Bioskop
Kamis, 26 Maret 2026 09:56 WIB
Penulis:Redaksi
Editor:Redaksi

JAKARTA - Risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia perlu mendapat perhatian serius. Musim kemarau pada 2026 diperkirakan akan berlangsung lebih lama dibandingkan kondisi normal.
Situasi ini berpotensi memperbesar ancaman kekeringan serta karhutla, khususnya di daerah-daerah rawan seperti Kalimantan.
Di sisi lain, kemungkinan munculnya El Nino dengan kategori lemah hingga sedang pada paruh kedua tahun ini diperkirakan berada di kisaran 50–60%, yang dapat semakin memperparah kondisi musim kemarau.
Secara nasional, sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi akan mengalami pergeseran awal musim kemarau lebih cepat dibandingkan rerata klimatologis dalam 30 tahun terakhir.
“Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami kemarau lebih awal dibandingkan rerata klimatologinya,” ungkap Kepala BMKG Stasiun SAMS Sepinggan Balikpapan, Djoko Sumardiono pada Rabu 25 Maret 2026.
Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juli di sejumlah wilayah Indonesia, seperti Sumatra, Kalimantan bagian tengah dan utara, serta sebagian wilayah Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku hingga Papua bagian barat.
Sementara itu, Kalimantan Timur diprediksi memasuki puncak kemarau pada Agustus. BMKG juga mengingatkan durasi kemarau tahun ini berpotensi lebih panjang dari biasanya, sehingga diperlukan langkah antisipasi sejak dini.
Di sektor pertanian, petani diimbau menyesuaikan jadwal tanam dengan memilih varietas yang lebih hemat air dan tahan kekeringan.
Upaya pencegahan juga dilakukan lintas sektor, termasuk melalui Apel Nasional Kesiapsiagaan Karhutla di Riau yang melibatkan kementerian dan lembaga.
Di sisi lain, BMKG menegaskan tidak mengenal istilah “Godzilla El Nino” yang beredar di media sosial. “BMKG tidak mengenal istilah tersebut,” tegas Djoko.
Masyarakat diminta mengacu pada informasi resmi serta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau. ***
Tulisan ini telah tayang di ibukotakini.com oleh Muhammad S.J pada 25 Mar 2026