Viral
Jumat, 17 Juli 2026 15:07 WIB
Penulis:Redaksi
Editor:Redaksi

JAKARTA — Bakrie Group telah lama dikenal sebagai salah satu konglomerasi terbesar di Indonesia. Berawal dari perusahaan perdagangan dan agen komisi yang didirikan oleh Achmad Bakrie pada 1942, grup usaha ini berkembang menjadi jaringan bisnis yang mencakup berbagai sektor strategis, seperti pertambangan, energi, infrastruktur, manufaktur, media, properti, hingga industri kendaraan listrik.
Hingga saat ini, keluarga Bakrie masih mengendalikan salah satu kelompok usaha dengan jumlah perusahaan terbuka terbanyak di Bursa Efek Indonesia (BEI). Melalui berbagai anak usaha dan entitas afiliasi, Bakrie Group memiliki portofolio bisnis yang mencakup komoditas energi, pembangunan infrastruktur, industri manufaktur, media penyiaran, hingga pengembangan teknologi transportasi ramah lingkungan.
Di bawah kepemimpinan generasi ketiga keluarga Bakrie, konglomerasi ini juga mulai melakukan transformasi menuju bisnis berbasis energi baru dan kendaraan listrik tanpa meninggalkan sektor energi konvensional yang selama ini menjadi sumber pendapatan utama.
Baca juga : Gurita Bisnis Chairul Tanjung, Ini Daftar Perusahaan CT Corp
Bakrie Group didirikan oleh Achmad Bakrie di Lampung pada 1942. Awalnya perusahaan bergerak sebagai pedagang umum dan agen komisi berbagai komoditas.
Perusahaan kemudian berkembang pesat setelah memasuki bisnis konstruksi, perdagangan internasional, manufaktur, perkebunan, hingga pertambangan pada era industrialisasi Indonesia.
Tongkat estafet kepemimpinan kemudian diteruskan oleh Aburizal Bakrie, yang membawa grup ini berekspansi secara agresif ke sektor energi, media, telekomunikasi, properti, dan infrastruktur.
Kini, generasi ketiga yang dipimpin Anindya Novyan Bakrie mendorong transformasi perusahaan ke sektor kendaraan listrik, digitalisasi industri, hingga energi rendah karbon.
Salah satu ciri khas Bakrie Group adalah struktur konglomerasinya yang tersebar dalam berbagai perusahaan terbuka, bukan berada di bawah satu holding tunggal.
Model bisnis tersebut membuat masing-masing perusahaan memiliki fokus usaha berbeda namun tetap saling terhubung dalam ekosistem Grup Bakrie.
Dilansir TrenAsia dari berbagai sumber, berikut sektor bisnis utama Bakrie Group,
Pertambangan menjadi tulang punggung bisnis Grup Bakrie. Melalui PT Bumi Resources Tbk (BUMI), grup ini menjadi salah satu produsen batu bara terbesar di Indonesia. BUMI memiliki kepemilikan pada dua perusahaan tambang besar, yakni:
Kedua perusahaan tersebut memasok batu bara untuk pembangkit listrik domestik maupun pasar ekspor ke berbagai negara Asia. Selain batu bara termal, BUMI juga mulai melakukan diversifikasi menuju komoditas mineral strategis.
Diversifikasi sektor tambang dilakukan melalui PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Perusahaan ini mengembangkan berbagai proyek mineral, antara lain:
BRMS memiliki proyek pertambangan di Palu, Sulawesi Tengah, serta sejumlah wilayah prospektif lainnya. Seiring meningkatnya harga emas global, bisnis mineral menjadi salah satu fokus pertumbuhan baru Grup Bakrie.
Baca juga : Siapa Penguasa Bisnis Air Minum dalam Kemasan di Indonesia?
Di sektor migas, Grup Bakrie memiliki PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG). Perusahaan ini bergerak dalam sektor bisnis sebagai berikut,
ENRG memiliki aset migas di Indonesia maupun luar negeri dan terus meningkatkan investasi eksplorasi untuk menjaga produksi jangka panjang.
Melalui PT Darma Henwa Tbk (DEWA), Grup Bakrie menyediakan jasa penambangan terpadu. Layanan perusahaan meliputi,
DEWA menjadi salah satu kontraktor tambang terbesar yang mendukung aktivitas pertambangan nasional.
Sektor ini berada di bawah PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR). Sebagai perusahaan tertua dalam grup, BNBR memiliki berbagai lini usaha manufaktur dan rekayasa industri, antara lain:
Melalui berbagai anak usaha, BNBR juga memproduksi berbagai komponen industri yang digunakan pada proyek energi, transportasi, hingga pembangunan nasional.
Bakrie Group menjadi salah satu konglomerasi nasional yang serius mengembangkan ekosistem kendaraan listrik. Bisnis ini dijalankan melalui PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR). Fokus usahanya meliputi pembuatan berbagai produk kendaraan listrik diantaranya,
VKTR juga menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan global untuk memperkuat industri kendaraan listrik nasional.
Grup Bakrie memiliki bisnis properti melalui PT Bakrieland Development Tbk (ELTY). Perusahaan mengembangkan berbagai proyek seperti:
Beberapa proyek yang cukup dikenal antara lain:
Di sektor media, Grup Bakrie pernah menjadi salah satu pemain terbesar melalui PT Visi Media Asia Tbk (VIVA). Portofolio medianya mencakup,
Bisnis media menjadi salah satu pilar yang memperkuat diversifikasi grup di luar sektor sumber daya alam.
Bakrie Group juga memiliki bisnis agribisnis melalui PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP). Lini usahanya meliputi,
Walaupun kontribusinya kini lebih kecil dibanding sektor energi, agribisnis tetap menjadi bagian dari portofolio usaha grup.
Baca juga : Agung Podomoro Gelar Talent Expo 2026, Rekrut 250 Talenta Baru di 22 Unit Bisnis
Bakrie Group pernah menjadi pemain besar industri telekomunikasi melalui Bakrie Telecom. Perusahaan dikenal melalui layanan,
Namun bisnis tersebut mengalami penurunan setelah industri telekomunikasi beralih dari teknologi CDMA menuju GSM dan 4G.
Hingga saat ini, sejumlah perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan Grup Bakrie telah tercatat di Bursa Efek Indonesia, diantaranya,
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Muhammad Imam Hatami pada 15 Jul 2026