rumah
Senin, 12 Oktober 2026 13:54 WIB
Penulis:Redaksi
Editor:Redaksi

JAKARTA – PT PP (Persero) Tbk (PTPP) akhirnya memperoleh kontrak baru senilai Rp9,3 triliun sampai Agustus 2026. Hasil perolehan ini sejalan dengan strategi perusahaan dalam memperkuat bisnis inti yaitu melalui penerapan strategi Back to Core.
Lewat strategi ini, PTPP fokus pada perolehan proyek yang memiliki kualitas kontrak dan profil risiko yang terukur. Langkah ini juga bertujuan untuk menjaga pertumbuhan perusahaan agar tetap sehat dan berkelanjutan.
Berdasarkan sumber pendanaannya, mayoritas proyek yang diperoleh PTPP sampai Agustus 2026 berasal dari pemerintah dengan porsi mencapai 66 persen.
Selanjutnya, proyek dari sektor swasta menyumbang 18 persen, sedangkan proyek dari BUMN mencapai 16 persen.
Komposisi tersebut menunjukkan peran PTPP dalam menggarap proyek pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik, sekaligus mempertahankan portofolio dari sektor swasta dan BUMN.
Jika dilihat berdasarkan lini bisnis, sektor jalan dan jembatan menjadi penyumbang terbesar kontrak baru PTPP hingga Agustus 2026 dengan porsi 38 persen.
Berikutnya, sektor gedung menyumbang 18 persen dan smelter serta pertambangan sebesar 16 persen.
Kontribusi lainnya berasal dari rumah sakit sebesar 8 persen, bandara 8 persen, infrastruktur air 6 persen, sekolah 3 persen, pelabuhan 2 persen, serta sumber daya air 1 persen.
Pada Agustus 2026, sejumlah proyek baru berhasil diperoleh PTPP. Salah satunya adalah Pembangunan Jalan Hauling Batubara Stage III dengan nilai kontrak Rp970 miliar.
PTPP juga memperoleh Proyek Terminal 1 Lanjutan Bandara Soekarno-Hatta senilai Rp756,4 miliar. Sementara itu, proyek Pembangunan BRT Metropolitan Mebidang Medan – Paket Halte On Corridor memiliki nilai kontrak Rp538,5 miliar.
Ketiga proyek tersebut menjadi bagian dari tambahan kontrak baru PTPP sepanjang tahun berjalan hingga Agustus 2026.
Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo mengatakan perolehan kontrak baru tersebut merupakan bagian dari upaya perseroan menjaga pertumbuhan bisnis dengan tetap menerapkan prinsip selektivitas dan kehati-hatian.
“PTPP terus mengedepankan selektivitas dalam memperoleh kontrak baru dengan mempertimbangkan kualitas kontrak, profil risiko, serta potensi kontribusinya terhadap kinerja Perseroan,” ujar Joko dalam keterangan tertulis, Selasa (6/10/2026).
Menurut dia, strategi Back to Core akan terus diarahkan untuk memperkuat bisnis inti dan menjaga kualitas portofolio proyek. “Kami akan terus memperkuat bisnis inti dan menjaga kualitas portofolio proyek guna mendukung pertumbuhan Perseroan yang sehat dan berkelanjutan,” katanya.
PTPP selanjutnya akan mengoptimalkan kapabilitas dan pengalaman perusahaan untuk menangkap peluang proyek di berbagai sektor dengan tetap mengedepankan kualitas proyek, disiplin manajemen risiko dan keberlanjutan kinerja.
Tulisan ini telah tayang di ibukotakini.com oleh Bunga Citra pada 07 Oct 2026
setahun yang lalu