UMKM
Kamis, 16 April 2026 11:03 WIB
Penulis:Redaksi Daerah
Editor:Redaksi Daerah

KARTASURA – Di setiap usaha kecil yang berkembang, selalu ada cerita tentang kerja keras, keberanian, dan harapan. Hal itu tercermin dalam perjalanan Nia Anggraini, perempuan asal Purwogondo, Kartasura, yang sukses mengembangkan usaha tahu hingga menjadi sumber penghasilan utama keluarganya.
Sebelum menekuni dunia usaha, Nia menjalani profesi sebagai seorang tenaga pemasaran. Namun, titik balik hidupnya hadir di momen yang tak terduga. Saat menjalani cuti melahirkan, ia mulai merintis usaha tahu secara sederhana, awalnya hanya untuk mengisi waktu luang di rumah. Seiring waktu, usaha tersebut justru berkembang dan menjadi jalan baru dalam hidupnya.
Seperti banyak perempuan lainnya, Nia dihadapkan pada tantangan besar dalam menjalankan peran ganda sebagai istri, ibu, sekaligus pengusaha. Membagi waktu antara keluarga dan proses produksi tahu yang membutuhkan ketelatenan menjadi tantangan tersendiri. Namun, dengan ketekunan, ia terus mengembangkan usahanya dari skala kecil hingga mampu menjangkau lebih banyak pelanggan.
BACA JUGA: Kisah Naeka, UMKM Mukena yang Tembus Pasar Internasional Bersama BRI
Perjalanan Nia semakin mendapatkan arah ketika ia mengenal program PNM Mekaar. Ketertarikannya muncul dari lingkungan sekitar, di mana banyak tetangganya merasakan manfaat program tersebut, terutama saat pandemi COVID-19 melalui bantuan permodalan. Kepercayaan itulah yang kemudian mendorongnya untuk bergabung dan menjadi bagian dari ekosistem ultra mikro yang diperkuat oleh BRI.
Bagi Nia, bergabung dengan PNM Mekaar bukan hanya soal akses pembiayaan, tetapi juga membuka peluang untuk memperluas jejaring usaha. “Yang paling terasa adalah networking yang semakin luas,” ujarnya. Hal ini menjadi modal penting dalam mengembangkan usaha tahu yang ia jalankan, baik dari sisi pemasaran maupun pengelolaan usaha.
Salah satu momen paling berkesan dalam perjalanan usahanya adalah saat terpilih mengikuti Senyum Incubation Program pada tahun 2024. Program yang berlangsung selama empat bulan di Rumah BUMN Yogyakarta tersebut menjadi ruang pembelajaran yang berharga, didukung oleh sinergi BUMN seperti Pegadaian, BRI, dan PNM. Melalui program tersebut, Nia memperoleh wawasan baru untuk meningkatkan kualitas produk tahu dan strategi pengembangan usaha.
Di tengah dinamika usaha, dukungan pembiayaan dari PNM Mekaar menjadi salah satu faktor krusial yang membantu menjaga keberlangsungan bisnisnya, terutama saat pandemi ketika perputaran usaha sempat terganggu akibat pembatasan aktivitas. Dukungan tersebut memungkinkan Nia untuk mempertahankan produksi dan memenuhi kebutuhan pasar.
Kini, usaha tahu yang dirintis sejak tahun 2014 tersebut telah berkembang dan dikelola bersama suami serta anggota keluarga lainnya. Tidak hanya menjadi sumber penghasilan utama, usaha ini juga berperan penting dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga, termasuk mendukung pendidikan anak.
Bagi Nia, kemandirian finansial memiliki makna yang mendalam. Ia memaknai bahwa perempuan dapat memiliki penghasilan sendiri tanpa meninggalkan peran utamanya dalam keluarga. Dengan kemandirian tersebut, perempuan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memiliki ruang untuk berkembang.
Di saat yang bersamaan, kinerja pemberdayaan dalam ekosistem Holding Ultra Mikro juga menunjukkan capaian yang positif. Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 1,4 juta debitur PNM berhasil naik kelas. Hal ini mencerminkan komitmen berkelanjutan dalam mendorong pelaku usaha ultra mikro untuk berkembang dan meningkatkan skala usahanya.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyampaikan bahwa perseroan terus memperkuat peran dalam mendorong pemberdayaan perempuan melalui sinergi dalam Holding Ultra Mikro. “BRI bersama PNM dan Pegadaian berkomitmen menghadirkan ekosistem yang terintegrasi, tidak hanya melalui akses pembiayaan, tetapi juga pendampingan dan pemberdayaan yang berkelanjutan. Kami percaya perempuan memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi keluarga dan nasional,” ujarnya.
Ke depan, Nia berharap usahanya dapat terus berkembang dan memperluas lini bisnis. Ia juga menaruh harapan besar agar PNM Mekaar dan BRI dapat terus memperkuat peran dalam memberdayakan perempuan, khususnya pelaku usaha ultra mikro, dengan dukungan yang berkelanjutan dan inklusif.
Menutup kisahnya, Nia menyampaikan pesan inspiratif bagi perempuan lain yang ingin memulai usaha. “Usaha yang baik adalah usaha yang dijalankan, bukan hanya yang dipikirkan. Semoga keberuntungan selalu menyertai perempuan yang ingin membantu memperbaiki ekonomi keluarga,” tuturnya.
Kisah Nia Anggraini menjadi bukti bahwa dari usaha sederhana seperti tahu, perempuan Indonesia mampu menciptakan dampak besar—tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi lingkungan sekitarnya.
Tulisan ini telah tayang di halojatim.com oleh Redaksi pada 16 Apr 2026