Segini Modal Bisnis Lapangan Padel, Tertarik Coba?

Selasa, 24 Maret 2026 17:17 WIB

Penulis:Redaksi

Editor:Redaksi

Segini Modal Bisnis Lapangan Padel, Tertarik Coba?
Segini Modal Bisnis Lapangan Padel, Tertarik Coba? (pexels.com/Rodrigo Ortega)

JAKARTA – Tren olahraga padel yang semakin populer di kota-kota besar Indonesia bukan hanya sekadar bagian dari gaya hidup, tapi juga menciptakan peluang investasi baru di industri olahraga. Minat masyarakat terhadap olahraga yang memadukan tenis dan squash ini terus meningkat, sehingga kebutuhan akan lapangan pun ikut melonjak, terutama di area perkotaan dengan tingkat daya beli yang tinggi.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah berapa modal yang dibutuhkan untuk membangun satu lapangan padel?

Melansir Padel Court Factory pada Kamis, 26 Februari 2026, biaya pembangunan satu lapangan padel di Indonesia berkisar antara Rp600 juta hingga Rp1,5 miliar per court, tergantung spesifikasi dan fitur yang dipilih.

Lapangan outdoor dengan spesifikasi standar berada di kisaran bawah, sekitar Rp600 juta. Sementara konsep indoor atau semi-indoor dengan material premium, sistem pencahayaan profesional, serta struktur baja berkualitas tinggi dapat mendorong investasi mendekati bahkan melampaui Rp1,5 miliar.

Komponen biaya utama meliputi rangka baja dan struktur konstruksi, panel kaca tempered sebagai pembatas, rumput sintetis khusus padel, sistem pencahayaan LED, hingga ongkos instalasi dan pengiriman material. Seluruh elemen tersebut menentukan standar keamanan, kenyamanan, serta daya tahan lapangan dalam jangka panjang.

Berdasarkan ulasan ASA Group, dalam peluang bisnis lapangan padel, investasi tidak berhenti pada pembangunan fisik semata. Investor juga perlu memperhitungkan biaya lahan, baik sewa maupun pembelian, serta pembangunan fasilitas pendukung seperti ruang ganti, toilet, area parkir, hingga ruang tunggu atau kafe kecil. Kehadiran fasilitas tambahan ini dinilai penting untuk meningkatkan pengalaman pelanggan sekaligus menambah sumber pendapatan non-sewa lapangan.

ASA Group melihat peluang bisnis padel dinilai masih terbuka lebar. Tingginya minat masyarakat urban terhadap olahraga berbasis komunitas menjadi faktor pendorong utama. Karakter padel yang mudah dipelajari dan bersifat sosial membuat tingkat retensi pemain relatif tinggi. Hal ini yang membuat potensi okupansi lapangan cukup stabil jika dikelola dengan strategi pemasaran secara tepat.

Dengan kebutuhan modal yang cukup besar, skema patungan menjadi alternatif rasional bagi investor pemula maupun komunitas. Sebagai ilustrasi, apabila total investasi mencapai Rp1,2 miliar, maka enam orang dapat berkontribusi masing-masing Rp200 juta, atau 12 orang masing-masing Rp100 juta. Skema ini memungkinkan risiko tersebar dan beban per individu lebih ringan, sekaligus memperkuat basis komunitas sebagai pasar awal.

Dari sisi investasi, bisnis padel diproyeksikan dapat mencapai titik impas dalam dua hingga tiga tahun, tergantung tingkat okupansi, tarif sewa, serta diversifikasi pendapatan seperti membership, pelatihan privat, hingga turnamen komunitas. 

Meski prospeknya menjanjikan, studi kelayakan tetap menjadi prasyarat penting sebelum memulai investasi. Proyeksi pendapatan, estimasi biaya operasional bulanan, serta analisis pasar harus disusun secara terukur agar investasi bernilai besar ini tidak berubah menjadi beban jangka panjang.

Secara keseluruhan, bisnis lapangan padel memang bukan usaha bermodal kecil. Namun, dengan kisaran investasi mulai Rp600 juta per court dan opsi pendanaan kolektif, peluang ini tetap terbuka, terutama bagi generasi muda yang memiliki jaringan komunitas kuat dan perencanaan bisnis yang matang.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Maharani Dwi Puspita Sari pada 26 Feb 2026