Orang Tua Sangat Berperan Jaga Anak dari Stunting

Rabu, 25 November 2020 23:40 WIB

Penulis:Bambang Susilo

DENPASAR – Peran orang tua sangat diperlukan dalam menjaga asupan gizi anak. Gizi yang baik sangat diperlukan dalam menjaga kesehatan janin dan upaya pencegahan stunting atau gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak sejak dini.

"Para orang tua juga bisa membekali putra putri mereka yang masih remaja untuk mengambil peranan dalam upaya pencegahan stunting bagi keturunan mereka kelak,” kata Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, dalam Webinar Hari Kesehatan Nasional ke-56 bertema “Pemberdayaan Masyarakat dalam Penanganan Stunting” dari Denpasar, Rabu (25/11/2020).

Menurutnya, keberlangsungan bangsa dan negara ke depan bergantung pada generasi penerus yang tidak hanya sehat fisik dan rohani, namun juga berahklak serta cerdas. Mencapai cita-cita tersebut, kasus stunting merupakan penghambat. "Jadi, di sini semua orang berperan dalam memajukan bangsa dan negara kita ke depan," katanya.

Meski Bali mendapat predikat angka terendah stunting secara nasional, namun ia mengingatkan agar semua pihak tidak boleh lengah. Semua stakeholder harus bahu-membahu memerangi stunting di Bali.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, karena butuh peranan semua pihak. Pemerintah mungkin bisa mengeluarkan skema dan rencana pencegahan, namun tetap ujung tombak pencegahan stunting ada di masyarakat terutama keluarga,” ucapnya.

Pihaknya juga mengapresiasi langkah-langkah posyandu dalam menjaga kesehatan bayi dan balita yang telah ditempuh. Meski di tengah pandemi yang melarang kegiatan berkerumun, kader Posyandu tak lelah mengunjungi warga untuk memeriksa kesehatan bayi dan balita.

“Saya sangat berterima kasih atas pengabdian para kader Posyandu. Ke depan, mungkin pemerintah desa bisa berkoordinasi dengan Posyandu setempat agar mengalokasikan APBDes untuk kegiatan pemenuhan gizi anak dan balita,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Suarjaya, mengatakan jika indikator kesehatan untuk anak-anak adalah menurunkan angka kematian bayi dan balita, kemudian menurunkan angka stunting.

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembagan anak yang terjadi sejak masih dalam kandungan. Pertumbuhan meliputi bertambahnya ukuran anak secara fisik, sementara perkembangan berkaitan dengan perubahan kognitif berupa bertambah pintar dan spiritual. Jadi, stunting adalah gangguan pertumbuhan fisik dan mental,” tegasnya.