Jangan Asal Beri Kode OTP, BRI Ungkap Modus Penipuan Lewat Telepon

Sabtu, 31 Oktober 2026 21:30 WIB

Penulis:Redaksi Daerah

Editor:Redaksi Daerah

Waspada Vishing! BRI Ingatkan Nasabah Jangan Berikan Kode OTP


Waspada Vishing! BRI Ingatkan Nasabah Jangan Berikan Kode OTP

 (BRI)

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mengingatkan kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beragam bentuk modus penipuan dan kejahatan perbankan yang mengincar nasabah perbankan. Aksi kejahatan ini tidak hanya dilakukan melalui akun media sosial dan website palsu yang menyerupai identitas bank, tetapi juga lewat sambungan telepon oleh pelaku yang berpura-pura menjadi petugas bank.

Modus kejahatan yang dikenal dengan istilah voice phishing atau vishing ini dilakukan untuk mencuri informasi pribadi dan data perbankan rahasia milik nasabah. Dalam menjalankan aksinya, pelaku akan mengabarkan adanya transaksi tidak wajar atau ancaman pemblokiran rekening korban demi alasan keamanan.

Tidak hanya itu, mereka menggunakan tutur kata yang sopan dan terdengar meyakinkan untuk mendapatkan kepercayaan korban. Mereka juga akan membuat narasi yang dibuat seolah-olah mendesak agar nasabah segera menuruti arahan tanpa sempat memastikan kebenaran informasi yang disampaikan.

BRI ingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap modus penipuan voice phishing atau vishing yang bisa mencuri informasi pribadi dan data perbankan rahasia milik nasabah.

BACA JUGA: BRI Dukung Pemerintah Salurkan Bonus bagi Atlet Asian Games ke-20 dan Asian Para Games ke-5

Salah satu pola yang perlu diwaspadai adalah ketika penelepon menginformasikan adanya transaksi mencurigakan, lalu menawarkan bantuan untuk memblokir rekening sementara. Setelah itu, pelaku meminta kode one-time password (OTP) dengan dalih sebagai bagian dari proses pengamanan rekening. Kode OTP merupakan data rahasia yang tidak boleh diberikan kepada siapa pun karena dapat digunakan untuk mengakses rekening dan melakukan transaksi.

Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa BRI terus memperkuat sistem keamanan dan edukasi kepada nasabah untuk mengantisipasi perkembangan modus penipuan perbankan.

“BRI terus memperkuat sistem keamanan untuk memberikan perlindungan yang optimal bagi nasabah. Upaya tersebut disertai dengan edukasi secara berkelanjutan agar nasabah semakin cermat mengenali berbagai modus penipuan dan menjaga kerahasiaan data perbankan. BRI tidak pernah meminta nasabah memberikan PIN, password, User ID, kode OTP, maupun kode CVV/CVC kartu melalui telepon atau sarana komunikasi lainnya,” ujar Dhanny.

Untuk menghindari risiko penipuan, masyarakat dapat melakukan sejumlah langkah pencegahan, antara lain:

  1. Jangan pernah memberikan kode OTP, PIN, password, atau data rahasia perbankan kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai petugas bank.
  2. Jangan terburu-buru mengikuti instruksi apabila menerima telepon mengenai transaksi mencurigakan, pemblokiran rekening, atau persoalan keamanan lainnya.
  3. Segera akhiri panggilan yang mencurigakan dan lakukan verifikasi secara mandiri melalui kanal resmi BRI.
  4. Periksa aktivitas rekening secara berkala melalui aplikasi BRImo dan aktifkan notifikasi transaksi untuk membantu memantau aktivitas keuangan.
  5. Segera lakukan pelaporan apabila telanjur memberikan informasi rahasia atau menemukan transaksi yang tidak dikenal.

Nasabah juga diimbau untuk mengunduh dan memperbarui aplikasi hanya melalui sumber resmi. Apabila menerima tautan atau arahan untuk memasang aplikasi dari pihak yang mengatasnamakan bank, nasabah diimbau untuk tidak mengikuti instruksi tersebut dan melakukan verifikasi melalui kanal resmi BRI. Informasi mengenai layanan BRI dapat diperoleh melalui situs www.bri.co.id; Instagram @bankbri_id; X/Twitter @bankbri_id, @kontakbri, dan @promo_bri; Facebook dan YouTube Bank BRI; Contact BRI 1500017; WhatsApp Chat Sabrina 0812 1214 017; serta menu Pusat Bantuan pada aplikasi BRImo.

“BRI senantiasa mengimbau nasabah untuk menjaga kerahasiaan data pribadi dan data perbankan. Waspadai setiap komunikasi yang mengatasnamakan BRI, terutama apabila disertai permintaan data rahasia atau arahan untuk mengakses tautan tertentu. Pastikan seluruh informasi yang diterima berasal dari kanal resmi BRI yang telah terverifikasi,” pungkas Dhanny.

Tulisan ini telah tayang di halojatim.com oleh pada 31 Okt 2026