Minggu, 23 Mei 2021 06:33 WIB
Penulis:E. Ariana

Denpasar, Balinesia.id - Salah satu dukungan pemerintah pusat untuk menggeliatkan perekonomian Bali adalah program “Work from Bali”. Melalui program ini, lembaga-lembaga negara akan bekerja dan menggelar kegiatan di Bali, sehingga dapat mendenyutkan kembali ekonomi Bali yang sebelumnya bergantung pada pariwisata.
“Kami mendorong Pemerintah Pusat segera merealisasikan program ‘Work from Bali’, mengingat, pergerakan perekonomian di Bali hingga saat ini belum masif,” kata Ketua Bali Tourism Board (BTB), Ida Bagus Agung Partha Adnyana, dalam Jumpa Pers “Let's Bring Bali Back” yang digelar di Sanur, Denpasar, Sabtu (22/5/2021).
Ia menjelaskan, konsep “Work from Bali” nantinya akan melibatkan elemen kementerian, lembaga negara, lembaga negara non-kementerian, dan BUMN untuk melaksanakan kegiatannya di Bali. Dalam catatan pihaknya, setidaknya ada 13 lembaga negara, 30 kementerian, 28 lembaga negara non-kementerian, dan 114 BUMN di Indonesia.
“Jika mereka menggelar kegiatan di Bali, maka akan sangat membantu mendorong pergerakan perekonomian di Bali. Venue, professional conference organizer, event organizer, travel, dan juga UMKM akan tergerak,” katanya.
Melalui langkah itu, lanjutnya, ribuan pekerja di Bali akan terselamatkan. Program Work from Bali ini pun dinyatakan akan digelar di seluruh kabupaten dan kota, sehingga dapat meratakan pergerakan uang di Bali. “Jadi, bukan hanya terpusat di Badung dan Denpasar saja,” katanya.
Ia mengakui, selama lebih dari setahun ke belakang ketika pandemi Covid-19 melanda dunia, Bali yang merupakan tujuan wisata, menjadi daerah yang sangat terdampak dibanding dengan daerah lain yang berbasis industri non-pariwisata.
“Sebab, industri pariwisata mengutamakan pada traffic manusia, sementara pandemi Covid-19 telah memaksa pembatasan traffic manusia,” katanya.
Selama pandemi menyebar, Bali sejatinya juga telah berupa berlaku adaptif dengan cara berupaya untuk ‘bersahabat’ dengan pandemi Covid-19. Langkah nyatanya adalah dengan disiplin penerapan protokol kesehatan (prokes) termasuk penerapan CHSE (cleanliness, health, safety, and environment sustainability atau kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kelestarian lingkungan).
Program vaksinasi Covid-19 di Bali juga sudah dilakukan secara masif. Vaksinasi telah dilakukan kepada seluruh lapisan masyarakat sebagai upaya terbentuknya kekebalan komunal.
“Kesiapan masyarakat Bali itu sudah ditunjukkan dengan mulai digelarnya sejumlah aktivitas MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition) dengan jumlah peserta terbatas, dan kemudian terus ditambah kapasitas pesertanya. Semuanya berjalan lancar dan baik-baik saja, namun pada akhirnya, upaya masyarakat Bali itu harus tetap mendapat support oleh pemerintah yang harus mendorong produktivitas dalam berusaha. Sehingga, perekonomian akan bergerak tumbuh,” imbuhnya. jpd