Feature
Harga Emas Antam Semakin Turun, Oktober Jadi Terburuk di 2026
JAKARTA — Harga emas batangan Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kembali menurun pada Jumat, 23 Oktober 2026. Harga emas tercatat turun Rp10.000 per gram, dari Rp2.550.000 menjadi Rp2.540.000 per gram.
Penurunan lebih tajam terjadi pada harga pembelian kembali atau buyback. Nilainya anjlok Rp30.000 per gram, dari Rp2.365.000 menjadi Rp2.335.000 per gram. Dengan pergerakan tersebut, selisih antara harga jual emas dan harga buyback mencapai Rp205.000 per gram.
Berikut daftar harga emas Antam hari ini, Jumat, 23 Oktober 2026.
| Ukuran | Harga |
|---|---|
| 0,5 gram | Rp1.320.000 |
| 1 gram | Rp2.540.000 |
| 2 gram | Rp5.030.000 |
| 3 gram | Rp7.520.000 |
| 5 gram | Rp12.475.000 |
| 10 gram | Rp24.835.000 |
| 25 gram | Rp61.962.000 |
| 50 gram | Rp123.845.000 |
| 100 gram | Rp247.612.000 |
| 250 gram | Rp618.765.000 |
| 500 gram | Rp1.237.320.000 |
| 1.000 gram | Rp2.474.600.000 |
Sumber: Logam Mulia, 23 Oktober 2026
Insight TrenAsia
Buyback Anjlok Tiga Kali Lipat, Spread Melonjak ke Rp205.000
Rekor enam hari spread Rp185.000 berakhir dengan cara yang tidak menguntungkan penjual. Harga jual turun Rp10.000 tapi buyback anjlok Rp30.000 — tiga kali lipat — memperlebar spread dari Rp185.000 kemarin ke Rp205.000 hari ini. Lompatan Rp20.000 dalam satu hari adalah pelebaran spread terbesar sejak 29 September 2026.
Spread Rp205.000 kembali ke level yang terakhir terlihat sebulan lalu dan menandai pemburukan kondisi penjual yang cukup signifikan dalam satu hari. Dari harga beli sekarang, break-even tercapai setelah kenaikan sekitar 8,1% — naik tajam dari 7,2% kemarin.
Harga Terendah Baru Sejak Juli 2026, Oktober Resmi Jadi Bulan Terburuk 2026
Rp2.540.000 adalah level terendah baru yang belum pernah tercatat sejak pertengahan Juli 2026. Dengan harga ini, Oktober 2026 resmi menjadi bulan terburuk emas Antam sepanjang tahun — dari pembukaan Rp2.664.000 pada 1 Oktober 2026, harga hari ini berarti koreksi bulanan Rp124.000 atau sekitar 4,7% dalam 23 hari perdagangan.
Ini melampaui koreksi bulanan September yang minus 2,6% dan menjadi yang terbesar sejak Mei 2026. Dari puncak Mei di Rp2.859.000 pada 12 Mei 2026, koreksi kini mencapai Rp319.000 per gram atau sekitar 11,2% — semakin jauh melampaui ambang 10% yang pertama kali ditembus awal Oktober.
Dolar di Puncak Tahunan, Tekanan Akan Berlanjut Pekan Depan
Penutupan pekan ini mencerminkan tekanan yang datang dari penguatan dolar AS yang kini bergerak di level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.
Indeks dolar yang kuat secara langsung menekan harga emas spot global, efek yang hari ini diperbesar oleh buyback yang anjlok jauh lebih dalam dari harga jual — sinyal bahwa Logam Mulia semakin berhati-hati dalam menyerap pasokan jual balik di tengah ketidakpastian arah harga.
Memasuki pekan terakhir Oktober dan dua pekan jelang pertemuan The Fed 4-5 November 2026, tidak ada katalis positif yang terlihat jelas di cakrawala. Peluang pemangkasan November masih di kisaran 8%-10%.
Support terakhir sebelum zona tidak terpetakan kini ada di Rp2.520.000 hingga Rp2.530.000 — dan dengan tren yang masih dominan turun, level itu bisa diuji pekan depan.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Chrisna Chanis Cara pada 23 Oct 2026
