Bank
Jumat, 02 Oktober 2026 10:15 WIB
Penulis:Justina Nur Landhiani

JAKARTA — Akhir-akhir ini media sosial warga Indonesia diramaikan dengan keluhan soal penipuan dengan modus tap atau ghost tapping.
Para warganet mengaku pelaku penipuan tersebut melancarkan aksinya dengan pura-pura mengajak calon korban untuk mengobrol, kemudian secara diam-diam akan mencoba tap NFC lalu menyedot isi saldo uang korban.
Seperti yang dilansir dari Schneider Downs, menurut peringatan yang diterbitkan oleh Better Business Bureau (BBB) pada 2025, modus penipuan ghost tapping kini jadi semakin marak untuk mencuri uang dari korban yang tidak menyadari adanya transaksi mencurigakan.
BACA JUGA: Baru Saja Scan QR Code Palsu? Lakukan 5 Hal Ini Agar Tidak Terjerat Penipuan
Oleh karena itu, sangat penting memahami bahaya ini dan cara kerja modus ghost tapping
Mengutip Schneider Downs ghost tapping adalah salah satu modus penipuan pembayaran tanpa sentuh yang menargetkan kartu atau dompet digital dengan fitur tap-to-pay.
Fitur tap-to-pay ini memanfaatkan Near Field Communication (NFC), yaitu suatu teknologi yang kini banyak dimiliki oleh berbagai perangkat untuk saling bertukar data keuangan secara nirkabel dalam jarak sangat dekat.
NFC bisa bekerja umumnya membutuhkan jarak sekitar 4 cm atau kurang agar data pembayaran dapat dikirim. Itu artinya jaraknya sangat pendek atau sempit.
Berbeda dengan penipuan metode skimming yang biasanya mengharuskan korban memasukkan atau menggesek kartu pada mesin pembayaran yang sudah dimanipulasi, ghost tapping memanfaatkan koneksi nirkabel.
BACA JUGA: 5 Cara Menghindari Scan QRIS Palsu Agar Tidak Menjadi Korban Penipuan
Biasanya pelaku menggunakan mesin pembayaran tersembunyi yang tidak resmi atau perangkat nirkabel khusus untuk memulai transaksi dengan kartu atau ponsel korban yang memiliki fitur tap-to-pay. Dengan begitu, transaksi bisa dilakukan tanpa pelaku harus menyentuh kartu atau ponsel korban secara langsung.
Selain itu, pelaku pada umumnya melancarkan aksinya di tempat-tempat ramai dan menargetkan orang yang menggunakan kartu nirsentuh atau dompet digital.
Modus penipuan ghost tapping bisa terjadi saat:
Biasanya, pelaku penipuan ini akan memanfaatkan situasi saat korban sedang terburu-buru, tidak fokus, atau berada di tengah kerumunan.
Pelaku juga bisa memanfaatkan kerumunan, menggunakan perangkat nirkabel tersembunyi untuk melakukan transaksi dari kartu atau perangkat pembayaran korban.
Situasi semacam ini dapat terjadi di konser, pameran, atau acara besar lainnya ketika pelaku membuka stan palsu dan meminta pembayaran melalui fitur tap-to-pay untuk barang atau jasa yang sebenarnya tidak ada.
Tidak hanya itu, penipuan berkedok donasi juga perlu diwaspadai. Pelaku bisa saja mengaku sebagai perwakilan organisasi amal yang dikenal, kemudian meminta donasi kecil dengan pembayaran tap-to-pay. Setelah transaksi berhasil, pelaku bisa langsung pergi membawa uang tersebut.
BACA JUGA: Waspada ATM Card Trapping! Modus Pencurian yang Akan Sedot Isi Rekeningmu
Itu tadi penjelasan soal modus penipuan ghost tapping yang sekarang lagi marak dan kerap digencarkan oleh pelaku di kerumunan banyak orang. Hati-hati!