Selasa, 28 April 2020 05:00 WIB
Penulis:Rohmat
Denpasar - Telah terjadi penambahan kasus positif sebanyak 7 orang, 6 di antaranya adalah imported case dan 1 dari daerah terjangkit.
Sehingga secara akumulatif jumlah kasus menjadi 193 orang (8 orang WNA, dan 185 warga Indonesia) sampai Senin (27/4/2020).
Update perkembangan kasus disampaikan Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 yang juga Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra.
Dari 185 orang warga Indonesia bisa dirinci menjadi 145 imported case (terdiri dari 120 PMI, 3 non PMI dan 22 orang yang melakukan perjalanan dari daerah terjangkit), sedangkan 40 orang di antaranya atau sekitar 20,72% adalah penularan melalui transmisi lokal.
“Kasus sembuh sebanyak 6 orang (5 PMI dan 1 pasien transmisi lokal) sehingga jumlah pasien yang sembuh sebanyak 81 orang. Tidak ada penambahan kasus meninggal. Pasien dalam masa perawatan berjumlah 108 orang, yang dirawat di 11 RS rujukan dan di 2 tempat karantina yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Bali,” terang Indra.
Yang menjadi perhatian pemerintah saat ini adalah transmisi lokal yang sebesar 20,72% yang artinya ada yang terjangkit karena melakukan interaksi jarak dekat dengan pasien positif Covid-19, baik di rumah, di RS maupun di ruang publik.
Untuk itu, masyarakat diharapkan tetap disiplin menjaga jarak, menggunakan masker, perilaku hidup sehat dan bersih. Selain transmisi lokal pemerintah juga meperhatikan masih adanya penambahan angka positif pada WNI dari daerah terjangkit.
Indra berharap agar masyarakat tidak mudik. Jika semua bisa diterapkan dengan disiplin, maka angka penambahan dipastikan bisa ditekan seminim mungkin.
Dikatakan, pencegahan penyebaran penyakit ini bukan hanya tugas pemerintah, namun tugas bersama dengan masyarakat. Untuk itu masyarakat juga diharapkan terus menjaga kebersihan dan kesehatan.
"Rajin olah raga bisa meningkatkan imun kita. Jika semua berkomitmen untuk menghentikan penyebaran penyakit ini, kunci satu-satunya saat ini adalah disiplin. Karena bagaimanapun Covid-19 telah menyebabkan gangguan ekonomi dan sosial di tengah masyarakat,” beber Dewa Indra.
Mengenai pasien Covid-19 yang dirawat saat ini, Sekda Dewa Indra memastikan tidak ada satu pun di antara mereka dalam keadaan yang menunjukkan gejala berat atau dalam perawatan intensif. Menurutnya, saat ini bahkan para pasien sedang menunggu hasil test SWAB.
Mengenai penambahan ODP dan PDP akhir-akhir ini, Sekda Dewa Indra menjelaskan hal tersebut karena tracing pasien COvid-19 yang dilakukan oleh tim surveillance di kabupaten/kota. Ditemukannya ODP dan PDP baru karena tim melakukan tracing, mendata dan dilaporkan ke gugus tugas.
Indra juga mengapresiasi dan berterima kasih pada warga masyarakat Bali, karena sudah tidak ada lagi laporan penolakan terhadap tempat karantina di Kabupaten/Kota.
“Gugus tugas juga sudah tidak menerima lagi laporan tentang penolakan atau pengucilan oleh masyarakat terhadap saudara PMI kita yang baru tiba di Bali. Ini menunjukkan jika masyarakat sudah semakin paham terhadap resiko penyakit tersebut,” jelasnya.