Makanan
Senin, 23 Februari 2026 09:30 WIB
Penulis:Redaksi
Editor:Redaksi

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa Tunjangan Hari Raya (THR) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Negeri Sipil (PNS), prajurit TNI, dan anggota Polri akan dicairkan pada minggu pertama bulan Ramadan.
“Pencairan di minggu pertama,” ujar Purbaya.
Meskipun Peraturan Pemerintah (PP) terkait THR 2026 belum diresmikan, mekanisme dasarnya diprediksi tidak akan jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. PP Nomor 14 Tahun 2024 dan PP Nomor 11 Tahun 2025, menjelaskan terkait pemahaman mengenai komponen dan jadwal pencairan dalam pengelolaan THR yang efektif.
Adapun proyeksi belanja pemerintah pada triwulan I 2026 mencapai Rp809 triliun, dan sekitar Rp55 triliun merupakan anggaran untuk THR bagi ASN, TNI, serta Polri.
Pencairan di awal puasa memberi efek ganda. Dari sisi makro, suntikan dana ini berpotensi mendorong konsumsi rumah tangga yang memang menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Adapun data Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia yang tercatat dalam Badan Kepegawaian Negara (BKN) saat ini mencapai 5,3 juta orang. Dari data tersebut, sebanyak 12% di antaranya atau 636 ribu berasal dari generasi Z (Gen Z).
Bagi gen Z yang berprofesi menjadi ASN, THR sering kali menjadi momentum terbesar yang memberikan keuntungan finansial. Namun di tengah tren belanja digital, flash sale, dan promo Ramadan, dana THR juga rawan terkuras dalam waktu singkat. Tanpa perencanaan, tunjangan yang seharusnya menopang kebutuhan Lebaran justru habis sebelum takbir berkumandang.
Supaya THR tahan lama dan tidak sekadar numpang lewat di rekening, gen Z dapat menerapkan strategi pengelolaan THR yang relevan:
Bagi THR ke dalam tiga pos utama:
Jika memiliki cicilan atau utang berbunga, alokasikan sebagian dana untuk melunasinya lebih dulu agar kondisi keuangan lebih sehat pasca Lebaran.
Trik sederhana dan efektif yang banyak dicoba oleh banyak orang adalah memindahkan sebagian THR ke rekening berbeda atau fitur dompet digital. Dengan cara tersebut, dana kebutuhan pokok tidak akan tercampur dengan dana lainnya.
Zakat, infak, dan sedekah menjadi kewajiban yang tidak boleh terlewat. Oleh karena itu, gen Z harus mengalokasikan dana di awal, dan membuat perencanaan yang lebih terukur untuk menghindari kekurangan dana saat akhir Ramadan.
Tren belanja karena takut ketinggalan promo (fear of missing out/FOMO) sering menjadi jebakan bagi anak muda. Dalam periode ini, banyak diskon besar-besaran yang membuat banyak orang bertindak impulsif membeli barang yang tidak benar-benar dibutuhkan. Cobalah untuk membuat skala prioritas “belanja kebutuhan” sesuai dengan kemampuan bujet.
Momen Lebaran kerap diikuti dengan pengeluaran tak terduga, mulai dari biaya transportasi tambahan hingga kebutuhan keluarga mendadak. Oleh karena itu, Gen Z harus pintar menyimpan sebagian dana sebagai cadangan akan membuat kondisi finansial tetap stabil setelah hari raya.
Bagi ASN muda, THR bukan sekadar bonus musiman. Ini bisa menjadi titik awal membangun kebiasaan finansial sehat. Dengan pencairan yang lebih awal diharapkan membuka peluang optimalisasi keuangan pada keluarga ASN. Momentum ini bisa menjadi latihan untuk mengatur arus kas, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta membangun fondasi finansial yang lebih matang di masa depan.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Maharani Dwi Puspita Sari pada 23 Feb 2026