Investasi
Rabu, 25 Februari 2026 13:45 WIB
Penulis:Redaksi
Editor:Redaksi

JAKARTA - Gaya hidup orang-orang dengan pendapatan tinggi di berbagai negara ternyata memiliki pola yang mirip dan konsisten, mulai dari strategi mengatur keuangan hingga komitmen terhadap pengembangan diri.
Sejumlah laporan riset global menyebutkan bahwa kebiasaan tersebut bukan hanya relevan bagi kalangan atas, tetapi juga bisa diterapkan oleh kelas menengah sebagai langkah realistis untuk memperkuat kondisi finansial.
Berbagai studi internasional turut mendukung temuan ini. World Economic Forum (WEF) menyoroti pentingnya literasi keuangan, manajemen waktu yang efektif, serta kebiasaan belajar sepanjang hayat sebagai faktor utama yang memengaruhi daya saing individu di tengah dinamika ekonomi modern.
Sementara berbagai studi kebiasaan finansial global, termasuk penelitian perilaku individu berpenghasilan tinggi di Amerika Serikat dan Eropa, menunjukkan bahwa kesuksesan finansial lebih banyak ditentukan oleh konsistensi rutinitas dibandingkan lonjakan penghasilan sesaat.
BACA JUGA: 7 Kebiasaan Keuangan ala Jepang yang Bikin Anda Kaya
Berdasarkan laporan OECD Financial Literacy Outlook menyebut kemampuan mengelola uang, menetapkan tujuan, dan memantau pengeluaran sebagai keterampilan utama yang membedakan individu dengan ketahanan ekonomi tinggi. Temuan-temuan ini menunjukkan kebiasaan orang kaya sebenarnya merupakan praktik yang dapat dipelajari dan diterapkan secara bertahap.
Berikut tujuh kebiasaan utama orang kaya yang dapat ditiru setiap kalangan.
Individu berpenghasilan tinggi menjadikan membaca sebagai rutinitas harian untuk memperluas wawasan bisnis, teknologi, dan keuangan. Riset internasional menunjukkan sekitar 80% individu sukses meluangkan waktu membaca setiap hari. WEF juga menekankan bahwa pembelajaran berkelanjutan merupakan kunci menghadapi perubahan ekonomi global dan meningkatkan peluang karier.
Orang kaya cenderung memiliki target finansial yang jelas, tertulis, dan terukur. OECD menyebut perencanaan keuangan sebagai salah satu indikator utama literasi finansial yang baik, sehingga individu yang menuliskan tujuan memiliki peluang lebih besar mencapai stabilitas ekonomi.
Kebiasaan bangun pagi dan mengatur prioritas kerja membantu meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Riset WEF mengenai masa depan pekerjaan menunjukkan bahwa manajemen waktu menjadi keterampilan penting untuk menjaga daya saing individu di tengah perubahan dunia kerja.
Bagi banyak individu sukses, olahraga bukan sekadar aktivitas tambahan, melainkan bagian dari ritme hidup sehari-hari. Tubuh yang bugar membantu menjaga energi tetap stabil sepanjang hari, membuat pikiran lebih jernih saat mengambil keputusan penting, dan mengurangi tekanan mental dari pekerjaan yang padat.
Rutinitas sederhana seperti jalan pagi, bersepeda, atau latihan ringan terbukti membantu menjaga konsistensi produktivitas tanpa mudah kelelahan.
Kebiasaan finansial yang paling menonjol adalah menempatkan tabungan atau investasi sebagai prioritas utama sebelum pengeluaran lain. Pendapatan tidak langsung dihabiskan, tetapi dialokasikan terlebih dahulu untuk masa depan.
Pola ini membuat kondisi keuangan lebih terkendali karena pengeluaran disesuaikan dengan sisa dana yang ada, bukan sebaliknya. Dengan cara ini, pertumbuhan aset berjalan perlahan namun stabil tanpa harus mengandalkan kenaikan penghasilan besar.
Relasi yang kuat sering menjadi pintu masuk berbagai peluang baru, mulai dari proyek kerja hingga kolaborasi bisnis. Orang yang terbiasa memperluas jaringan cenderung lebih mudah mendapatkan informasi, rekomendasi, serta perspektif baru yang membantu perkembangan karier.
Salah satu hal yang harus diterapkan adalah bahwa interaksi tidak selalu formal, melainkan dapat dilakukan melalui diskusi santai, komunitas profesional, hingga kegiatan sosial.
Mengelola keuangan bukan hanya soal menabung, tetapi juga memahami secara detail aliran dana yang keluar dalam setiap bulan. Dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran, seseorang dapat mengenali pola konsumsi, mengurangi pemborosan, serta mengantisipasi risiko finansial lebih awal.
Kebiasaan ini membuat keputusan belanja menjadi lebih sadar dan terencana, sehingga kondisi ekonomi pribadi tetap stabil meski menghadapi perubahan situasi.
Kebiasaan-kebiasaan tersebut dapat diterapkan sejak berada di kelas menengah tanpa harus menunggu kondisi finansial mapan terlebih dahulu. Dengan membangun rutinitas yang konsisten dan realistis, individu memiliki peluang lebih besar untuk memperkuat fondasi ekonomi, menjaga keseimbangan hidup, serta mempersiapkan masa depan secara lebih terarah.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Maharani Dwi Puspita Sari pada 14 Feb 2026