ASN
Kamis, 02 Juli 2026 11:19 WIB
Penulis:Redaksi
Editor:Redaksi

JAKARTA - Pemerintah kembali membuka pendaftaran Program Magang Nasional 2026 Angkatan II yang dimulai pada 15 Juli 2026. Program yang diselenggarakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) ini bertujuan meningkatkan peluang kerja sekaligus membekali para lulusan baru dengan pengalaman sebelum memasuki dunia kerja.
Pada pelaksanaan tahun ini, kuota peserta ditingkatkan menjadi 150.000 orang atau naik 50% dibandingkan angkatan sebelumnya yang hanya menyediakan 100.000 kursi. Penambahan kuota tersebut diharapkan dapat memberi kesempatan lebih luas bagi fresh graduate yang masih mencari pekerjaan.
Selain pengalaman kerja selama enam bulan, peserta juga akan memperoleh uang saku yang mengikuti standar Upah Minimum Provinsi (UMP) atau Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di lokasi penempatan. Di sejumlah daerah, nominalnya bahkan bisa mencapai Rp6 juta per bulan.
Berikut panduan lengkap mengenai syarat, cara daftar, jadwal, hingga besaran uang saku Program Magang Nasional 2026.
BACA JUGA: 3 Penyebab Pemicu Harga Emas Masih Koreksi di Awal Juli 2026
Program Magang Nasional 2026 menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam menekan angka pengangguran, khususnya di kalangan lulusan perguruan tinggi. Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp4,2 triliun untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.
Total kuota sebanyak 150.000 peserta dibagi ke dalam tiga gelombang atau batch, masing-masing sebanyak 50.000 peserta. Batch pertama membuka pendaftaran pada 15–28 Juli 2026, sedangkan batch kedua dan ketiga akan dibuka secara bertahap hingga akhir tahun.
Penambahan kuota tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas kesempatan kerja bagi lulusan baru. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan penambahan kuota merupakan amanah pemerintah agar kualitas Program Magang Nasional terus ditingkatkan sekaligus menjangkau lebih banyak pencari kerja.
Baca juga : ICM Kelola 10 Juta Liter Air Limbah per Hari, Dorong Properti Lebih Hijau
Program ini terbuka bagi lulusan perguruan tinggi yang baru menyelesaikan pendidikan. Persyaratan utamanya meliputi,
Dengan ketentuan tersebut, kesempatan mengikuti program tidak hanya terbuka bagi lulusan yang baru wisuda, tetapi juga bagi mereka yang lulus hingga satu tahun sebelumnya.
Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui platform MagangHub Kemnaker. Calon peserta dapat mengikuti langkah berikut,
Peserta disarankan memastikan seluruh data yang diunggah sesuai dokumen resmi serta menggunakan alamat email dan nomor telepon yang masih aktif agar tidak melewatkan informasi seleksi.
Baca juga : Analisis dan Insight Harga Emas Antam Hari Ini 30 Juni 2026
Salah satu informasi yang paling banyak dicari adalah mengenai besaran uang saku peserta. Pemerintah menegaskan nominal Rp6 juta bukan diberikan kepada seluruh peserta.
Besaran uang saku mengikuti standar UMP atau UMK di wilayah tempat peserta menjalani magang. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa peserta akan memperoleh penghasilan sekitar Rp3,5 juta hingga Rp6 juta per bulan, tergantung lokasi penempatan.
Artinya, peserta yang ditempatkan di wilayah dengan UMP tinggi seperti DKI Jakarta berpotensi menerima uang saku mendekati Rp6 juta. Sebaliknya, peserta yang ditempatkan di provinsi dengan UMP lebih rendah akan menerima nominal sesuai ketentuan daerah masing-masing.
Sebagai gambaran, UMP 2026 di DKI Jakarta mencapai sekitar Rp5,73 juta, sedangkan Jawa Barat sekitar Rp2,31 juta, Jawa Tengah Rp2,32 juta, DI Yogyakarta Rp2,41 juta, dan Jawa Timur sekitar Rp2,44 juta.
Meski nominalnya berbeda, peserta tetap memperoleh manfaat lain berupa pengalaman kerja, pendampingan mentor, serta perlindungan BPJS Ketenagakerjaan yang mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
Baca juga : Jangan Asal Ikut IPO, Cek 7 Hal Ini Sebelum Serok Saham Baru
Program ini juga menunjukkan hasil yang cukup positif berdasarkan evaluasi angkatan sebelumnya. Data Kemnaker mencatat sekitar 30% peserta langsung memperoleh tawaran menjadi karyawan tetap setelah menyelesaikan magang selama enam bulan.
Selain itu:
Evaluasi tersebut dilakukan berdasarkan survei terhadap 65.245 peserta dan 7.217 mentor dari perusahaan mitra.
Bagi banyak lulusan baru, tantangan terbesar saat mencari pekerjaan adalah persyaratan pengalaman kerja.
Program Magang Nasional dirancang untuk menjembatani kesenjangan tersebut dengan memberikan pengalaman kerja nyata di perusahaan, BUMN, kementerian, maupun lembaga pemerintah yang menjadi mitra program.
Saat ini terdapat lebih dari 8.000 perusahaan dan institusi yang telah bergabung sebagai mitra penyelenggara. Selain memperoleh pengalaman profesional, peserta juga memiliki peluang membangun jaringan kerja, meningkatkan keterampilan, dan memperbesar kesempatan direkrut sebagai karyawan tetap setelah program selesai.
Dengan kuota yang meningkat menjadi 150.000 peserta dan dukungan anggaran Rp4,2 triliun, Program Magang Nasional 2026 menjadi salah satu peluang terbesar bagi fresh graduate untuk memulai karier.
Bagi calon peserta, menyiapkan akun SIAPKerja, melengkapi dokumen sejak dini, serta memilih posisi yang sesuai kompetensi dapat meningkatkan peluang lolos seleksi ketika pendaftaran dibuka pada 15 Juli 2026.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Muhammad Imam Hatami pada 30 Jun 2026