minyak
Jumat, 10 Juli 2026 16:01 WIB
Penulis:Redaksi
Editor:Redaksi

JAKARTA – Dunia usaha dan politik Indonesia berduka atas wafatnya anggota DPR RI sekaligus pengusaha nasional, Rachmat Gobel. Ia meninggal dunia pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul 03.20 WIB di RS Brawijaya Tebet, Jakarta Selatan.
Rachmat Gobel tutup usia pada umur 63 tahun. Kepergiannya meninggalkan istri, Retno Damayanti, serta dua anak. Selain dikenal sebagai Wakil Ketua DPR RI dari Partai NasDem, ia juga merupakan tokoh penting di balik perkembangan Gobel Group, konglomerasi yang tumbuh menjadi salah satu kelompok usaha terbesar di Indonesia di bawah kepemimpinan generasi kedua keluarga Gobel.
Di bawah kepemimpinannya, Gobel Group tidak hanya mempertahankan dominasi di industri elektronik melalui kemitraan dengan Panasonic, tetapi juga melakukan diversifikasi usaha ke sektor logistik, kesehatan, properti, makanan, hingga solusi industri.
Baca juga : Siapa Penguasa Bisnis Tepung Terigu Indonesia?
Gobel Group merupakan salah satu kelompok usaha tertua di Indonesia yang berakar dari perusahaan elektronik yang dirintis oleh Thayeb Mohammad Gobel pada 1954.
Nama Gobel kemudian dikenal sebagai pelopor industri elektronik nasional setelah menjalin kerja sama dengan perusahaan Jepang, Matsushita Electric yang kini bernama Panasonic Holdings.
Untuk mengonsolidasikan seluruh bisnis keluarga, didirikan PT Gobel International pada 1994 sebagai perusahaan induk (holding). Saat ini, Gobel Group mempekerjakan lebih dari 18.000 karyawan di berbagai sektor usaha.
Kemitraan antara Gobel Group dan Panasonic menjadi salah satu kerja sama bisnis Indonesia-Jepang yang paling bertahan lama. Pada tahun 2000, Rachmat Gobel berhasil memperpanjang perjanjian joint venture dengan Panasonic tanpa batas waktu, memperkuat posisi grup sebagai salah satu produsen elektronik terbesar di Indonesia.
Selama lebih dari enam dekade, Gobel Group mengembangkan portofolio bisnis yang tersebar di berbagai sektor strategis, diantaranya sebagai berikut,
Elektronik menjadi bisnis utama Gobel Group melalui berbagai perusahaan patungan dengan Panasonic. Produk yang diproduksi maupun dipasarkan meliputi televisi, pendingin ruangan (AC), kulkas, mesin cuci, pompa air, rice cooker, microwave, kamera, perangkat audio, hingga berbagai peralatan rumah tangga lainnya.
Salah satu perusahaan utamanya adalah PT Panasonic Manufacturing Indonesia (PMI) yang berdiri sejak 1970 dan sebelumnya dikenal sebagai PT National Gobel. Perusahaan ini menjadi basis produksi berbagai produk elektronik Panasonic untuk pasar domestik maupun ekspor.
Selain itu terdapat PT Panasonic Gobel Battery Industry, produsen baterai yang mulai beroperasi sejak 1987.
Baca juga : Penggerebekan Cafe De'Clan dan Fakta Mati Listrik Berulang
Tidak hanya melayani konsumen rumah tangga, Gobel Group juga mengembangkan bisnis Business-to-Business (B2B) melalui penyediaan berbagai solusi industri.
Layanan tersebut meliputi sistem pendingin industri, factory automation, commercial appliances, energy solution, hingga berbagai peralatan untuk sektor manufaktur.
Melalui Gotrans Logistics International, Gobel Group menyediakan layanan pergudangan, transportasi, freight forwarding, distribusi nasional, hingga manajemen rantai pasok (supply chain).
Unit usaha ini menjadi salah satu penopang distribusi produk Panasonic maupun berbagai kebutuhan logistik pelanggan korporasi.
Diversifikasi usaha juga dilakukan melalui PT Gobel Dharma Sarana Karya (GDSK).
Perusahaan ini awalnya dibentuk untuk menyediakan layanan katering bagi karyawan pabrik Gobel. Seiring waktu, bisnisnya berkembang menjadi penyedia jasa makanan profesional, katering industri, hingga layanan hospitality.
Di sektor kesehatan, Gobel Group mengembangkan Kaikoukai Indonesia, yang berfokus pada layanan kesehatan modern, termasuk pusat perawatan dialisis (cuci darah) sejak 2013.
Grup juga masuk ke bisnis properti melalui pengembangan kawasan hunian terpadu Opus Park di Sentul City, Bogor. Selain proyek residensial, Gobel Group memiliki sejumlah aset komersial yang mendukung kegiatan bisnisnya.
Baca juga : Shadow Economy di Balik Temuan Rp476 M di Sentul
Sebagai holding company, Gobel Group juga aktif melakukan investasi strategis, perdagangan internasional, serta menjalin berbagai kemitraan dengan perusahaan Jepang dan pelaku industri global.
Beberapa perusahaan yang berada di bawah maupun terafiliasi dengan Gobel Group antara lain:
Sebagian besar perusahaan tersebut merupakan hasil kerja sama strategis antara Gobel Group dengan Panasonic Holdings Jepang.
Sebagai perusahaan privat yang tidak tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), Gobel Group tidak memiliki kewajiban mempublikasikan laporan keuangan konsolidasi setiap tahun.
Namun, data yang pernah dipublikasikan menunjukkan bahwa pada 2019 seluruh lini bisnis Gobel Group membukukan penjualan sekitar Rp17 triliun dengan keuntungan sekitar Rp1 triliun.
Pada periode yang sama, PT Panasonic Manufacturing Indonesia mencatat total penjualan sekitar Rp2,8 triliun, sedangkan PT Gobel Dharma Sarana Karya membukukan pendapatan sekitar Rp611 miliar.
Kinerja tersebut mencerminkan kuatnya posisi Gobel Group sebagai salah satu pemain utama industri elektronik nasional dengan portofolio bisnis yang semakin beragam.
Selain dikenal sebagai pengusaha, Rachmat Gobel juga merupakan penyelenggara negara sehingga wajib melaporkan harta kekayaannya melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Berdasarkan LHKPN, total kekayaan Rachmat Gobel per 31 Desember 2023 tercatat sekitar Rp438,8 miliar. Sementara pada laporan sebelumnya, yakni tahun 2022, nilai kekayaannya mencapai sekitar Rp563,1 miliar.
Kepergian Rachmat Gobel meninggalkan jejak panjang dalam dunia industri Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, Gobel Group berkembang dari perusahaan elektronik keluarga menjadi konglomerasi dengan bisnis yang mencakup manufaktur, logistik, kesehatan, properti, perdagangan internasional, hingga solusi industri.
Kemampuannya menjaga kemitraan jangka panjang dengan Panasonic selama puluhan tahun juga menjadi salah satu fondasi penting yang membuat Gobel Group tetap bertahan sebagai salah satu kelompok usaha nasional terbesar di Indonesia.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Muhammad Imam Hatami pada 10 Jul 2026