Dolar
Jumat, 14 Agustus 2026 19:25 WIB
Penulis:Redaksi
Editor:Redaksi

JAKARTA — Nilai tukar rupiah tercatat menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Jumat, 14 Agustus 2026. Berdasarkan data Bloomberg di pasar spot, rupiah naik 4 poin atau sekitar 0,02% menjadi Rp17.873 per dolar AS, dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp17.877 per dolar AS.
Penguatan yang terbatas tersebut menunjukkan pelaku pasar masih cenderung berhati-hati sambil menantikan sejumlah agenda ekonomi penting. Sebelumnya, pada perdagangan Kamis, 13 Agustus 2026, rupiah berakhir stagnan di level Rp17.877 per dolar AS.
Sentimen positif terhadap rupiah salah satunya datang dari pergerakan dolar AS yang mendapat tekanan setelah data menunjukkan harga produsen Amerika Serikat tidak berubah pada Juli 2026.
BACA JUGA: Inilah Penguasa Marketplace RI, Shopee-Tiktokshop Masih Dominasi Pasar!
Data Producer Price Index (PPI) yang stagnan membuat pelaku pasar mengurangi spekulasi mengenai kemungkinan Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga pada September mendatang. Ekspektasi suku bunga menjadi salah satu faktor penting bagi nilai tukar karena kebijakan moneter AS memengaruhi daya tarik aset berbasis dolar.
Indeks dolar AS tercatat menguat tipis 0,02% ke level 99,96, setelah sebelumnya sempat turun ke 99,80 menyusul rilis data PPI.
Di pasar valuta asing global, pergerakan mata uang juga bervariasi. Euro menguat 0,03% menjadi US$1,1528 per dolar AS, sedangkan yen Jepang melemah 0,04% ke level 159,48 per dolar AS. Poundsterling Inggris juga turun 0,08% menjadi US$1,3481 per dolar AS.
Sementara itu, kontrak berjangka fed funds menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada September berada di sekitar 35%. Angka tersebut turun dari 40% pada Rabu, 12 Agustus 2026, dan 55% pada pekan sebelumnya.
Penurunan probabilitas tersebut menjadi sentimen positif bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Semakin kecil ekspektasi kenaikan suku bunga AS, semakin rendah pula potensi tekanan terhadap arus modal dari negara berkembang menuju aset berbasis dolar.
Rupiah memang hanya menguat 4 poin, tetapi arah sentimennya cukup penting. Pasar mulai mengurangi taruhan terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada September setelah data PPI AS tidak menunjukkan kenaikan harga produsen.
Artinya, tekanan terhadap rupiah dari sisi ekspektasi kebijakan moneter AS mulai berkurang. Namun, penguatan yang masih tipis menunjukkan investor belum sepenuhnya yakin bahwa tren tersebut akan bertahan.
Perhatian pasar juga tertuju pada pidato kenegaraan dan penyampaian pokok-pokok RAPBN 2027 pada 14 Agustus 2026. Kebijakan fiskal pemerintah akan menjadi salah satu faktor domestik yang dicermati investor, terutama terkait prospek pertumbuhan ekonomi, defisit anggaran, dan kebutuhan pembiayaan pemerintah.
Rupiah yang bertahan di bawah Rp18.000 per dolar AS menjadi sinyal positif bagi masyarakat dan pelaku usaha yang memiliki kebutuhan dalam valuta asing.
Kurs yang lebih stabil dapat membantu menahan biaya impor bahan baku, produk elektronik, hingga sejumlah barang yang menggunakan komponen dari luar negeri. Bagi masyarakat yang hendak bepergian ke luar negeri atau membayar kebutuhan dalam dolar AS, rupiah yang lebih kuat juga sedikit mengurangi biaya dalam rupiah.
Namun, penguatan 4 poin belum cukup besar untuk langsung memberikan dampak pada harga barang di tingkat konsumen. Pengaruhnya akan lebih terasa apabila rupiah mampu menguat secara konsisten dalam periode yang lebih panjang.
Fokus pasar berikutnya adalah apakah data ekonomi AS selanjutnya semakin mengurangi peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September. Jika ekspektasi tersebut terus turun, dolar AS berpotensi kehilangan sebagian daya tariknya dan memberikan ruang bagi rupiah untuk menguat.
Di dalam negeri, investor juga akan mencermati pidato kenegaraan serta arah RAPBN 2027. Kombinasi kebijakan fiskal pemerintah dan kebijakan moneter Bank Indonesia akan menentukan seberapa kuat fundamental domestik menopang rupiah di tengah dinamika pasar global.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Chrisna Chanis Cara pada 14 Aug 2026