Investasi
Rabu, 29 Juli 2026 13:25 WIB
Penulis:Justina Nur Landhiani

JAKARTA — Investasi adalah salah satu upaya yang kerap dilakukan banyak orang untuk mempertahankan nilai uang yang dimiliki sekaligus membangun kekayaan.
Namun, ada juga orang tidak bertanggung jawab yang melihat hal ini sebagai suatu celah untuk berbuat kriminal, seperti membuat investasi bodong.
Investasi bodong adalah suatu bentuk investasi ilegal yang biasanya mengiming-imingi korban dengan keuntungan sangat besar dalam waktu singkat. Meski begitu investasi tersebut tidak didukung izin resmi atau aktivitas usaha yang jelas.
BACA JUGA: 7 Cara Aman Investasi Emas Online, Mudah dan Praktis!
Seperti yang dilansir dari Pegadaian, pelaku investasi ilegal atau investasi bodong biasanya menggunakan berbagai skema agar tampak seperti bisnis yang sah.
Beberapa di antaranya menggunakan modus berupa program keanggotaan berbayar, paket reseller, penjualan tools digital, pembuatan situs web, hingga layanan virtual office yang sebenarnya tidak memiliki aktivitas usaha nyata.
Selain itu, ada pula modus yang berkedok arisan, investasi usaha, atau penyertaan modal. Korban diminta menyetor dana secara bertahap dengan janji keuntungan berkali-kali lipat dalam waktu singkat.
Padahal, keuntungan tersebut umumnya hanya berasal dari uang peserta baru, bukan dari hasil kegiatan bisnis yang sebenarnya.
BACA JUGA: 5 Rekomendasi Instrumen Investasi Cocok Buat Kamu yang Masih Mahasiswa
Salah satu ciri-ciri investasi bodong yang paling sering ditemui adalah adanya kewajiban membayar sejumlah dana sebagai syarat bergabung.
Biasanya pelaku mengklaim bahwa semakin besar modal yang disetor, semakin tinggi pula keuntungan yang akan diterima.
Pelaku sering memberikan tekanan agar calon korban segera bergabung dengan membuat gimmick yang terkesan darurat atau urgent.
Mereka bisa menggunakan alasan seperti promo terbatas, kuota hampir penuh, atau kesempatan yang hanya berlaku hari itu agar korban tidak sempat melakukan pengecekan lebih lanjut.
Janji keuntungan tinggi hanya dalam hitungan minggu atau beberapa bulan merupakan salah satu tanda yang patut diwaspadai.
Pada praktik investasi yang legal, imbal hasil umumnya diperoleh secara bertahap dan disertai risiko yang sebanding.
BACA JUGA: 8 Cara Membedakan Cincin Emas Asli dan Palsu, Wajib Tahu Sebelum Beli!
Perlu kamu pahami bahwa tidak ada investasi yang benar-benar bebas risiko.
Jadi, kalau ada produk investasi yang mengklaim mampu memberikan keuntungan besar dengan risiko nyaris nol, maka klaim tersebut layak dicurigai karena bertentangan dengan prinsip dasar investasi.
Investasi bodong kerap menawarkan beberapa pilihan paket, misalnya level silver, gold, hingga platinum.
Setiap tingkatan mengharuskan peserta menyetor dana lebih besar dengan janji keuntungan yang juga semakin tinggi, padahal tidak ada dasar bisnis yang jelas.
Sebelum memberikan sejumlah dana, pastikan perusahaan penyedia investasi memiliki izin dari otoritas yang berwenang sesuai jenis produknya.
Periksa juga profil perusahaan, produk yang ditawarkan, serta rekam jejak operasionalnya.
Kalau informasi tersebut sulit ditemukan atau tidak transparan, sebaiknya hindari.
BACA JUGA: Kerap Diremehkan, 6 Hobi Ini Berpotensi Jadi Sumber Penghasilan!
Perusahaan investasi yang kredibel akan menjelaskan secara terbuka bagaimana dana investor dikelola dan dari mana keuntungan diperoleh.
Sebaliknya, investasi bodong sering kali menutup informasi tersebut karena menggunakan skema Ponzi atau money game, yaitu membayar keuntungan investor lama menggunakan dana dari peserta baru tanpa adanya aktivitas usaha yang menghasilkan keuntungan nyata.
Itu tadi beberapa ciri-ciri investasi bodong yang harus kamu pahami agar tidak menjadi korban selanjutnya!