Investor
Kamis, 04 Juni 2026 10:03 WIB
Penulis:Redaksi
Editor:Redaksi

JAKARTA —Harga emas batangan yang dipasarkan oleh Logam Mulia PT Aneka Tambang (ANTM) mengalami penurunan sebesar Rp15.000 per gram pada Kamis, 4 Juni 2026. Harga yang sebelumnya berada di level Rp2.774.000 per gram kini turun menjadi Rp2.759.000 per gram.
Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali juga terkoreksi Rp13.000 per gram, dari Rp2.584.000 menjadi Rp2.571.000. Dengan perubahan tersebut, selisih antara harga jual dan harga buyback emas hari ini tercatat sebesar Rp188.000 per gram.
Berikut daftar harga emas Antam hari ini, Kamis, 4 Juni 2026.
| Ukuran | Harga |
|---|---|
| 0,5 gram | Rp1.429.500 |
| 1 gram | Rp2.759.000 |
| 2 gram | Rp5.468.000 |
| 3 gram | Rp8.177.000 |
| 5 gram | Rp13.570.000 |
| 10 gram | Rp27.085.000 |
| 25 gram | Rp67.587.000 |
| 50 gram | Rp135.095.000 |
| 100 gram | Rp270.112.000 |
| 250 gram | Rp675.015.000 |
| 500 gram | Rp1.350.320.000 |
| 1.000 gram | Rp2.700.600.000 |
Sumber: Logam Mulia, 4 Juni 2026, pukul 08.48 WIB
Spread Rp188.000, Tersempit Sepanjang April hingga Juni 2026
Ada satu hal yang menarik di tengah penurunan harga hari ini. Buyback turun Rp13.000, lebih kecil dari penurunan harga jual Rp15.000 — selisih Rp2.000 yang justru menyempitkan spread ke Rp188.000.
Ini level tersempit yang tercatat sejak setidaknya awal April 2026, lebih tipis dari spread Rp190.000 yang bertahan selama beberapa hari terakhir. Bagi pemegang emas yang ingin menjual, posisi hari ini adalah yang paling menguntungkan dalam dua bulan terakhir secara spread. Dari harga beli hari ini, break-even tercapai setelah kenaikan sekitar 6,8%.
Harga Tertekan di Tengah Gejolak Rupiah dan IHSG
Konteks makro hari ini tidak bisa diabaikan. Kemarin, rupiah nyaris menyentuh Rp18.000 per dolar AS dalam pelemahan harian terdalam yang pernah tercatat, sementara IHSG terjun bebas ke level 5.900 dengan dana asing keluar bersih lebih dari Rp1,39 triliun.
Secara teori, pelemahan rupiah seharusnya mendorong harga emas domestik naik karena konversi dari harga dolar menjadi lebih mahal. Tapi kenyataannya harga emas Antam justru turun — mencerminkan bahwa tekanan jual di pasar global lebih dominan dari efek kurs hari ini.
NFP AS Malam Ini Penentu Arah Berikutnya
Data Non-Farm Payroll (NFP) AS dijadwalkan rilis malam ini waktu Indonesia dan akan menjadi katalis terbesar untuk pergerakan emas dalam beberapa hari ke depan. Jika data tenaga kerja AS lebih lemah dari ekspektasi, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada September 2026 menguat, dolar tertekan, dan harga emas berpeluang rebound.
Sebaliknya, data yang kuat akan memperpanjang tekanan. Dengan IHSG dan rupiah yang sudah dalam tekanan berat, pergerakan emas Antam pekan depan kemungkinan akan sangat dipengaruhi kombinasi antara arah dolar AS dan stabilisasi sentimen pasar domestik.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Chrisna Chanis Cara pada 04 Jun 2026