mobil
Selasa, 08 September 2026 16:43 WIB
Penulis:Justina Nur Landhiani
Editor:Justina Nur Landhiani

JAKARTA — Baru-baru ini Gunung Anak Krakatau meletus dan memuntahkan materialnya termasuk abu vulkanik hingga tertiup ke berbagai daerah di Sumatra dan Jawa. Melihat hal itu, tentu kita semua jadi semakin mengingat bahwa posisi Indonesia berada di daerah Cincin Api Pasifik sehingga harus memahami upaya mitigasi terhadap bencana akibat gunung berapi.
Penting untuk mengetahui apa saja hal-hal yang harus dilakukan ketika gunung api meletus, terutama kalau kita berada di sekitar kawasan terdampak. Berikut beberapa hal yang harus kamu lakukan saat gunung meletus.
BACA JUGA: Kenali Langkah 5M untuk Hadapi Paparan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Berikut beberapa langkah yang perlu kamu lakukan saat bencana gunung meletus terjadi, seperti yang telah dirangkum dari CDC.
Buatlah rencana evakuasi dan rencana untuk berlindung bagi kamu sendiri, keluarga, dan anggota keluarga atau orang lain yang tinggal serumah.
Pastikan rencana tersebut juga dipahami oleh semua anggota keluarga.
BACA JUGA: Menolak Lupa: Daftar Bencana Besar di RI dan Dampaknya pada Ekonomi
Kalau kamu belum menyiapkannya, segera siapkan tas yang berisi beberapa barang seperti berikut.
BACA JUGA: Fenomena Price Gouging di Balik Melonjaknya Harga Masker Saat Erupsi
Saat kamu berada di luar rumah atau ketika membersihkan abu yang masuk ke dalam rumah, gunakan masker respirator N95 yang telah disetujui NIOSH. Alat ini juga dikenal sebagai respirator pemurni udara.
Respirator N95 ini bisa kamu beli di toko seperti toko perlengkapan bangunan. Pastikan mengikuti petunjuk penggunaan agar perlindungannya optimal.
Kalau terpaksa kamu tidak memiliki N95 yang disetujui NIOSH, kamu masih bisa menggunakan masker untuk debu dapat digunakan sebagai pilihan terakhir. Namun, batasi waktu berada di luar ruangan selama abu masih berjatuhan.
Masker debu biasa hanya membantu mengurangi paparan debu dan partikel yang relatif tidak berbahaya, seperti serbuk sari, tetapi perlindungannya tidak sebaik N95.
Petugas yang melakukan pembersihan atau bekerja dalam kondisi darurat mungkin membutuhkan jenis pelindung pernapasan yang berbeda.
BACA JUGA: NU Tetapkan Bitcoin Jadi Aset, Peluang Baru Kripto Indonesia?
Pantau informasi terbaru tentang aktivitas gunung api lewat radio atau televisi.
Perhatikan apakah ada sirene dan tanda peringatan bencana lalu tinjau kembali rencana darurat yang sudah kamu buat.
Kumpulkan perlengkapan darurat, termasuk obat resep setidaknya satu minggu. Perlengkapan darurat juga diperlukan untuk disimpan di kendaraan seperti makanan, suar darurat, kabel jumper, peta, peralatan, kotak P3K, alat pemadam api, kantong tidur, senter, baterai, dan perlengkapan lainnya.
Kemudian, isi penuh tangki bahan bakar kendaraan. Tapi kalau kamu tidak punya kendaraan, coba atur transportasi bersama keluarga atau teman.
BACA JUGA: Harga Emas Nyaris Tak Bergerak, Pasar Menanti Momen 19 September
Isi wadah air bersih sebagai persediaan, termasuk isi bak mandi dan wastafel dengan air tambahan yang akan digunakan sebagai air untuk mencuci.
Kemudian, atur suhu kulkas dan freezer ke pengaturan paling dingin, karena saat listrik padam, makanan akan tetap dingin lebih lama.
Pilih ruangan di bagian dalam rumah yang tidak ada jendelanya dan berada di lantai atas atau lebih tinggi dari permukaan tanah.
Setelah itu, tutup dan kunci semua jendela serta pintu yang mengarah ke luar, serta atur perlengkapan darurat dan pastikan semua anggota keluarga mengetahui lokasinya. Jangan lupa matikan sistem pendingin ruangan, dan kipas angin.
BACA JUGA: Abu Vulkanik Masuk Rumah? Begini Cara Membersihkannya dengan Aman
Itu tadi beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menyelamatkan diri dan keluarga saat terjadi gunung meletus.