Investor
Jumat, 03 Juli 2026 11:28 WIB
Penulis:Redaksi
Editor:Redaksi

JAKARTA – PT RANS Entertainmen Indonesia Tbk resmi melangkah ke pasar modal dengan mengumumkan rencana penawaran umum perdana saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Emiten yang didirikan oleh Raffi Ahmad dan Nagita Slavina tersebut membidik dana segar hingga Rp429,25 miliar dari aksi korporasi tersebut.
Mengacu pada prospektus ringkas, perseroan akan melepas maksimal 2,525 miliar saham biasa atas nama atau setara 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Harga penawaran ditetapkan di kisaran Rp135–Rp170 per saham.
Masa penawaran awal (bookbuilding) berlangsung pada 23–25 Juni 2026, sedangkan pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 10 Juli 2026 melalui mekanisme Penawaran Umum Elektronik (e-IPO).
Baca juga : IHSG Hari Ini 2 Juli 2026 Dibuka Menguat 0,50 Persen
Meski melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), struktur kepemilikan PT RANS Entertainmen Indonesia Tbk masih akan didominasi oleh pendirinya, Raffi Farid Ahmad.
Berdasarkan prospektus, sebelum IPO Raffi menguasai 78,68% saham perseroan. Setelah IPO, kepemilikannya terdilusi menjadi sekitar 62,93%, namun ia tetap menjadi pemegang saham pengendali.
Selain Raffi Ahmad, pemegang saham utama perseroan meliputi:
Dalam prospektus, Raffi juga menyatakan komitmennya untuk tidak mengalihkan status pengendali perseroan selama tiga tahun setelah saham RANS resmi tercatat di BEI.
"Berdasarkan Surat Pernyataan yang dibuat oleh Raffi Farid Ahmad pada tanggal 10 Juni 2026, Raffi Farid Ahmad selaku Pengendali Perseroan menyatakan bahwa dalam jangka waktu 3 (tiga) tahun setelah Pencatatan Perdana, Raffi Farid Ahmad tidak akan mengalihkan pengendaliannya atas Perseroan..." kutip TrenAsia dari Prospektus Rans, Kamis, 7 Februari 2026.
Baca juga : 16 Saham Bagi Dividen Juli 2026! Cek Jadwal dan Kinerjanya
Salah satu pemegang saham yang menarik perhatian adalah PT Indonesia Entertainmen Grup (IEG). Perusahaan ini bukan dimiliki oleh Raffi Ahmad, melainkan merupakan bagian dari Grup Emtek dan telah menjadi investor strategis RANS Entertainment sejak 2021.
Struktur kepemilikan IEG adalah sebagai berikut:
IEG dipimpin oleh Sutanto Hartono, yang juga menjabat sebagai Direktur Utama SCMA, SCTV, dan Vidio. Hubungan Emtek dengan RANS dimulai pada 2021, ketika IEG menginvestasikan sekitar Rp248 miliar untuk mengakuisisi sekitar 17% saham RANS Entertainment sebagai bagian dari kerja sama strategis kedua perusahaan.
Menjelang IPO RANS pada 2026, kepemilikan IEG terdilusi menjadi sekitar 9,04%, namun tetap menjadikannya sebagai pemegang saham institusi terbesar kedua setelah Raffi Ahmad.
Salah satu bagian yang paling menarik perhatian dalam prospektus adalah pengungkapan risiko bisnis.
Perseroan secara eksplisit menyebut bahwa ketergantungan terhadap Raffi Ahmad, Nagita Slavina, dan keluarga merupakan risiko utama yang dapat memengaruhi keberlangsungan bisnis.
Menurut perseroan, apabila keterlibatan kedua figur tersebut menurun atau muncul persoalan yang berdampak pada reputasi mereka, kondisi tersebut berpotensi memberikan dampak negatif terhadap operasional maupun kinerja keuangan perusahaan.
"Risiko utama yang dihadapi perseroan adalah risiko ketergantungan terhadap talent utama, yaitu Raffi Ahmad dan Nagita Slavina beserta keluarga. Ketergantungan tersebut berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kinerja usaha dan keuangan perseroan apabila terjadi penurunan keterlibatan atau isu reputasi." tulis Prospektus RANS.
Selain itu, RANS Entertainmen juga mengungkap sejumlah risiko material lainnya, antara lain:
Prospektus juga mengingatkan calon investor mengenai potensi likuiditas saham setelah IPO.
Meskipun saham RANS Entertainmen akan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, perseroan menegaskan tidak terdapat jaminan saham akan aktif diperdagangkan di pasar sekunder.
Hal tersebut disebabkan oleh kemungkinan sebagian besar saham tetap dimiliki oleh pemegang saham utama sehingga jumlah saham yang beredar (free float) di pasar relatif terbatas.
Baca juga : Pembukaan LQ45 Hari Ini: HRTA dan BMRI Naik, CUAN Turun
Dari sisi fundamental, RANS Entertainmen mencatat tren penurunan pendapatan dalam tiga tahun terakhir. Pendapatan perseroan tercatat sebesar:
Penurunan pendapatan pada 2025 terutama dipengaruhi oleh:
Perseroan telah menyiapkan alokasi penggunaan dana hasil IPO untuk mendukung ekspansi sejumlah lini usaha.
Rinciannya meliputi:
Dalam aksi korporasi ini, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk bertindak sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek (Underwriter).
Melalui IPO ini, RANS Entertainmen berharap memperoleh tambahan modal untuk memperkuat ekspansi bisnis di sektor media, hiburan, intellectual property (IP), event, taman hiburan, hingga pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan.
Namun di sisi lain, investor juga perlu mencermati berbagai risiko yang telah diungkapkan dalam prospektus, termasuk tingginya ketergantungan perseroan terhadap figur Raffi Ahmad dan Nagita Slavina sebagai wajah utama bisnis RANS.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Muhammad Imam Hatami pada 02 Jul 2026