dampak
Rabu, 21 Oktober 2026 14:59 WIB
Penulis:Justina Nur Landhiani

JAKARTA — Di saat tuntutan pekerjaan semakin tinggi, bekerja keras memang kerap dianggap sebagai kunci utama untuk mendapatkan kesuksesan. Hal itu membuat tidak sedikit orang yang rela lembur, mengorbankan waktu istirahat, sampai mengesampingkan kehidupan pribadi demi menyelesaikan pekerjaan.
Sekilas, kebiasaan ini mungkin terlihat sebagai bentuk dedikasi dan produktivitas. Akan tetapi, kalau terus dilakukan tanpa batas yang jelas, kamu bisa saja terjebak dalam fenomena hustle culture.
Hustle culture adalah pola pikir yang membuat seseorang merasa harus terus bekerja dan produktif demi meraih kesuksesan dan pencapaian yang sudah dicita-citakan.
BACA JUGA: Ternyata Ini 4 Alasan Seseorang Jadi Hobi Flexing, Kamu Termasuk?
Bahkan, beristirahat bisa menimbulkan rasa bersalah karena dianggap membuang-buang waktu. Padahal, kebiasaan ini dapat menguras energi, mengganggu keseimbangan hidup, hingga meningkatkan risiko burnout.
Lalu, bagaimana cara mengetahui apakah kamu sudah terjebak dalam pola hidup tersebut? Yuk, kenali lima ciri-cirinya agar kamu bisa lebih bijak dalam mengatur waktu dan menjaga kesehatan diri!
Kamu merasa tidak tenang saat tidak mengerjakan suatu pekerjaan, bahkan saat akhir pekan atau sedang cuti.
Namun, di sisi lain waktu istirahat justru dianggap sia-sia karena seharusnya bisa dimanfaatkan untuk menyelesaikan pekerjaan lain.
BACA JUGA: Jangan Asal Pamer! Ini 5 Dampak Negatif Kebiasaan Flexing
Kesibukan sering dianggap sebagai tanda bahwa kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh.
Jadwal yang padat, kebiasaan lembur, dan banyaknya tugas bahkan kerap dibanggakan, meskipun belum tentu membuat pekerjaan lebih efektif.
Kamu terus memeriksa pesan pekerjaan meskipun jam kerja sudah berakhir.
Pikiran tentang target dan tugas yang belum dicapai dan belum dikerjakan juga masih terbawa ketika sedang makan, berkumpul bersama keluarga dan teman, atau bahkan ketika me time menikmati waktu untuk diri sendiri.
BACA JUGA: Tak Hanya Hindarkan Kamu dari Utang, Ini 7 Manfaat Berhenti Overconsumption
Demi pekerjaan, kamu sering mengabaikan rasa lelah, kurang tidur, sakit kepala, hingga sulit berkonsentrasi.
Kamu bahkan memaksakan diri untuk terus beraktivitas meskipun tubuh sebenarnya membutuhkan waktu untuk beristirahat dan memulihkan energi.
Kamu selalu menganggap bahwa jabatan, pendapatan, pencapaian target, atau pengakuan atasan ada untuk menilai diri sendiri.
Akibatnya, ketika hasil yang diperoleh tidak sesuai harapan, kamu lebih mudah merasa gagal atau menganggap diri kurang baik.
Itu tadi beberapa ciri-ciri yang menandakan kamu terjebak hustle culture. Hati-hati!