Pasien Positif Corona di Bali Tembus 124 Orang

Sabtu, 18 April 2020 14:48 WIB

Penulis:Rohmat

Denpasar - Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra menyebutkan jumlah kumulatif pasien positif Covid-19 sebanyak 124 orang (bertambah 11 orang WNI dengan rincian dalam bentuk 8 orang PMI dan 3 orang transmisi lokal).

Perkembangan kasus ini disampaikan Indra, Jumat (17/4/2020).

Dijelaskan, 116 pasien positif adalah WNI, dengan rincian kasus dari bepergian ke negeri (imported case) sebanyak  81 orang terdiri dari 77 PMI, 4 orang non PMI. Yang berasal dari daerah terjangkit  sebanyak 14 orang dan  dari transmisi lokal ada 21 orang.

Artinya dari 124 orang positif Corona di Bali sebanyak 81 orang tidak terdeteksi di Bali tapi dari luar negeri, 14 orang  dari daerah terjangkit di luar daerah Bali, dan murni di Bali ada 21 orang  melalui transmisi lokal.

Karena transmisi lokal terus menunjukkan peningkatan maka terus diimbau  mengikuti anjuran pemerintah dan bersama sama berkomitmen agar transmisi lokal tidak bertambah lagi.

Indra mengungkapkan, Covid 19 adalah persoalan seluruh dunia, untuk itu tidak perlu saling menyalahkan, mari  bangun gotong royong, saling berkontribusi  serta bersinergi satu dengan yang  lain  untuk berupaya  mengurangi bahkan  meniadakan transmisi lokal. Yakinlah pencegahan penularan bisa dilakukan  dengan disiplin penuh masyarakat akan imbauan pemerintah.


Jumlah pasien yang telah sembuh 36 orang (32 WNI, 4 WNA). Bertambah 4 orang WNI yang sembuh. Jumlah pasien yang meninggal sejumlah 2 orang (tidak ada penambahan) sementara jumlah pasien positif dalam perawatan (kasus aktif)  86 orang yang berada di 11 rumah sakit dan dikarantina di Bapelkesmas.

Kebijakan dilakukan dari sisi pintu masuk Bali, baik bandara maupun pelabuhan, Pemerintah sudah melakukan upaya pencegahan yang sangat ketat terhadap PMI maupun penumpang yang datang dari daerah luar Bali. Langkah yang dilakukan pemerintah terkait pengawasan ketat di Bandara Ngurah Rai, adalah PMI maupun penumpang domestik yang berasal dari daerah terinveksi maka dilakukan pengecekan suhu tubuh dan rapid tes.

Apabila hasil rapid tes di bandara menunjukan tanda positif, maka Pemprov Bali akan segera melakukan penanganan sesuai SOP yang berlaku.

Sedangkan jika hasil rapid tesnya negatif, maka yang bersangkutan akan dijemput oleh Pemerintah Kabupaten/Kota guna dilakukan karantina yang sudah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota sesuai dengan kebijakan mereka masing-masing. Namun pada masa 8 hari karantina (orang yang negatif ini) dilakukan tes swap dan hasilnya positif, maka akan diserahkan kembali Kepada Pemprov Bali untuk dilakukan langkah perawatan.

Selain bandara, di Pelabuhan Gilimanuk juga diterapkan SOP yang sama, baik untuk rapid test maupun pengecekan suhu tubuh. Hingga saat ini belum ditemukan kasus positif yang masuk lewat pelabuhan. Apabila nanti ditemukan kasus positif maka orang tersebut akan dikembalikan ke daerah asalnya.

Pemprov Bali juga memfasilitasi pengecekan kesehatan  bagi PMI yang tidak berasal dari Bali dan kepulangan mereka  ke kampung halaman masing masing. Jika hari yang bersamaan ada tiket pesawat maka PMI non Bali tersebut langsung dipulangkan, kalau belum mendapat tiket maka akan dipulangkan keesokan harinya. Jadi tidak ada PMI non Bali  yang  lama berada  di Bali. Hal ini sudah menjadi  kesepakatan dengan gugus tugas nasional.