Biayai Infrastruktur dan Peningkatan Faskes, Klungkung 'Ngutang' Rp114 Miliar ke Pusat

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta memimpin rapat koordinasi diantaranya dihadiri, Sekda Klungkung, I Gede Putu Winastra, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Klungkung, I Dewa Putu Griawan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang. (sumber: Humas Pemkab Klungkung)

Klungkung - Pemerintah Kabupaten Klungkung mengajukan pinjaman dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ke pemerintah pusat sebesar Rp114 miliar lebih.

Dana sebesar itu nantinya untuk membiayai sejumlah mega proyek peningkatan layanan air minum, peningkatan infrastruktur jalan dan peningkatan layanan fasilitas kesehatan

Sekda Klungkung, I  Gede Putu Winastra menyampaikan Pemkab Klungkung melakukan peminjaman dibidang air minum dan Infrastruktur adalah untuk mencukupi kebutuhan wisatawan dan masyarakat terkait air minum di Kecamatan Nusa Penida dan memberikan kenyamanan bagi para wisatawan ketika berkunjung ke Nusa Penida.

Diketahui Kecamatan Nusa Penida berfungsi sebagai titik ungkit pendapatan daerah Kabupaten Klungkung.

Sedangkan peminjaman di bidang pelayanan rumah sakit, dilakukan karena untuk memaksimalkan dalam hal memberikan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Klungkung.

Perwakilan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Republik Indonesia Dedy Hermawan menyampaikan mendukung upaya yang dilakukan oleh Pemkab dalam rangka mensejahterakan masyarakatnya.

Instansi diingatkan dapat berkoordinasi untuk segera melakukan review terkait Penggunaan Dana PEN ini, dan mengharapkan Pembangunan maupun perbaikan infratruktur dengan menggunakan dana PEN dapat diselesaikan pada akhir tahun 2021.

Perwakilan PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI), Erdian Dharmaputra mengharapkan agar Tim Teknis Pemkab Klungkung dapat berkoordinasi dengan pihak terkait agar proyek infrastruktur dengan menggunakan dana PEN dapat selesai pada Akhir tahun 2021.

Dalam rangka mematangkan rencana peminjaman dana PEN tersebut Pemkab Klungkung menggelar rapat koordinasi secara daring dengan PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebagai salah satu Special Mission Vehicles (SMV) di bawah Kementerian Keuangan yang bergerak di bidang pembiayaan dan penyiapan proyek infrastruktur dari ruang rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung, Rabu (21/7/2021).

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta memimpin rapat diantaranya dihadiri, Sekda Klungkung, I Gede Putu Winastra, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Klungkung, I Dewa Putu Griawan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang.

Bupati Suwirta berharap rapat koordinasi memperlancar proses pembangunan infrastruktur di Kabupaten Klungkung dalam rangka mensejahterakan masyarakat Klungkung.

Dia mengajak instansi terkait agar perhatian dan kesempatan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat ke Kabupaten Klungkung jangan sampai disia-siakan, mari berproses untuk menjadikan Klungkung Unggul dan Sejahtera.

Proyek Infrastruktur yang diajukan Pemkab Klungkung dalam menggunakan Dana PEN antara lain, Pertama, Peningkatan SPAM Mata Air Nusa Penida dengan total pinjaman Rp. 45.476.373.000,00, yang mencakup pelayanan pada 6 Desa yakni, Desa Sakti, Kampung Toya Pakeh, Ped, Kutampi Kaler, Batununggul, dan Suana. Kedua, Peningkatan Jalan  dengan total Pinjaman Rp. 23.154.750.000,00, yang mencakup Jalan Penangkidan-pasih Uug, Jalan Mentigi-Gria Tengah, Jalan Batukandik-Guyangan, Jalan Behu-Bunga Mekar, dan Jalan Kutapang-Maos.

Ketiga, Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/Kota dengan nilai Proyek 46.000.000.000,00, yang mencakup Rehabilitasi dan Pemeliharaan Rumah Sakit, pengadaan prasarana dan pendukung fasilitas pelayanan kesehatan dan Pengadaan Alat Kesehatan/Alat Penunjang medis fasilitas pelayanan Kesehatan. (roh)

Most Popular








Related Stories