Kembali Melemah, 1 Dolar AS Berapa Rupiah Hari Ini?

Kembali Melemah, 1 Dolar AS Berapa Rupiah Hari Ini? (pexels/ahsanjaya)

JAKARTA — Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin, 13 Juli 2026. Mata uang Rupiah diperdagangkan di sekitar level Rp18.113 per dolar AS, melanjutkan tren pelemahan setelah sebelumnya menembus ambang psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Pelemahan rupiah terjadi seiring masih perkasanya dolar AS di pasar global. Investor masih mencermati arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed), yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi untuk periode yang lebih panjang.

Ekspektasi tersebut membuat minat terhadap aset berdenominasi dolar AS tetap kuat sehingga memberi tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Di kawasan Asia, pergerakan mata uang cenderung bervariasi. Mata uang negara berkembang masih menghadapi tekanan akibat penguatan dolar AS dan tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Sementara itu, investor juga memantau perkembangan harga komoditas, termasuk minyak mentah, yang berpotensi memengaruhi inflasi global.

Dari dalam negeri, pasar menunggu berbagai indikator ekonomi, termasuk perkembangan inflasi, arus modal asing, serta langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Intervensi di pasar valas dan pembelian surat berharga masih menjadi instrumen utama untuk meredam volatilitas rupiah.

BACA JUGA: 5 Film Indonesia Terbaru Tayang di Netflix Juli 2026, Ada Aku Sebelum Aku!

Apa artinya bagi masyarakat?

Pelemahan rupiah di atas level Rp18.000 per dolar AS berpotensi meningkatkan biaya impor bahan baku, produk elektronik, hingga komoditas tertentu. Jika kondisi ini berlangsung lama, tekanan biaya dapat diteruskan ke harga barang dan jasa di dalam negeri.

Bagi masyarakat yang memiliki rencana bepergian ke luar negeri, membayar biaya pendidikan, atau kewajiban lain dalam dolar AS, pelemahan rupiah berarti pengeluaran yang lebih besar dibanding beberapa pekan sebelumnya.

Sementara bagi investor, fokus pasar dalam beberapa hari ke depan tertuju pada arah indeks dolar AS (DXY), data inflasi Amerika Serikat, serta respons Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah. Selama sentimen global belum berubah, pergerakan rupiah diperkirakan masih cenderung volatil.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Chrisna Chanis Cara pada 13 Jul 2026 

Editor: Redaksi

Related Stories