Investasi
Kamis, 04 Juni 2026 17:37 WIB
Penulis:Justina Nur Landhiani
Editor:Justina Nur Landhiani

JAKARTA — Bagi kamu yang sekarang sedang berencana membeli emas untuk menyimpan nilai atau investasi, kamu perlu memahami bagaimana cara mengecek keaslian emas.
Pengetahuan ini akan bisa kamu jadikan bekal untuk mencegah risiko terjebak membeli emas dengan kualitas yang tidak sesuai atau bahkan palsu.
Selain itu, kemampuan ini juga sangat dibutuhkan apalagi bagi kamu yang masih pemula dalam mengoleksi logam mulia atau perhiasan yang terbuat dari emas, mengingat harga emas yang cukup tinggi, jadi memastikan keasliannya adalah langkah yang tidak boleh diabaikan.
BACA JUGA: 5 Cara Memilih Emas Buat Investasi In This Economy, Jangan Asal Beli!
Perlu kamu pahami bahwa semakin tinggi kandungan emas yang ada dalam produk yang kamu beli, maka semakin besar pula nilanya. Tak hanya harus memeriksa kadar emas, kamu juga bisa mengenali keaslian emas dengan beberapa cara berikut ini.
Seperti yang dilansir dari Pegadaian, ada salah satu cara paling sederhana dan mudah kamu lakukan untuk mengecek keaslian emas, yaitu dengan memperhatikan cap atau kode yang tertera pada emas.
Emas asli pada umumnya memiliki penanda kadar kemurnian, baik dalam bentu angka atau satuan karat.
BACA JUGA: Di Tengah Gejolak Pasar, Harga Emas Justru Mengalami Tekanan
Emas adalah logam yang tidak memiliki sifat magnetis, jadi emas murni tidak akan menempel pada magnet.
Sebaliknya, jika emas memiliki kandungan logam lainnya seperti nikel atau besi dalam jumlah yang besar, benda tersebut bisa bereaksi ketika didekatkan dengan magnet.
Meski begitu, sebetulnya cara ini tidak bisa memberikan hasil yang mutlak, karena sebagian perhiasan ada yang mengandung campuran logam tertentu untuk meningkatkan kekuatannya.
BACA JUGA: Beda Emas Fisik Vs Emas Digital, Ini Kelebihan dan Kekurangannya
Kamu bisa menggunakan keramik tanpa lapisan glasir untuk mengecek keaslian emas. Caranya, kamu tinggal menggesekkan emas secara perlahan di permukaan keramik.
Jika gesekan tersebut meninggalkan bekas hitam, bisa jadi ada kandungan logam lain yang cukup dominan di emas yang kamu uji.
Sebaliknya, jika emas tersebut asli, umumnya akan meninggalkan jejak berwarna keemasan atau tidak meninggalkan bekas yang mencolok.
BACA JUGA: Kelebihan dan Kekurangan Investasi Emas Putih, Tertarik Coba Beli?
Cara ini biasanya digunakan untuk melakukan verifikasi kemurnian emas. Hal ini karena emas yang asli, pada umumnya tidak akan menimbulkan perubahan saat terkena tetesan asam nitrat.
Emas yang murni tidak mudah berkarat atau mengalami korosi. Selain itu, emas murni umumnya tidak menimbulkan aroma khas logam.
Oleh karena itu, jika kamu mendapati emas yang kamu beli memiliki aroma amis atau karat setelah terkena air atau keringat, bisa jadi ada kandungan logam lainnya di emas tersebut yang cukup tinggi.
BACA JUGA: Pilih Beli Emas Saat Naik atau Turun? Begini Cara Cerdas Investasi Emas
Emas dikenal sebagai konduktor atau penghantar panas yang sangat baik. Tidak mengherankan jika sifat emas yang seperti itu sering dimanfaatkan dalam berbagai komponen elektronik berteknologi tinggi.
Selain itu, daripada logam lain seperti kuningan, emas bisa menghantarkan panas dengan lebih efisien. Oleh karena itu, kamu bisa melakukan pengujian konduktivitas ini untuk mengidentifikasi keaslian emas.
Jika kamu tetap memiliki keraguan atau kekhawatiran bahwa emas yang kamu beli asli atau palsu, kamu bisa segera membawa emas tersebut untuk diuji oleh tanaga profesional.
Kamu bisa menginformasikan kepada petugas tentang kebutuhan pemeriksaan keaslian atau kepalsuan emas yang kamu miliki, tunggu, lalu hasilnya akan keluar.
BACA JUGA: Harga Emas Antam Turun 4 Hari Berturut-turut, Apa Dampaknya?
Itu tadi beberapa cara membedakan antara emas asli dan emas palsu, hati-hati ya saat beli!