motor
Kamis, 29 Oktober 2026 14:16 WIB
Penulis:Justina Nur Landhiani

JAKARTA — Mobil tak hanya merupakan alat transportasi yang bisa membantu memperlancar aktivitas sehari-hari, tapi juga menjadi aset yang harus dirawat agar tetap awet sehingga nyaman digunakan.
Sayangnya, tanpa disadari, kita kerap melakukan beberapa kebiasaan saat berkendara yang justru bisa memperpendek usia mobil.
Meski terlihat sepele, kebiasaan ini bisa membuat komponen mobil jadi lebih cepat aus, meningkatkan risiko kerusakan komponen, bahkan meningkatkan biaya perbaikan.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui kebiasaan apa saja yang bisa memperpendek usia mobil agar kamu bisa menghindarinya, seperti yang dilansir dari Reader’s Digest.
BACA JUGA: 6 Cara Menghemat Tagihan Rumah Tangga Saat Cuaca Panas Seperti Sekarang
Mobil membutuhkan pergantian oli mesin sesuai jadwal atau bahkan lebih sering kalau memang diperlukan.
Mengganti oli mesin secara teratur akan membantu mengurangi penumpukan zat yang bisa menyebabkan mesin jadi korosi. Hal ini penting untuk dilakukan, apalagi kalau mobilmu lebih sering digunakan untuk berkendara di dalam kota.
Mesin yang masih dingin membutuhkan waktu untuk bisa mencapai suhu kerja normal.
Oleh karena itu, kamu perlu memanaskan mesin mobil dulu sebelum mengendarainya dan menghindari menginjak pedal gas dalam-dalam, atau melakukan akselerasi dengan cepat sebelum indikator suhu mesin menunjukkan kondisi normal.
BACA JUGA: 7 Cara Gunakan Kartu Kredit dengan Bijak, Jaga Keuangan Tetap Sehat!
Kebiasaan menginjak pedal rem secara mendadak dan terlalu keras bisa menyebabkan kampas rem dan cakram rem jadi cepat aus secara tidak normal.
Akibatnya, kedua komponen ini harus diganti lebih sering kalau kamu sering mengerem mobil secara mendadak.
Mungkin mencuci mobil bagi sebagian orang adalah hal yang sepele. Padahal, mencuci mobil secara rutin bisa melindungi cat dan mengurangi risiko karat.
Selain itu, penting juga membersihkan bagian bawah mobil dan bawah kap mesin.
Membersihkan bagian luar mesin secara berkala bisa menghilangkan endapan kotoran dan sisa material yang menumpuk. Kalau dibiarkan, kotoran ini bisa mempercepat penurunan kondisi mesin.
BACA JUGA: 5 Cara Hemat Kuota Internet Agar Tagihan Pulsa Makin Irit
Suspensi yang ada di mobil memang dirancang untuk meredam guncangan akibat permukaan jalan yang tidak rata. Akan tetapi, kemampuannya tetap ada batasnya.
Kadang-kadang, lubang di jalanan memang sulit dihindari. Akan tetapi, kalau kamu melewatinya dengan kecepatan lebih tinggi dari kecepatan sangat pelan bisa membuat pelek roda bengkok dan merusak komponen suspensi maupun sistem pengereman.
Nekat mengendarai mobil sampai lampu indikator bahan bakar menyala, bahkan masih menempuh jarak sekitar 16 kilometer setelahnya bisa membuat kotoran dan endapan yang terkumpul di dasar tangki bisa ikut terbawa ke dalam sistem bahan bakar dan mesin.
BACA JUGA: 5 Trik Atur AC Agar Rumah Lebih Sejuk dan Hemat Listrik
Kalau kamu terlalu lama tidak menggunakan mobil, hal itu bisa membuat aki mobil kehilangan daya dan bentuk bannya bisa berubah karena terlalu lama menahan beban di posisi yang sama. Tidak hanya itu, jarang mengendarai mobil bisa menyebabkan bensin di dalam tangki jadi basi.
Maka dari itu, kalau kamu ingin menyimpan mobil dalam waktu lama, coba carilah tempat yang sesuai dan sebaiknya di dalam ruangan. Jangan lupa cuci mobil terlebih dahulu untuk melindungi catnya.
Jangan lupa tambahkan tekanan ban sesuai kebutuhan penyimpanan agar bentuknya tetap terjaga. Kamu juga dapat menggunakan kapur barus yang telah diberi minyak peppermint terlebih dahulu untuk membantu mengusir hewan pengerat, dan hubungkan aki ke pengisi daya dengan arus kecil agar dayanya tetap terjaga.
Itu tadi beberapa kebiasaan buruk yang dapat memperpendek usia mobil, jangan anggap remeh!