan Finansial yang Jelas
Salah satu ciri yang cukup sering terlihat adalah mereka tahu uangnya mau dipakai untuk apa.
Bukan berarti semua orang harus langsung punya rumah atau kendaraan di usia 20-an. Namun, banyak anak muda yang mulai punya target finansial sederhana dan realistis.
Contohnya seperti:
- Mengumpulkan dana darurat
- Menyiapkan tabungan liburan
- Mulai investasi
- Membantu orang tua
- Menabung untuk pendidikan lanjutan
Tujuan kecil seperti ini justru membantu kondisi keuangan terasa lebih stabil dibanding hidup tanpa arah yang jelas.
Orang yang punya tujuan finansial biasanya juga lebih sadar saat mengatur pengeluaran. Mereka tetap menikmati hidup, tetapi tidak terlalu mudah tergoda mengikuti semua tren yang lewat di media sosial.
Tidak Takut Belajar Hal Baru
Perkembangan dunia kerja sekarang berubah sangat cepat. Skill yang relevan hari ini bisa saja berubah beberapa tahun ke depan.
Karena itu, banyak anak muda yang berkembang lebih cepat biasanya punya rasa ingin tahu yang tinggi. Mereka terbiasa belajar hal baru, baik untuk karier maupun kehidupan pribadi.
Ada yang mulai ikut kelas online setelah pulang kerja. Ada yang belajar public speaking, desain, editing video, sampai literasi finansial lewat konten digital.
Kemampuan untuk terus belajar sering jadi pembeda besar dalam jangka panjang.
Bukan soal siapa yang paling pintar sejak awal, tetapi siapa yang mau terus berkembang.
Mulai Bisa Mengatur Gaya Hidup
Di usia muda, godaan pengeluaran memang cukup besar. Nongkrong, belanja online, konser, traveling, sampai tren media sosial sering membuat uang keluar tanpa terasa.
Namun, banyak orang yang kondisi finansialnya lebih sehat justru mulai belajar membedakan kebutuhan dan keinginan.
Mereka tetap menikmati hidup, tetapi lebih sadar menentukan prioritas.
Misalnya:
- Mulai membatasi impulsive buying
- Memasak sendiri lebih sering
- Menggunakan promo dengan bijak
- Memilih hiburan yang sesuai kemampuan finansial
Kesadaran seperti ini sering terlihat sederhana, padahal dampaknya cukup besar untuk kondisi keuangan jangka panjang.
Punya Kebiasaan Menabung dan Investasi
Tidak sedikit anak muda yang sekarang mulai menyisihkan uang sejak awal menerima penghasilan.
Nominalnya memang berbeda-beda. Ada yang mulai dari puluhan ribu rupiah, ada juga yang lebih besar. Namun, kebiasaan menyisihkan uang secara rutin sering menjadi fondasi finansial yang penting.
Selain menabung, sebagian orang juga mulai mengenal instrumen investasi sesuai profil risiko masing-masing.
Beberapa pilihan yang cukup sering dipelajari anak muda saat ini antara lain:
- Reksa dana
- Deposito
- Emas
- Tabungan terpisah untuk tujuan tertentu
Kesadaran untuk mempersiapkan kondisi finansial jangka panjang mulai dianggap sama pentingnya dengan mengejar karier.
Bisa Menjaga Keseimbangan Hidup
Belakangan, semakin banyak anak muda yang menyadari pentingnya menjaga keseimbangan hidup.
Bekerja keras tetap penting, tetapi kesehatan mental, waktu istirahat, dan hubungan sosial juga mulai dianggap bagian dari kesuksesan.
Karena itu, banyak orang mulai mencoba:
- Mengurangi burnout
- Mengatur waktu kerja
- Membatasi distraksi digital
- Mencari aktivitas yang membuat pikiran lebih tenang
Sukses tidak selalu berarti harus sibuk setiap saat.
Kadang, bisa hidup dengan lebih stabil secara mental dan finansial justru menjadi pencapaian yang cukup besar.
Tulisan ini telah tayang di jogjaaja.com oleh Tyo S pada 21 May 2026
