Bioskop
Senin, 02 Maret 2026 12:42 WIB
Penulis:Redaksi
Editor:Redaksi

JAKARTA– Industri film Tanah Air kembali meramaikan layar lebar dengan sederet judul terbaru. Memasuki bulan Maret, bioskop Indonesia sudah menyiapkan berbagai pilihan film dari beragam genre, mulai dari drama keluarga yang menghangatkan hati hingga horor yang menegangkan.
Sejumlah film menarik siap menghiasi bioskop, seperti Setannya Cuan, Juara Sejati, Na Willa, hingga Danur: The Last Chapter. Keberagaman tema dan alur cerita yang ditawarkan membuat penonton punya lebih banyak opsi tontonan di tengah padatnya jadwal rilis film bulan ini.
Buat kamu yang gemar menikmati film di bioskop, berikut ini beberapa rekomendasi film Indonesia yang tayang sepanjang Maret 2026. Yuk, simak daftar lengkapnya!
Berikut deretan film bioskop yang tayang Maret 2026:
Film Setannya Cuan memadukan unsur horor dan komedi dalam satu rangkaian cerita. Kombinasi tersebut menciptakan atmosfer yang mencekam, namun tetap dihiasi sentuhan humor yang menghibur.
Kisahnya terinspirasi dari realitas sosial terkait tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat. Film ini menyoroti cerita tentang ambisi terhadap angka keberuntungan serta praktik-praktik mistis yang ditempuh demi meraih keuntungan secara cepat dan instan.
Film Setannya Cuan diperkuat oleh jajaran pemain berbagai generasi dengan latar belakang komedi yang kuat. Deretan bintangnya antara lain Nadine Alexandra, Joe P Project, Fico Fachriza, Dimas Andrean, Anyun Cadel, Candil, Ben Kasyafani, Mega Carefansa
Sejak kecil, Elang bersahabat dengan Melati, gadis tomboy yang memiliki rambut gimbal sejak lahir. Di kampung mereka, rambut gimbal diyakini menyimpan makna spiritual, sehingga pemotongannya tidak bisa dilakukan sembarangan dan harus melalui ritual khusus, dengan syarat keinginan sang anak dipenuhi.
Sementara, ada Rafi, sahabat mereka yang berasal dari keluarga kaya dan terbiasa memperoleh segala hal yang ia inginkan. Perbedaan latar belakang tak meretakkan persahabatan mereka. Justru, ketiganya saling menguatkan dan belajar tentang pentingnya kerja keras, kesabaran, serta keberanian dalam meraih impian.
Berbagai tantangan yang mereka hadapi membuat mereka menyadari bahwa menjadi juara sejati bukan semata-mata soal meraih kemenangan, melainkan tentang menghargai proses dan memiliki keteguhan hati dalam menghadapi realitas kehidupan.
Film mengisahkan sekelompok mahasiswa yang memilih menghabiskan akhir pekan di sebuah vila tua yang terletak jauh dari keramaian. Awalnya, liburan tersebut terasa menyenangkan. Namun suasana berubah mencekam ketika salah satu dari mereka ditemukan meninggal secara misterius.
Dalam keadaan panik, mereka mencoba menerobos hutan demi mencari bantuan. Akan tetapi, setiap upaya untuk keluar seolah terhalang oleh kekuatan gaib yang tak terlihat. Amir yakin ada entitas gelap yang mengendalikan keadaan dan mengincar mereka satu per satu.
Terperangkap di lokasi yang dianggap terkutuk tanpa kepastian keselamatan, mereka harus berpikir cepat dan melawan ketakutan untuk bisa bertahan hidup. Film ini dibintangi oleh Haydar Salishz, Putri Anggi, Adhin Abdul Hakim, Anastasia Herzigova, dan Winner Wijaya.
Film ini mengisahkan Willa, gadis kecil berusia enam tahun yang percaya dunia kecilnya di sebuah gang di Surabaya adalah tempat paling indah dan penuh keajaiban. Di sana, lagu-lagu dari radio seolah memiliki nyawa, kios favoritnya selalu menyimpan kejutan, dan setiap hari terasa seperti petualangan seru bersama teman-temannya.
Namun, segalanya mulai berubah ketika sahabatnya mengalami kecelakaan dan teman-teman bermainnya satu per satu masuk sekolah. Dunia Willa perlahan terasa berbeda dan semakin sunyi. Ia bertekad menyusul mereka ke taman kanak-kanak, berharap semuanya bisa kembali seperti dulu.
Kehidupan sekolah justru membawanya ke dunia baru yang terasa asing, dipenuhi aturan, batasan, dan perasaan kurang dipahami. Dari sanalah Willa belajar, proses tumbuh dewasa berarti menerima perubahan. Ia menyadari bahwa keajaiban tidak benar-benar hilang, melainkan hanya berpindah tempat.
Dikisahkan dari sudut pandang seorang anak, Na Willa hadir sebagai film keluarga bernuansa hangat dan magis untuk momen Lebaran, mengajak anak-anak maupun orang dewasa kembali memandang dunia dengan rasa takjub dan imajinasi yang segar.
Setiap Lebaran, Arga (Ardit Erwandha) kerap menjadi bahan sindiran keluarga. Di antara para sepupunya yang telah mapan, Arga yang sudah tiga tahun menganggur semakin diliputi rasa rendah diri.
Kondisi ekonomi yang kian sulit, tuntutan sang kekasih untuk segera menikah, adiknya (Adzana Ashel) yang terancam tak bisa melunasi biaya kuliah, hingga rumah nenek yang mereka tempati terancam dijual, semakin menambah beban di pundaknya.
Pertikaian Mutia (Nadya Arina) dan sang ibu, Retno (Meriam Bellina), membuatnya pergi dari rumah demi membuktikan ia bisa sukses secara mandiri. Tiga tahun kemudian, peluang kenaikan jabatan Mutia di perusahaan properti tempatnya bekerja justru tersandung proyek penggusuran Mercusuar, toko roti legendaris milik Retno.
Tak memiliki pilihan lain, Mutia terpaksa pulang dan bekerja sama dengan kakak serta adiknya untuk mencoba meluluhkan hati sang ibu agar bersedia menjual Mercusuar.
Suzzanna (Luna Maya) menjadi sosok yang dicintai Bisman (Clift Sangra), penguasa desa yang dikenal kejam. Namun, karena kekuasaan membuat Bisman tega menyantet ayah Suzzanna hingga tewas. Diliputi dendam, Suzzanna terdorong mempelajari ilmu santet.
Ketika balas dendam, Suzzanna menyadari kekuatan Bisman jauh lebih besar. Di tengah konflik itu, ia justru menaruh hati pada Pramuja (Reza Rahadian), seorang pria religius yang tidak mengetahui rahasia kelam yang ia simpan. Pada akhirnya, Suzzanna harus memilih melanjutkan dendamnya atau mempertaruhkan segalanya demi cinta.
Berlatar pada abad ke-22, krisis air parah mengancam keberlangsungan hidup manusia di Bumi. Pelangi (Messi Gusti), anak pertama yang lahir di Mars, memulai petualangan menantang ditemani sekelompok robot rusak yang justru menjadi sahabat setianya.
Mereka mengemban misi menemukan Zeolit Omega, mineral langka yang dipercaya dapat menyelamatkan masa depan Bumi. Namun, perjalanan itu tidak mudah karena dibayangi ancaman Nerotek, korporasi raksasa yang menguasai sumber air dan memiliki ambisi besar. Demi menguasai temuan berharga tersebut, Nerotek siap melakukan segala cara.
Setelah bertahun-tahun berpisah dari sahabat-sahabat hantunya, Risa (Prilly Latuconsina) memilih melanjutkan hidup dan menutup diri dari komunikasi dengan dunia gaib. Namun keputusannya goyah saat sang adik, Riri (Zee Asadel), dilamar di sebuah gedung pertunjukan tua dan mulai menunjukkan sikap yang tak biasa menjelang hari pernikahannya.
Tak hanya perubahan pada Riri, Risa juga dihantui berbagai peristiwa ganjil, seolah-olah ia merasakan kematian tragis berulang kali. Ia pun menduga rangkaian kejadian tersebut berkaitan dengan Peter Cs, teman-teman hantunya, yang tengah berusaha menyampaikan pesan penting kepadanya.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Distika Safara Setianda pada 01 Mar 2026