Ekonomi & Pariwisata
Kenali Tren Wisata Snackpacking, Liburan Sambil Cari Jajanan Lokal!
JAKARTA — Seperti yang kamu tahu, beberapa tahun terakhir, tren traveling atau tren wisata mulai mengalami pergeseran, apalagi bagi masyarakat Indonesia.
Kalau dulu liburan atau wisata lebih identik dengan mengunjungi beberapa destinasi seperti pantai, kawasan perkotaan terkenal, atau pegunungan, kini generasi muda justru lebih cenderung melakukan snackpacking.
Seperti yang dilansir dari Kemenpar, snackpacking adalah tren traveling yang menjadikan aktivitas eksplorasi jajanan khas daerah terutama di pasar tradisional sebagai bagian utama dari perjalanan.
BACA JUGA: 5 Rekomendasi Lokasi Wisata di Semarang yang Dekat Stasiun Tawang
Namun, snackpacking tak selalu tentang wisata kuliner saja, tapi juga memberikan pengalaman yang berbeda terutama bagi generasi muda. Mereka bisa belajar budaya dan kekayaan kuliner lokal.
Lewat tren snackpacking, wisatawan juga berinteraksi langsung dengan warga lokal sehingga memudahkan turis untuk mendapat pengalaman autentik.
Tren snackpacking juga dapat dijumpai di berbagai wilayah, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Fenomena inilah yang berpotensi menjadi peluang baru bagi industri pariwisata karena mendorong wisatawan mengeksplorasi kawasan dan kuliner lokal yang sebelumnya kurang jadi sorotan.
BACA JUGA: 5 Rekomendasi Museum di Jakarta yang Seru untuk Liburan Sambil Belajar
Alasan Tren Wisata Snackpacking Jadi Semakin Populer

1. Wisatawan Mendapat Pengalaman Autentik
Gen Z umumnya lebih tertarik pada pengalaman yang terasa nyata dibanding sekadar mengunjungi tempat wisata populer untuk berfoto begitu saja.
Maka dari itu, mereka sangat menyukai mengunjungi pasar tradisional karena di tempat ini mereka bisa langsung mendapat kesempatan untuk berinteraksi dengan pedagang, mencicipi makanan khas, serta menikmati suasana yang berbeda dari pusat perbelanjaan modern atau mall.
BACAJUGA: 5 Rekomendasi Wisata Edukasi di Jogja-Solo, Murah Meriah!
2. Harganya Lebih Ramah di Kantong

Berburu jajanan lokal juga tidak membutuhkan biaya besar. Dengan anggaran sekitar Rp50.000–Rp100.000, wisatawan sudah bisa mencoba berbagai makanan dan camilan khas daerah tanpa harus mengeluarkan banyak uang.
3. Lebih Menarik Kalau Dibagikan untuk Konten Media Sosial
Jajanan dengan bentuk dan warna yang unik, suasana pasar yang ramai, hingga percakapan spontan bersama pedagang dapat menjadi materi konten yang menarik.
Hal ini membuat snackpacking semakin populer melalui platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube.
BACA JUGA: Sering Boros Saat Liburan? Ini Pengeluaran yang Sering Diabaikan
4. Sejalan dengan Naiknya Tren Kuliner Lokal

Meningkatnya apresiasi terhadap produk dan kuliner lokal turut memperkuat popularitas snackpacking.
Ketertarikan masyarakat untuk mengenal makanan khas berbagai daerah membuat aktivitas berburu jajanan menjadi cara baru untuk menikmati sekaligus mendukung kekayaan kuliner Indonesia.
Itu tadi penjelasan soal tren wisata snackpacking yang kini semakin digemari. Apakah kamu juga ikut tren liburan ini?
