Investasi
Rabu, 15 Juli 2026 12:31 WIB
Penulis:Justina Nur Landhiani

JAKARTA — Ketika mengambil suatu keputusan keuangan, tidak sedikit orang yang merasa telah berpikir secara rasional.
Padahal, bisa jadi mereka justru tidak sadar bahwa keputusan yang mereka ambil justru dipengaruhi oleh informasi pertama yang diterima, baik berupa angka, harga, atau pendapat seseorang.
Hal ini dikenal sebagai sebuah fenomena psikologis yang disebut anchoring bias atau efek jangkar.
BACA JUGA: Mengenal Virdian, Eks Ketua BEM Unpad Masuk 22 Sosok Reset Indonesia
Lalu, apa itu anchoring bias dan dampaknya terhadap keputusan keuangan? Simak penjelasan berikut ini.
Seperti yang dilansir dari Verywell Mind, anchoring bias adalah bias kognitif yang mendorongmu menjadikan informasi awal sebagai acuan utama ketika membuat suatu keputusan.
Bias ini bahkan bisa memengaruhi siapa saja, terlepas dari jenis kelamin atau faktor eksternal lainnya. Bahkan, informasi atau angka yang sebenarnya tidak berkaitan tetap bisa memengaruhi penilaian seseorang.
Contohnya, dalam sebuah penelitian, peserta diminta untuk memutar roda yang menghasilkan angka acak antara 0 hingga 100. Setelah itu, mereka ditanya berapa banyak negara di Afrika yang menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Hasilnya, peserta yang mendapatkan angka tinggi cenderung memberikan perkiraan jumlah negara yang lebih tinggi. Sebaliknya, peserta yang memperoleh angka rendah memberikan jawaban yang lebih rendah pula.
Padahal, angka dari roda putar tersebut sama sekali tidak ada hubungannya dengan pertanyaan. Meski begitu, angka pertama yang mereka lihat menjadi "jangkar" atau anchor dalam membuat perkiraan.
BACA JUGA: Mengungkap Penguasa Bisnis Air Minum dalam Kemasan di Indonesia
Anchoring bias bisa sangat berdampak pada keuanganmu. Contohnya, saat kamu berselancar di internet untuk membeli sebuah mobil, katakanlah harganya Rp100 juta.
Lalu, ketika kamu datang ke dealer, penjual ternyata ada yang menjual mobil yang sama tapi harganya Rp99,5 juta. Kamu akan merasa ini adalah penawaran yang bagus karena harganya lebih murah Rp500 ribu dari perkiraan awal.
Akan tetapi, ternyata ada dealer lain yang menjual mobil yang sama tapi harganya cuma Rp97 juta. Itu artinya kalau kamu membeli mobil senilai Rp99,5 juta, kamu membayar Rp2,5 juta lebih mahal daripada harga terbaik yang tersedia.
Lalu, mengapa orang-orang cenderung begitu cepat menerima tawaran pertama?
BACA JUGA: Waspada! Ini Dampak Kamu Terjebak Confirmation Bias Saat Investasi
Itu karena angka Rp100 juta adalah angka yang kamu lihat pertama kali dan sudah menjadi jangkar atau anchor dalam pikiranmu.
Selama harga yang ditawarkan berada di bawah angka tersebut, kamu akan menganggapnya sebagai penawaran yang menarik meski sebenarnya masih ada harga yang jauh lebih murah.
Itu artinya, anchoring bias bisa membuatmu lebih percaya pada informasi pertama yang kamu terima, meski informasi berikutnya menunjukkan pilihan yang lebih baik.
Anchoring bias tidak hanya memengaruhi urusan belanjamu, tapi juga soal negosiasi ketika meminta kenaikan gaji.
Saat negosiasi dengan atasan, banyak orang ragu untuk menyebutkan angka terlebih dahulu. Padahal, banyak penelitian menunjukkan bahwa pihak yang pertama kali menyebutkan angka seringkali memiliki keuntungan.
Misalnya, kamu mengajukan kenaikan gaji sebesar Rp12 juta per bulan. Angka inilah yang akan jadi jangkar atau anchor dalam proses negosiasi.
Selanjutnya, pembicaraan biasanya akan berputar di sekitar angka itu, sehingga peluang kamu mendapatkan penawaran yang lebih tinggi menjadi lebih besar dibanding jika kamu membiarkan atasan menentukan angka lebih dulu.
Anchoring bias bisa mendorongmu menjadikan informasi pertama yang kamu terima sebagai acuan utama ketika mengambil keputusan.
Bias ini bisa memengaruhi berbagai aspek kehidupan mulai dari belanja, negosiasi gaji, mengasuh anak, sampai mengambil keputusan tentang kesehatan.
Agar anchoring bias tidak merugikan kehidupanmu, ada baiknya sebelum mengambil keputusan penting kamu mencari informasi dari berbagai sumber dan jangan terpaku pada angka atau informasi pertama yang kamu terima.
Dengan begitu, keputusan yang kamu ambil akan lebih rasional dan objektif.
Itu tadi penjelasan mengenai dampak anchoring bias terhadap keputusanmu dalam mengelola keuangan dan cara mengelolanya agar tetap menguntungkan.