Feature
5 Hal yang Harus Anda Lakukan Saat Reksadana Saham Fluktuatif
JAKARTA — Semua orang tentu ingin mendapatkan keuntungan saat berinvestasi, termasuk investasi di reksadana saham. Namun, reksadana saham memiliki karakteristik tersendiri yaitu perbandingan risiko dan keuntungannya sama-sama tinggi.
Seperti yang dilansir dari DBS, ketika permintaan tinggi, harga saham yang membentuk portofolio reksadana saham akan meningkat. Sedangkan saat penawaran tinggi, harga saham akan menurun.
Tidak hanya itu, fundamental perusahaan serta kebijakan baik dari perusahaan atau pemerintah juga turut memengaruhi naik turunnya reksa dana saham sehingga investor harus cermat saat ingin berinvestasi di instrumen investasi tersebut.
BACA JUGA: Menguak Peran Penting Selat Hormuz untuk Akses Internet hingga Fintech
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apa saja yang harus Anda lakukan saat reksadana saham naik turun atau fluktuatif.
Hal-hal yang Harus Anda Lakukan Saat Reksadana Saham Naik-Turun

1. Teliti Kembali Tujuan Utama Investasi
Ingat kembali apa tujuan Anda berinvestasi, apakah tujuan sudah tercapai atau justru masih jauh? Pasalnya, gejolak reksadana saham biasanya tidak berlaku selamanya, dan pada umumnya terjadi dalam 1 sampai 2 tahun.
Oleh karena itu, jika Anda memiliki tujuan investasi jangka panjang, Anda bisa melanjutkannya. Akan tetapi, jika Anda hanya memiliki tujuan jangka pendek, Anda bisa mempertimbangkan untuk menjualnya, membeli atau switching.
BACA JUGA: Strategi 'Amankan' Sisa THR di Tengah Gejolak Pasar 2026
2. Konsisten dalam Investasi

Naik turunnya nilai investasi yang Anda alami tetap harus membuat Anda konsisten investasi karena dapat menjadi kunci Anda memperoleh keuntungan di masa depan.
Anda bisa menerapkan strategi pembelian produk investasi secara berkala, yang akan membantu Anda memperoleh keuntungan di masa depan meski sekarang pasar modal sedang terjadi gejolak.
3. Terapkan Strategi Cut Loss
Setelah memeriksa nilai investasi dan membuat prediksi, ternyata Anda selama ini sudah mengalami kerugian. Oleh karena itu, untuk menghindari kerugian yang lebih besar, coba terapkan strategi cut loss.
Cara melakukannya adalah dengan mencairkan semua aset yang telah dimiliki, meski sekarang Anda dalam posisi merugi. Anda tidak perlu sayang untuk melakukannya karena setidaknya dana pokok tidak ikut tergerus terhadap penurunan nilai lebih dalam.
Meski begitu, sebelum melakukan cara ini, sebaiknya Anda sudah benar-benar cermat membaca prospektus produk dalam beberapa bulan terakhir.
BACA JUGA: Kenali Apa Itu Sunk Cost Fallacy yang Bisa Bikin Rugi Investasi
4. Alihkan Investasi ke Produk Investasi Lainnya

Ketika Anda merasa ada produk lain yang potensinya lebih bagus dan sesuai dengan tujuan investasi Anda, Anda bisa melakukan pengalihan ke produk investasi tersebut.
Meski begitu, Anda bisa menerapkan strategi ini jika kerugian yang Anda miliki tidak lebih dari 5% karena dana masih mencukupi untuk dialihkan ke produk lain. Hanya saja Anda juga harus memperhitungkan bahwa dana yang dicairkan tidak sampai satu tahun ke depan.
5. Menambahkan Investasi
Cara lain yang bisa Anda lakukan adalah dengan menambah reksadana saham. Langkah ini bisa Anda lakukan jika tujuan investasi masih tergolong panjang misal lebih dari dua tahun lagi.
Meski begitu, perlu Anda ingat bahwa sebelum melakukannya, Anda juga harus melakukan evaluasi terhadap investasi, keuangan dan juga produk yang berpotensi.
Selain itu, Anda perlu mempersiapkan modal tambahan untuk membeli produk baru atau membeli saham tambahan dari produk lama.
Itu tadi beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menyelamatkan investasi reksadana saham yang sedang naik turun.
