rumah
Kamis, 17 September 2026 10:11 WIB
Penulis:Justina Nur Landhiani

JAKARTA — Kualitas udara di dalam rumah tentu bisa memengaruhi kesehatan, apalagi saat ada masalah kabut asap dan polusi udara yang semakin parah seperti sekarang.
Selama ini, polusi udara di luar ruangan memang menjadi perhatian. Namun, kita sering lupa bahwa kualitas udara yang kita hirup di dalam rumah juga tidak kalah penting.
Seperti yang dilansir dari Healthline, Environmental Protection Agency (EPA) bahkan sudah menyebutkan bahwa kadar polutan di dalam ruangan dapat mencapai 100 kali lebih tinggi dibandingkan polutan di luar ruangan.
BACA JUGA: 5 Tanaman Hias yang Cocok Tumbuh di Dapur Agar Ruangan Lebih Segar
Paparan polutan dalam jumlah tinggi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti reaksi alergi, asma, penyakit jantung, dan kemungkinan kanker.
Oleh karena itu untuk menjaga kualitas udara di dalam rumah agar tetap baik, kamu perlu melakukan beberapa langkah seperti berikut.
Ada beberapa sumber polusi yang kerap ditemukan di dalam rumah seperti radon, asap rokok, formaldehida, dan bahan-bahan kimia yang ada di produk pembersih.
Dengan memahami sumber polusi yang kerap ditemukan di dalam rumah, kamu bisa sebisa mungkin mencegah terlalu banyak terpapar dengan polutan tersebut untuk menjaga kebersihan udara.
BACA JUGA: 5 Tanaman Hias Ini Ternyata Beracun dan Berbahaya untuk Anak, Hati-hati!
Kalau kamu tetap khawatir dengan kualitas udara di dalam rumah tapi masih belum mengetahui apa yang harus diubah atau apa yang harus dilakukan, coba lakukan pemeriksaan kualitas udara terlebih dahulu.
Kamu bisa menggunakan beberapa alat tes kualitas udara karena alat tersebut bisa membantu mendeteksi beberapa jenis polutan sekaligus.
Selain itu, kamu juga bisa meminta bantuan tenaga profesional yang bisa membantu menangani sumber polusi yang ditemukan selama pemeriksaan, contohnya ketika ada masalah jamur.
BACA JUGA: 5 Tanaman Hias yang Bisa Bantu Menjaga Kualitas Udara di Rumah
Ada beberapa zat yang dapat memicu alergi dan iritasi sering ditemukan di dalam rumah, seperti debu, jamur, bulu atau serpihan kulit hewan peliharaan, dan tungau debu.
Mengurangi keberadaan alergen tersebut dapat membantu meningkatkan kualitas udara di rumah sekaligus mengurangi kemungkinan munculnya gangguan pernapasan.
Air purifier atau alat pembersih udara di rumah dapat menjadi salah satu cara untuk membantu menjaga udara tetap bersih.
Kamu bisa mempertimbangkan air purifier yang dilengkapi filter HEPA (High-Efficiency Particulate Air). Filter ini dikenal mampu menyaring lebih dari 99% partikel berbahaya dari udara.
Air purifier dengan filter HEPA bahkan dapat membantu mengurangi partikel virus flu yang berada di udara dalam ruangan.
BACA JUGA: 5 Tanaman Hias yang Bisa Membuat Udara Kamar Tidur Lebih Segar
Ventilasi udara yang baik di dalam rumah bisa membuat udara terus mengalir di dalam rumah. Ini juga merupakan cara sederhana dan relatif murah untuk meningkatkan kualitas udara.
Membuka jendela dan pintu agar udara dari luar masuk dapat membantu, selama kualitas udara di luar cukup baik dan kadar serbuk sari tidak sedang tinggi.
Kelembapan udara yang tinggi di dalam rumah bisa menimbulkan banyak masalah kesehatan. Apalagi, rumah yang kelembapan udaranya tinggi bisa memicu pertumbuhan jamur.
Rumah yang lembap dapat memicu berbagai gangguan pernapasan, seperti batuk, napas berbunyi atau wheezing, hingga serangan asma.
Beberapa tanaman yang dalam penelitian dianggap lebih efektif membantu menjaga kualitas udara di dalam ruangan antara lain Dracaena, Spathiphyllum atau peace lily dan hedera helix, yang dikenal sebagai tanaman ivy atau ivy Inggris.
Itu tadi beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menjaga kualitas udara di dalam rumah di tengah masalah polusi udara yang terus memburuk seperti sekarang.