Saham
Selasa, 13 Oktober 2026 14:55 WIB
Penulis:Redaksi
Editor:Redaksi

JAKARTA —Andi Nursyamsudin Arsyad atau yang dikenal dengan nama Haji Isam, melalui PT Jhonlin Baratama, resmi merampungkan akuisisi jumbo sebanyak 10.084.088.370 lembar saham atau sekitar 10,08 miliar saham biasa PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
Jumlah saham yang diambil alih tersebut setara dengan 30,25% dari total modal ditempatkan dan disetor Bayan Resources. Saham itu dibeli dari pendiri sekaligus Direktur Utama Bayan Resources, Dato' Dr. Low Tuck Kwong, dan putrinya, Elaine Low.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan Manajemen PT Bayan Resources Tbk kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 12 Oktober 2026, harga transaksi penyelesaian jual beli saham bersyarat (PJBS) tersebut disepakati sebesar Rp2.588 per lembar saham.
Dengan demikian, nilai total transaksi akuisisi ini menembus angka Rp26,09 triliun.
“Transaksi tersebut telah diselesaikan oleh para pihak yang bersangkutan dan, setelah penyelesaian transaksi tersebut, PT Jhonlin Baratama memiliki saham yang mewakili 30,25% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan,” kata Direktur sekaligus Corporate Secretary Bayan, Jenny Quantero dalam keterangan resmi.
Jenny Quantero menjelaskan bahwa transaksi pengalihan kepemilikan saham tersebut telah rampung diselesaikan oleh para pihak terkait.
Meski PT Jhonlin Baratama kini menguasai lebih dari 30% porsi saham BYAN, manajemen menegaskan bahwa masuknya Jhonlin Baratama tidak mengubah struktur pengendali emiten pertambangan batubara tersebut.
"Sebagaimana telah diungkapkan dalam Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Penyelesaian Transaksi berdasarkan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (sebagaimana diubah) No. 533/BR-OJK/X/2026 tanggal 8 Oktober 2026, penyelesaian transaksi tersebut tidak mengakibatkan perubahan pengendalian pada Perseroan," tegas Jenny.
Manajemen BYAN mencatat serangkaian transaksi pengalihan saham yang dilakukan oleh Dato' Low Tuck Kwong dan Elaine Low pada kurun waktu 6 hingga 7 Oktober 2026:
Total keseluruhan saham yang ditransaksikan dalam Laporan Kepemilikan Saham periode tersebut mencapai 10.117.421.705 lembar saham.
Terkait potensi sinergi bisnis maupun operasional pasca-akuisisi, pihak manajemen menyatakan hingga saat ini belum terdapat pembahasan khusus mengenai hal tersebut antara Bayan Resources dan PT Jhonlin Baratama.
Kegiatan operasional dan rencana ekspansi perseroan tetap berjalan sesuai dengan garis bisnis dan rencana kerja tahunan yang telah ditetapkan.
"Hingga saat ini tidak ada perubahan terhadap rencana Perusahaan dalam mengembangkan kegiatan usaha Perseroan. Perseroan akan tetap berfokus pada keberlangsungan dan pengembangan kegiatan usaha utamanya," tutup Jenny.
Pada perdagangan hari ini, BYAN ditutup pada posisi Rp11.300 per lembar, atau mengalami penurunan 4,03 persen pada penutupan sebelumnya. Saham Bayan turun Rp475 per lembar.
Tulisan ini telah tayang di ibukotakini.com oleh Hadi Zairin pada 12 Oct 2026