7 Pekerjaan yang Paling Berisiko Hilang pada 2030, Waspada!

Selasa, 13 Januari 2026 10:23 WIB

Penulis:Justina Nur Landhiani

7 Pekerjaan yang Paling Berisiko Hilang pada 2030, Waspada!
7 Pekerjaan yang Paling Berisiko Hilang pada 2030, Waspada! (freepik.com/pch.vector)

JAKARTA — Seiring berjalannya waktu, zaman yang berubah, teknologi yang semakin berkembang membuat banyak hal juga ikut menyesuaikan, salah satunya soal pekerjaan.

Dulu, ada profesi yang mungkin aneh terdengar saat ini, seperti knocker-upper yang bertugas membangunkan orang saat jam alarm belum ada. Ada juga loper susu yang mengantarkan susu ke rumah-rumah, hingga operator lift yang wajib ada saat lift masih jadi teknologi baru.

Namun, seperti yang Anda tahu, pekerjaan-pekerjaan di atas sudah tak ada lagi berkat kemajuan teknologi dan perubahan perilaku masyarakat.

BACA JUGA: Mengungkap Risiko Pengangguran Massal Akibat Penggunaan AI

Ke depan, diprediksi semakin banyak pekerjaan yang akan bernasib serupa, apalagi karena kini kecerdasan buatan (AI) berkembang semakin cepat. 

Language model AI mampu melakukan percakapan panjang sekaligus dengan gaya bahasa yang personal sehingga dapat semakin mengubah tren pekerjaan yang akan datang.

Oleh karena itu, penting bagi Anda mengetahui apa saja pekerjaan yang berpotensi menghilang pada 2030 agar Anda bisa bersiap mulai dari sekarang.

Pekerjaan yang Paling Berisiko Punah pada 2030

1. Kasir

Pekerjaan yang Paling Berisiko Punah pada 2030: Kasir

Saat ini adanya mesin self-checkout membuat kebutuhan akan sumber daya manusia yang mengisi posisi kasir semakin berkurang. Ke depan, tren ini akan semakin diperkuat dengan adanya smart cart atau troli pintar yang memudahkan pelanggan memindai dan membayar barang langsung ketika belanja.

BACA JUGA: 7 Alasan Kuat untuk Mulai Mempertimbangkan Resign

2. Teller Bank

Semakin banyak orang kini melakukan transaksi perbankan secara online. Bahkan, mengambil uang sekarang tak harus menggunakan kartu ATM dan diklaim lebih aman.

Kehadiran bank digital tanpa kantor fisik semakin membuktikan bahwa layanan bank tidak selalu membutuhkan cabang. Demi efisiensi biaya, bank bisa menutup sebagian kantor, sehingga kebutuhan teller ikut menurun.

3. Agen Perjalanan

Pekerjaan yang Paling Berisiko Punah pada 2030: Agen Perjalanan

Dengan adanya tools kecerdasan buatan seperti ChatGPT memudahkan masyarakat untuk melakukan riset rekomendasi wisata sendiri tanpa membutuhkan agen perjalanan.

Tidak hanya itu, situs pemesanan online akan membuat pengguna semakin mudah mengatur perjalanan sehingga peran agen perjalanan jadi semakin terbatas.

4. Agen Call Center

Sekarang sudah ada chatbot berbasis AI yang mampu menangani pertanyaan dasar setiap pelanggan. 

Semakin canggih teknologi AI, membuat permintaan terhadap agen call center bisa menurun karena AI bisa langsung berbicara dan menjawab pertanyaan umum dari pelanggan secara otomatis.

BACA JUGA: 6 Prediksi Side Hustle yang Akan Jadi Tren di 2026

5. Sopir Taksi

Pekerjaan yang Paling Berisiko Punah pada 2030: Sopir Taksi

Layanan transportasi online yang sering Anda jumpai kini sudah lebih dulu menekan jumlah sopir taksi. Ke depannya, kendaraan tanpa pengemudi (mobil otonom) bisa semakin mengancam profesi ini. 

Mobil otonom dapat beroperasi 24 jam dan dalam jangka panjang berpotensi lebih murah dibandingkan jasa sopir manusia.

Namun tidak dapat dipungkiri orang-orang masih membutuhkan supir taksi dari brand yang kredibel dan bertanggung jawab karena merasa lebih nyaman dan aman.

6. Pekerja Gudang

Perusahaan besar seperti Amazon dan Walmart telah lama terjun berinvestasi langsung pada AI dan robot untuk mengurangi pekerjaan manual. Meski manusia tetap dibutuhkan, posisi pengisi dan penyusun barang di gudang bisa tergeser oleh robot yang bekerja lebih cepat dan efisien.

7. Petugas Entri Data

Pekerjaan yang Paling Berisiko Punah pada 2030: Petugas Entri Data

AI mampu memasukkan, membaca, dan mengatur data dengan cepat serta minim kesalahan. 

Seiring kemajuan teknologi, peluang kerja sebagai petugas entri data diperkirakan akan semakin menyusut.

Itu tadi beberapa pekerjaan yang terancam akan hilang pada 2030.